Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (1/12/2025), memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat (28/11). Dow +0,61%, S&P 500 0,54%, dan Nasdaq 0,65%. Pasar AS ditutup menguat di tengah ekspektasi pemotongan suku bunga yang terus menguat. Yield UST 10Y naik 0,53% (+0,021 bps) ke 4,019%, dan USD Index turun 0,12% ke 99,5.
Pasar komoditas mayoritas bergerak naik Jumat kemarin (28/11). Harga minyak WTI -0,02% ke level USD 58,55/bbl, harga minyak Brent -0,98% ke level USD 62,38/bbl, harga batubara +0,86% di level USD 110,8/ton, dan CPO +0,61% ke level MYR 4.114. Harga emas terpantau menguat 1,82% ke level USD 4.239/oz.
Bursa Asia ditutup beragam Jumat kemarin (28/11). Kospi -1,51%, Hang Seng -0,34%, Nikkei +0,17% dan Shanghai +0,34%.
IHSG ditutup melemah 0,43% ke level 8.508,7. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell Rp 1.020,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 912,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 107,9 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 587,8 miliar), BBCA (Rp 155,9 miliar), dan BBYB (Rp 99,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan CBDK (Rp 140,5 miliar), BMRI (Rp 134,5 miliar), dan RAJA (Rp 75,2 miliar). Top leading movers emiten DSSA, CUAN, BYAN, sementara top lagging movers emiten DCII, AMMN, BBRI.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 1,05%, dan Nikkei juga mencatatkan +0,26%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional,” demikian sebagaimana dikutip.
