TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Anggarkan Rp4 Miliar, MTSM bakal Kembangkan Sektor Ini Sebagai Penopang Pendapatan di 2026

Busthomi
12 December 2025 | 15:29
rubrik: Capital Market
Anggarkan Rp4 Miliar, MTSM bakal Kembangkan Sektor Ini Sebagai Penopang Pendapatan di 2026

Salah satu pusat perbelanjaan milik MTSM di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. FOTO: Istimewa.

Jakarta, TopBusiness – PT Metro Realty Tbk mengaku terus melakukan ekspansi bisnis dalam rangka menggenjot kinerja Perseroan di tahun depan. Usai banyak mengembangkan sport center, Perseroan bakal menambahkan pengembangan usaha sebagai pusat logam mulia di pusat perbelanjaan yang dikembangkannya.

Disebutkan Direktur Utama MTSM, Rose Merry Maruli, di tahun depan, selain tetap melanjutkan pembangunan sport center, pereroan juga akan menambahkan beberapa pusat lifestyle di setiap gedung Metro, pusat wellness lifestyle, ekspansi ke sektor kesehatan, serta menjadikan pusat perdagangan emas, dinar, dan logam mulia di setiap tempat perbelanjaan milik perseroan.

“Untuk menggarap itu, perseroan menginvestasikan sekitar Rp2–4 miliar. Itu akan kami lakukan secara bertahap. Saat ini, sudah kami alokasikan untuk pembangunan sport center di Sunter. Ke depan, fasilitas serupa akan kami bangun di setiap properti yang kami miliki,” ujar dia, dalam Paparan Publik di Jakarta, Jumat (12/12/2025).   

Bahkan, kata dia, rencana membangun pusat perdagangan emas, dinar, dan logam mulia itu relative baru.

Disebutkannya, tingginya daya beli masyarakat terhadap emas, baik sebagai perhiasan maupun instrumen investasi, menjadikan sektor ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan perusahaan.

“Kami melihat minat masyarakat terhadap emas sebagai investasi jangka panjang terus meningkat. Ini menjadi peluang besar untuk menumbuhkan pendapatan sekaligus menjaga stabilitas keuangan perusahaan,” terang Rose Merry itu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur MTSM, Sukardi menjelaskan, fokus lifestyle yang sebelumnya berada pada sektor fesyen kini berkembang ke arah wellness lifestyle. Perubahan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pola hidup sehat di era ekonomi digital.

“Kami berharap dapat meningkatkan penjualan, menarik tenant baru, serta mendorong kenaikan trafik di setiap lokasi perusahaan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Jalan Tol Serpong-Cinere Siap Beroperasi, Ini Lima Ruas Tol yang Tengah Dibangun JSMR

Sementara di sektor kesehatan, khususnya laboratorium, Sukardi menambahkan bahwa perusahaan akan mengalokasikan investasi yang ditargetkan dapat menghasilkan recurring income sekitar Rp1 miliar per tahun. Langkah ini diharapkan memberikan stabilitas terhadap pendapatan perseroan.

Meski begitu, dengan sektor-sektor usaha tersebut, dirinya belum bisa memaparkan seberapa besar kontribusinya ke pendapatan perseroan nantinya.

“Untuk yang sport center itu kan baru di tahun ini. Tapi di tahun ini sudah kelihatan dalam beberapa bulan bisa menopang pendapatan. Cuma untuk lainnya masih dikembangkan tahun depan. Kami masih menghitungnya (terkait kontribusi ke pendapatan),” terang dia.

Diketahui, hingga September 2025, pendapatan usaha mencapai Rp22,24 miliar atau meningkat 1,64% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year) yang sebesar Rp21,87 miliar.

“Peningkatan pendapatan usaha ini terjadi dikarenakan adanya penambahan pendapatan sewa,” katanya.

Dengan laba bruto perusahaan untuk periode sampai dengan September 2025 adalah sebesar Rp5,83 miliar, atau naik 8,08% yoy. Kenaikan laba bruto ini dikarenakan adanya penambahan  pendapatan sewa.

Namun begitu, Perseroan masih mencatatkan rugi usaha sebesar Rp35,71 juta sampai kuartal III-2025 itu. Namun demikian, kata dia, masih lebih baik dibandingkan September 2024 di mana rugi usaha perseroan sebesar Rp586,62 juta.

“Kerugian usaha terutama dikarenakan peningkatan biaya operasional yang masih cukup tinggi, terutama pada biaya karyawan, PBB perpajakan, biaya perbaikan dan renovasi, serta peningkatan pendapatan yang belum optimal. Selain itu persaingan bisnis di bidang property management juga merupakan salah satu faktor yang berpengaruh,” pungkas Sukardi.

Tags: Kinerja emitenMTSMpendapatan perseroanPT Metro Realty Tbk
Previous Post

Patuh Pada Kebijakan Free Float, MTSM Bakal Lepas 27 Juta Saham

Next Post

SIG Pasok 10.000 Ton Semen untuk Pembangunan Jembatan yang Hubungkan Bantul-Kulon Progo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR