Jakarta, BusinessNews Indonesia—Kualitas kredit Bank Mandiri mengalami peningkatan sepanjang tahun lalu.
Peningkatan itu tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 0,54% ; sebelumnya 4% di tahun 2016 menjadi 3,46% pada tahun 2017.
“Alhasil, biaya pencadangan pun terpangkas sebesar Rp 8,6 triliun menjadi Rp 16,0 triliun dari Rp 24,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy),” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, dalam paparan publik di Jakarta (6/2/2018).
Sementara, penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh double digit sebesar 10,2% menjadi Rp 729,5 triliun dari Rp 662,0 triliun yoy.
Bertumbuhnya kredit bank tersebut merupakan konsintensi dari upaya dalam memerbaiki kualitas aset produktif dan meningkatkan fungsi intermediasi.
“Bank Mandiri juga senantiasa melaksanakan fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit sebesar Rp 729,5 triliun pada akhir tahun lalu, atau naik 10,2 persen secara year on year, di mana kontribusi pembiayaan produktif sebesar 74,7%,” kata dia.
“Kinerja baik tersebut berhasil mendongkrak nilai aset perseroan menjadi Rp 1.124,7 triliun pada akhir tahun lalu,” ucap dia.
