TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hilirisasi Silika Jadi Pondasi Pertumbuhan PDB 8%

Achmad Adhito
15 December 2025 | 07:15
rubrik: Business Info
Gas Bumi Harga Tertentu: Dampak Positif Rp127 Triliun ke Ekspor

Sumber Ilustrasi: Freepik

Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memerkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya melalui hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sektor industri dalam negeri. Bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Ditjen IKFT) Kemenperin telah meluncurkan Peta Jalan Hilirisasi Silika Tahun 2025-2045.

“Peta ini diharapkan mampu menjadi pondasi awal dalam memacu pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 8 persen pada tahun 2029,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan resmi (14/12/2025).

Hilirisasi industri silika merupakan langkah strategis dalam memerkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Pengembangan hilirisasi silika tidak hanya untuk meningkatkan nilai ekonomi nasional.

“Tapi juga menciptakan multiplier effect lainnya seperti membuka lapangan kerja baru, menumbuhkan investasi, serta mendukung kedaulatan pangan, energi, dan sektor lain yang terkait,” kata Menperin Agus Kartasasmita.
 
Data dari Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, cadangan pasir silika mencapai 7,8 miliar ton, batu kuarsa sebesar 24,8 juta ton, dan sumber daya kuarsit sebanyak 1,65 miliar  ton.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cadangan sumber daya mineral yang mumpuni sebagai modal utama dalam pengembangan hilirisasi dan penguatan industri silika dalam negeri,” kata menteri tersebut.
 
Direktur Jenderal IKFT Kemenperin, Taufiek Bawazier, menjelaskan bahwa hilirisasi silika berpotensi untuk memberikan nilai tambah yang sangat besar. “Dengan hilirisasi, solar-grade wafer silikon memiliki peluang untuk meningkatkan nilai hingga 1.300 kali lipat, bahkan hingga 27 kali lipat jika diolah menjadi electronic-grade wafer silikon,” ungkap Taufiek.
 
Menurut Taufiek, Peta Jalan Hilirisasi Silika menjadi sangat penting agar Indonesia tidak terus-menerus mengandalkan ekspor mentah. Secara bertahap, industri silika telah menerapkan hilirisasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir dengan target hingga tahun 2045. Penumbuhan seluruh rantai industri turunan silika dilakukan mulai dari Metallurgical-Grade Silicon (MG-Si) hingga polysilicon.

BACA JUGA:   Semester I: Hanya Satu Proyek Apartemen Baru Jakarta

“Selain itu, peta jalan ini juga menargetkan pengembangan 10 kawasan industri pendukung dan implementasi prinsip industri hijau pada 10 perusahaan industri.”

Tags: agus kartasasmitahilirisasi silikakemenperinpeta jalan hilirisasi silika
Previous Post

Kementerian PU Pastikan Ruas Jalan Lintas Timur Sumatera Dapat Dilalui

Next Post

BEI Lakukan Penghentian Perdagangan Sementara PTDU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR