Balikpapan, TopBusiness – Senin sore (15/12/2025) itu, aktivitas bongkar muat terlihat jelas di dermaga 1, di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur. Satu kapal berukuran besar bernama Simfoni Sejati type kapal roll on- roll off (Ro-Ro) tengah bersandar dan menjalankan aktivitas bongkar di area yang dikelola PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) itu.
Kapal yang memiliki International Maritime Organization (IMO) Number 9197616 itu, selain membawa penumpang, juga mengangkut banyak barang untuk didistribusikan ke wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Kapal tersebut berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
“Kapal Simfoni Sejati bersandar kemarin (Minggu-15/12/2025) dari Tanjung Priok,” Ahmad Efendi, Staf Operasional IKT Semayang Balikpapan, kepada wartawan yang melakukan media visit ke Pelabuhan Semayang itu, Senin (15/12/2025).
“Kapal ini sedang melakukan bongkar sejak kemarin. Selain penumpang, juga mengangkut besi beton, plat, pipa, sambungan barang konstruksi, baja, dan lainnya,” jelas dia.

Diceritakannya, geliat Pelabuhan Semayang ini memang dipenuhi aktivitas bongkar-muat yang cukup padat. Terlebih pelabuhan ini termasuk pelabuhan berskala internasional. Termasuk juga bongkar muat kendaraan yang merupakan keahlian dari Pelabuhan IKT tersebut.
“Setiap bulannya, untuk aktivitas bongkar muat kendaraan sekitar 200-300 untuk mobil. Belum kendaraan lain, seperti motor dan juga alat berat,” terannya.
Dalam catatan IKT, jumlah aktivitas bongkar dan muat kendaraan di Pelabuhan Semayang ini terus bertumbuh. Catatan tahun ini masih bertumbuh dibanding tahun lalu.
Untuk aktivitas bongkar, sebanyak 107.776 unit selama kurun waktu 11 bulan dari Januari-November 2025. Dengan kalkulasi di Januari sebanyak 11.243, Februari ada 9.763, lalu Maret 9.435, April 11.962, Mei 9.539, Juni 8.695, Juli 9.464, Agustus 11.202, September 9.354, Oktober 8.522, dan November 8.599.

Sementara untuk aktivitas muat selama sebelas bulan di Januari-November 2025 ini, totalnya mencapai 68.463 unit. Dengan rincian, Januari 6.458, Februari 6.226, Maret 9.524, April 5.759, Mei 6.205, Juni 6.167, Juli 4.162, Agustus 6.842, September 5.641, Oktober 5.099, dan November 6.380.
Jika dilihat dari jenisnya, untuk aktivitas bongkar selama 11 bulan itu, jenis mobil mencapai 64.916 unit, untuk Truk/Bus sebanyak 26.777 unit, Alat Berat sejumlah 4.115 unit, General Cargo 37.467 unit, dan motor sebanyak 11.970 unit.
Sedang untuk aktivitas muat sebanyak 32.542 unit untuk mobil, 23.896 unit untuk truk/bus, 1.719 unit dari alat berat, 3.200 unit berupa general cargo dan 10.306 unit utuk muat motor. Sehingga total aktivitas bongkar muat Adalah mobil 97.458 unit, truk/bus 50.673 unit, alat berat 5.834 unit, general cargo 40.667 unit, dan motor 22.276 unit.
Ahmad Efendi kembali menegaskan, ramainya aktivitas di pelabuhan ini, terlihat rata-rata ada 80-an kapal setiap bulannya yang sandar dan dilayani di dermaga IKT. Dengan rincian sekitar 60-65 kapal Ro-Ro Penumpang (Ropang) serta 15-17 kapal Ro-Ro khusus kendaraan dan alat berat.
Adapun market share yang eksisting dari terminal satelit tersebut antara lain melayani kapal Ro-Ro Penumpang PT Amali (sebanyak 2 kapal) rute Priok-Balikpapan, Balikpapan-Makassar dan Jakarta-Makassar-Balikpapan. Kemudian Kapal PT Fajar Bahari Nusantara dengan rute Marund-Balikpapan (sebulan 4 kali).
Juga ada kapal Ro-Ro penumpang antara lain, Dharma Verry 5 dan 7 dengan rute Surabaya-Balikpapan, Dharma Kencana 5 dengan rute Surabaya-Balikpapan, dan bisa juga singgah ke Donggala (Palu), dan Dharma Kartika 9 rute Pare Pare-Balikpapan.

Selain itu, dua unit kapal Fajar Jembatan Nusantara yakni Madani Nusantara dan Swarna Bahtera dengan rute Pare Pare–Balikpapan, serta 2 kapal PT Damai Lintas Nusantara (DLN) yakni Kapal Ro-Ro Mandalika dan Ro-Ro Nusantara yang melayani rute Surabaya-Balikpapan.
Sedangkan Ro-Ro Kendaraan, antara lain dua kapal PT Amali (MM Sejati dan Silo Sejati), Fajar Bahari (9-10 Kapal), serta ada pula KM Eco dan KM Mahardika Sarana.
Namun dibalik geliat aktivitas terminal satelit Semayang Balikpapan itu, kini masih dibutuhkan penambahan wilayah penyangga atau buffer area untuk penumpukan/parkir kendaraan terutama saat aktivitas bongkar muat mobil dan alat berat sedang padat.
Selain itu, masih perlu untuk melakukan perluasan dermaga. Untuk saat ini panjang dermaga hanya 489,5 meter dan lebar 21 meter. Sehingga bisa melayani kapal Ro-Ro lebih banyak lagi di masa mendatang.
“Untuk pelayanan bongkar kendaraan jenis mobil itu rata-rata waktunya 10-12 jam per kapal. Adapun kapasitas lapangan penumpukan mobil di IKT Semayang bisa menampung sekitar 300 mobil,” pungkas Efendi.
