TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penerbitan Obligasi Naik Tinggi, Pefindo: Tahun Depan Lebih Rendah dari 2025

Busthomi
16 December 2025 | 21:40
rubrik: Capital Market
SBN Positif, BNI Sekuritas Proyeksi Obligasi Ini Masih Menarik

Ilustrasi pasar obligasi. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Performa surat utang atau obligasi korporasi sepanjang 2025 ini sangat positif. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatatkan penerbitan obligasi korporasi yang meningkat sepanjang 2025.

Tercatat, sepanjang periode Januari–November 2025, Pefindo mencatat penerbitan obligasi dan sukuk mencapai Rp198,81 triliun.

“Realisasi penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2025 itu telah menorehkan pertumbuhan hingga 56,88% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp126,73 triliun pada periode yang sama di 2024,” tutur Direktur Utama Pefindo, Irmawati dalam Media Forum Pefindo di Jakarta, Selasa (16/15/2025).

Dia merinci, penerbitan surat utang korporasi tertinggi tercatat pada Juli 2025 lalu. Di bulan itu, penerbitan obligasi dengan nilai emisi mencapai Rp43,02 triliun. Sementara itu, nilai emisi terkecil dihimpun pada Mei 2025 yang hanya mencapai Rp4,34 triliun.

Bahkan, disebut Irmawati, realisasi penerbitan surat utang korporasi ini belum termasuk obligasi Patriot Bond yang diluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan nilai emisi mencapai Rp50 triliun.

“Sehingga proyeksi kami, total penerbitan surat utang korporasi hingga akhir 2025 dapat mencapai lebih dari Rp200 triliun,” sebut dia.

Irmawati menyebut, ditilik dari sektor seluruh penerbitan surat utang sepanjang tahun ini, sektor lembaga pembiayaan mendominasi dengan 37,7% penerbitan surat utang. Disusul sektor perbankan sebesar 17,0%, pulp dan kertas 16,2%, pertambangan 12,2%, telekomunikasi 4,8%, perusahaan induk 3,8%, dan lainnya mencapai 7,6%.

“Terdapat total 102 emiten yang telah menerbitkan surat utang dengan 184 emiten masih mencatatkan obligasi yang beredar di pasar. Sebagian besar emiten di periode ini mengalokasikan dananya untuk modal kerja. Dan cuma sekitar 28,96% yang mengalokasikan untuk refinancing,” dia menerangkan.

Dan Grup Sinar Mas menjadi salah satu perusahaan yang menerbitkan obligasi korporasi pada Juli 2025. Saat itu, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) menerbitkan PUB Obligasi Berkelanjutan V SMART dengan target dana terhimpun Rp5 triliun.

BACA JUGA:   Prospek Stabil, Pefindo Nilai Likuiditas Keuangan Jamkrindo Kuat

Lebih jauh dia mengurai, untuk rasio penerbitan surat utang terhadap jatuh tempo sepanjang 2025 mencapai 137%. Ini tentu lebih tinggi ketimbang posisi 96% pada periode yang sama 2024. Artinya, penerbitan surat utang pada periode ini telah melebihi nilai jatuh tempo.

“(Kondisi) ini menunjukkan aktivitas yang sangat baik bagi penerbitan surat utang di Indonesia, khususnya di pasar corporate bonds Indonesia,” jelas Irmawati.

Di tempat yang sama, Head of Economic Research Division Pefindo Suhindarto mengatakan, untuk tahun 2026 nanti, Pefindo meramal penerbitan efek bersifat utang (EBUS) akan mengalami penurunan disbanding tahun ini. Diproyeksi angkanya di kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,66 triliun. Atau dengan titik tengah Rp175,77 triliun. Target ini lebih rendah dibandingkan proyeksi realisasi 2025.

Kondisi tersebut, kata dia, lantaran tingginya penerbitan obligasi oleh Danantara membuat penetapan target yang lebih moderat pada tahun depan.

“Surat utang Patriot Bond yang diterbitkan Danantara saja menyumbang sekitar 25,14% dari total realisasi penerbitan EBUS pada 2025. Jadi, Patriot Bond adalah faktor one of di tahun ini yang cukup banyak mempengaruhi penerbitan menjadi sangat tinggi,” jelas dia.

Pefindo juga memproyeksikan ruang penurunan suku bunga pada 2026 tidak sebesar tahun ini. Hingga 2025, Bank Indonesia tercatat telah memangkas suku bunga acuan hingga 125 basis poin. Dengan demikian, suku bunga acuan pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 4%–4,5%.

Kondisi tersebut diperkirakan membuat laju penerbitan surat utang korporasi pada 2026 tetap memiliki prospek positif, meski tidak sekuat tahun ini.

“Sehingga penerbitannya juga masih memiliki prospek yang bagus, tapi momentumnya tidak sebesar sebelumnya,” kata dia dengan menambahkan, pasar surat utang tetap menarik apalagi ada potensi masuknya dana asing.

Tags: Danantaraobligasi korporasipefindosurat utang
Previous Post

Terus Bergeliat, IPCC Catatkan Pertumbuhan Aktivitas Bongkar-Muat di Pelabuhan Semayang

Next Post

Besok Tercatat di BEI, IPO SUPA Diklaim Cetak Rekor Oversubscribed 318,69 Kali Lebih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR