Jakarta, TopBusiness – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat telah melayani sebanyak 3,4 juta penumpang di 15 lintasan pantauan nasional selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Layanan penyeberangan dinilai berjalan aman, lancar, dan terkendali meski di tengah tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy turut berperan penting dalam menjaga keteraturan dan kelancaran layanan penyeberangan selama periode libur panjang.
“Kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui Ferizy juga berperan penting dalam menjaga keteraturan layanan,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).
Secara kumulatif pada periode H-10 hingga H+10, total penumpang yang menyeberang tercatat mencapai 3.445.335 orang atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang mencapai 850.426 unit, naik 6,7 persen secara tahunan.
Berdasarkan data Posko ASDP pada H+10, yakni Sabtu (4/1/2026) pukul 00.00–23.59 WIB, tercatat sebanyak 1.000 trip kapal beroperasi di 15 lintasan pantauan nasional. Pada hari tersebut, realisasi penumpang mencapai 204.069 orang atau meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi kendaraan, realisasi kendaraan roda dua tercatat sebanyak 21.478 unit atau melonjak 65,3 persen. Kendaraan roda empat mencapai 19.541 unit, tumbuh 4,9 persen, sementara bus tercatat sebanyak 1.650 unit atau meningkat 5,4 persen.
Adapun kendaraan truk yang menyeberang tercatat sebanyak 9.170 unit atau turun 10,7 persen, sejalan dengan pengaturan distribusi logistik selama periode Nataru. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang pada H+10 mencapai 51.839 unit, meningkat 19,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Heru menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan layanan Angkutan Nataru 2025/2026 tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi yang solid serta terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurutnya, sinergi lintas sektor memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, pengelolaan arus penumpang dan kendaraan yang adaptif, serta penanganan dinamika di lapangan secara efektif, sehingga layanan penyeberangan dapat berjalan stabil sepanjang periode libur panjang.
Pada kesempatan tersebut, Heru juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjaga kelancaran arus keberangkatan dan arus balik Nataru. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Danantara Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, BMKG, Kementerian Kesehatan, asosiasi penyeberangan, hingga para pengguna jasa.
