TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Anjlok Terseret Sentimen Global, BI Konsisten Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Busthomi
14 January 2026 | 14:45
rubrik: Ekonomi
Jelang Ramadhan, BI Sebut Ada Perbaikan Kinerja Penjualan Eceran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) mengaku konsisten terus menjaga  nilai tukar rupiah. Langkah ini disebut sebagai bagian untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Demikian seperti disebutkan oleh Erwin G. Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Disebut Erwin, pergerakan mata uang global pada awal 2026 ini, termasuk Indonesia, banyak dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia.

“Tekanan tersebut bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan, di tengah kebutuhan valuta asing domestik yang meningkat pada awal tahun,” tutur dia.

Sebagai informasi, kondisi tersebut telah mendorong Rupiah melemah dan ditutup pada level 16.860 per dolar AS pada Selasa (13/1/2026), atau terdepresiasi sebesar 1,04% secara year-to-date (ytd).

Meskipun demikian, kata dia, pelemahan Rupiah tersebut masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar regional yang juga terdampak sentimen global. Dia menyebut, mata uang won Korea yang melemah sebesar 2,46% dan peso Filipina sebesar 1,04%.

“Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia yang terus dilakukan secara berkesinambungan melalui intervensi NDF di pasar off-shore di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder,” ujarnya.

Selain itu, berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham yang secara neto mencapai Rp11,11 triliun pada Januari 2026 juga mendukung terkendalinya stabilitas Rupiah.

Hal ini sejalan dengan persepsi investor global terhadap Indonesia yang tetap positif, tercermin dari premi risiko CDS Indonesia tenor 5 tahun yang berada pada level rendah, sekitar 72 bps.

BACA JUGA:   Ini 7 Langkah Kendalikan Inflasi 2024

“Ketahanan eksternal juga tetap baik tecermin pada posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar USD156,5 miliar, setara dengan 6,4 bulan impor,  memadai sebagai buffer dalam menghadapi tekanan pasar keuangan global,” katanya.

Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat.

Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan instrumen operasi moneter pro-market guna memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan menjaga kecukupan likuiditas, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap mencapai sasaran inflasi serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Tags: bank indonesiarupiahsentimen globalstabilitas nilai tukar
Previous Post

BEAST 2025 Resmi Digelar di Jakarta, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Industri Creative & Digital Arts

Next Post

Awal 2026 Sudah All Time High Lagi, Mirae Asset Optimistis IHSG Tembus ke 10.500

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR