Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Kamis (15/1/2026), jelang libur panjang akhir pekan ini, dengan penguatan signifikan dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. IHSG ditutup menguat 42,82 poin, atau sekitar 0,47% ke level 9.075,40, seiring sentimen positif pasar dan tingginya aktivitas transaksi.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau dengan level terendah di kisaran 9.041 dan sempat menyentuh level tertinggi di atas 9.100 sebelum akhirnya ditutup menguat. Kenaikan indeks didorong oleh aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar serta sejumlah saham komoditas dan perbankan.
Dari sisi aktivitas pasar, nilai transaksi harian tercatat mencapai sekitar Rp28,1 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 50,6 miliar saham yang ditransaksikan melalui sekitar 3,37 juta kali transaksi. Tingginya nilai dan volume perdagangan mencerminkan minat beli investor yang masih kuat di pasar saham domestik.
Sejumlah saham menjadi penopang utama pergerakan IHSG. Saham-saham perbankan besar, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), tercatat aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi masing-masing menembus Rp1 triliun. Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk jajaran saham dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan hari ini.
Di sisi lain, sejumlah saham mencatat penguatan tajam dan menjadi top gainers, di antaranya PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), serta PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) yang masing-masing melesat lebih dari 30% dan turut menambah sentimen positif pasar.
Penguatan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini tidak lepas dari optimisme investor terhadap prospek ekonomi, baik global maupun domestik. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, stabilitas nilai tukar, serta pergerakan harga komoditas yang relatif menguat menjadi faktor pendukung laju indeks.
Dengan penutupan di level tertinggi sepanjang masa, pasar saham domestik menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi lanjutan serta arah kebijakan bank sentral yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG pada perdagangan selanjutnya.
(Sumber Data: AI)
