Jakarta, TopBusiness – Bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga 100 persen menjadi daya tarik utama pasar properti di awal 2026.
Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) ini tidak hanya memangkas biaya pembelian rumah, tetapi juga memperbaiki daya beli dan memperkuat minat masyarakat terhadap hunian maupun investasi properti.
Melalui skema PPN DTP, beban pajak yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam transaksi properti dapat ditekan, bahkan hingga 100 persen sesuai ketentuan. Kondisi tersebut membuka peluang lebih luas, terutama bagi pembeli rumah pertama dan keluarga muda, untuk merealisasikan kepemilikan hunian.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave, menilai kebijakan bebas PPN memberikan dampak positif baik bagi konsumen maupun industri properti secara keseluruhan.
“Insentif PPN DTP menjadi katalis penting bagi pasar properti. Dengan berkurangnya beban pajak, masyarakat memiliki ruang finansial yang lebih besar untuk membeli rumah, sementara sektor properti kembali bergerak dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut juga sejalan dengan kondisi ekonomi makro yang semakin kondusif. Suku bunga perbankan yang relatif stabil serta sinergi antara pemerintah dan pelaku industri turut memperkuat daya beli masyarakat.
“Kombinasi insentif fiskal, pembiayaan yang kompetitif, dan kepercayaan konsumen menjadikan 2026 sebagai momentum strategis bagi masyarakat yang tengah mempertimbangkan pembelian rumah maupun investasi properti,” tambah Chrissandy.
Dari sisi konsumen, bebas PPN tidak hanya berarti penghematan biaya, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam perencanaan keuangan. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk pajak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti pengisian furnitur, renovasi, maupun cadangan keuangan jangka panjang.
Dengan berbagai stimulus yang tersedia, kebijakan pembelian rumah bebas PPN diharapkan mampu meningkatkan minat beli, mempercepat serah terima hunian, serta menjaga tren positif sektor properti nasional sepanjang 2026.
