TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pendapatan 2025 Lampaui Target, RSUD Porsea Andalkan Digitalisasi dan Perkuat Tata Kelola

Abi Abdul Jabbar Sidik
22 January 2026 | 16:33
rubrik: BUMD, Event
Pendapatan 2025 Lampaui Target, RSUD Porsea Andalkan Digitalisasi dan Perkuat Tata Kelola

Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea terus memperkuat transformasi layanan dan tata kelola bisnis untuk meningkatkan daya saing sebagai satu-satunya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Toba. Penguatan tersebut mencakup pengembangan layanan unggulan, digitalisasi pelayanan, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga kinerja keuangan yang menunjukkan tren positif.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Freddi Seventry Sibarani, menegaskan bahwa RSUD Porsea menjalankan pelayanan kesehatan secara paripurna, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

“Pelayanan kesehatan ini kami laksanakan secara paripurna, meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,” ujarnya dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Selasa (20/1/2026).

Sebagai satu-satunya rumah sakit pemerintah daerah di Kabupaten Toba, RSUD Porsea terus berupaya meningkatkan mutu layanan sesuai standar rumah sakit kelas C. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya status akreditasi Paripurna (Bintang Lima).

“Pada tahun 2022, RSUD Porsea telah lulus akreditasi paripurna dan menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah,” kata Freddi.

Dengan status BLUD, RSUD Porsea kini mampu mengelola operasional rumah sakit secara mandiri tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dari sisi pembiayaan, kami tidak lagi membebani APBD, karena seluruh kebutuhan operasional kami kelola sendiri melalui pendapatan BLUD,” jelasnya.

Strategi Bisnis: Layanan Unggulan hingga Digitalisasi

Dalam strategi bisnisnya, RSUD Porsea mengembangkan sejumlah pilar utama, mulai dari pelayanan unggulan berbasis spesialisasi, peningkatan kualitas klinis, hingga pemanfaatan teknologi terkini. Saat ini, rumah sakit tersebut didukung oleh 31 tenaga dokter spesialis dengan berbagai kompetensi.

Selain itu, peningkatan pengalaman pasien juga menjadi fokus utama. Digitalisasi layanan diterapkan dari front office hingga back office guna memberikan kenyamanan dan efisiensi pelayanan.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2026: Transformasi BPR Bank Bulungan Jadi Motor Pertumbuhan dan Kebanggaan Daerah

“Kami tidak mau kalah dengan kemajuan teknologi. Digitalisasi layanan kami lakukan dari depan sampai ke belakang untuk memberikan pelayanan prima kepada pasien,” ujar Freddi.

Pengembangan SDM dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, workshop, bimbingan teknis, hingga fellowship. Di sisi lain, pemasaran digital juga dimaksimalkan melalui website, media sosial, dan email marketing untuk memperkuat daya saing dengan rumah sakit di wilayah sekitar Danau Toba.

Pendapatan Tumbuh, Target 2025 Lampaui 100 Persen

Dari sisi kinerja keuangan, RSUD Porsea mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Pada tahun 2024, target pendapatan sebesar Rp24,7 miliar berhasil direalisasikan sebesar Rp 24,38 miliar atau 99 persen.

Sementara pada tahun 2025, realisasi pendapatan mencapai Rp27,41 miliar dari target Rp27 miliar, atau setara 102 persen.

“Ini merupakan salah satu pencapaian kami, namun kami tetap mengupayakan peningkatan melalui penambahan dan pengembangan layanan,” kata Freddi.

Meski demikian, pihak manajemen mengakui masih terdapat pekerjaan rumah dalam peningkatan kepuasan pelanggan dan kinerja SDM. Survei kepuasan pelanggan tahun 2025 mencatat angka 83,98 persen, disiplin pegawai 93,01 persen, dan kinerja pegawai 82,5 persen.

“Ini menjadi PR kami agar seluruh target yang sudah ditetapkan dapat mencapai 100 persen,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan daya saing, RSUD Porsea terus menghadirkan inovasi layanan. Beberapa layanan unggulan yang telah berjalan antara lain fakoemulsifikasi untuk kesehatan mata, laparoskopi, endoskopi, dental panoramic, serta layanan ortopedi.

Ke depan, rumah sakit ini juga menyiapkan pengembangan layanan strategis pada 2026.

“Kami sudah merencanakan pembukaan layanan hemodialisa dengan 15 bed non-infeksius dan satu bed infeksius,” kata Freddi.

Selain itu, RSUD Porsea juga akan mengembangkan layanan cathlab untuk penanganan penyakit jantung serta layanan kesehatan jiwa terpadu, seiring tingginya kebutuhan layanan kesehatan mental di Kabupaten Toba.

BACA JUGA:   PLN NPC Komitmen Hasilkan SDM Andal melalui Pengelolaan HCM

“Kasus gangguan kesehatan jiwa di Kabupaten Toba cukup tinggi, sehingga layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Tags: RSUD PorseaTOP BUMD Awards 2025TOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Manulife Investment Ramal Ekonomi Asia Masih Tangguh di 2026, Ditopang Peningkatan Laba Perusahaan

Next Post

IHSG pada Perdagangan Kamis, Investor Mulai Kembali Selektif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR