Jakarta, BusinessNews Indonesia—Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian dan kemandirian melalui pengelolaan tanaman obat. Oleh karena itu, potensi ini terus menjadi perhatian dan fokus Medco E&P Indonesia (Medco E&P). Bukti perhatian atas potensi ini dilaksanakan melalui kegiatan Panca-Lomba Tanaman Obat Keluarga (Toga) pada Kamis (22/2/2018) di Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu.
Dalam keterangan pers yang diterima wartawan Majalah BusinessNews Indonesia, dijelaskan bahwa tanaman obat keluarga merupakan salah satu program unggulan kegiatan pemberdayaan masyarakat Medco E&P. Di wilayah Lumpatan, program ini dilaksanakan sejak 2015.
Berawal dari hanya satu kelompok Toga, saat ini telah berkembang menjadi tujuh kelompok yang berada di Desa Lumpatan I dan II.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan kelompok dan evaluasi terhadap aktivitas yang dilaksanakan selama ini, Medco E&P melaksanakan Panca-Lomba Toga yang melibatkan seluruh kelompok.
Kemudian, keterangan pers itu menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pemahaman anggota kelompok terhadap materi yang diajarkan selama pendampingan dan sarana komunikasi antar-kelompok.
Salah satu anggota kelompok Toga Desa Lumpatan, Dewi, mengatakan, “Manfaat program Toga dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami sekeluarga sudah tidak lagi konsumsi obat-obatan untuk mengatasi sakit ringan. Obat yang kami butuhkan dapat diambil langsung di pekarangan tanpa perlu ke rumah sakit atau toko obat. Program ini juga membuat waktu masyarakat terutama ibu-ibu menjadi lebih produktif.”
Kepala Desa Lumpatan II Askandi mengatakan, “Kami atas nama masyarakat sekitar Lumpatan berterima kasih kepada Medco E&P yang telah memberikan pendampingan dan menunjukkan kepedulian pada masyarakat melalui program TOGA. Ini membuktikan komitmen Medco E&P terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi, sehingga program yang dilaksanakan berguna dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”
