TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Ditutup Melemah, Tekanan Saham Big Caps Dominasi Perdagangan Jumat

Agus Haryanto
23 January 2026 | 16:40
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Di PT Bursa Efek Indonesia atau BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (23/01/2026) akhir pekan melemah. Indeks komposit Jakarta turun 41 poin atau setara dengan 0,46 persen ke posisi 8.951,01.

Sejak pembukaan, IHSG bergerak di zona merah dan sempat mengalami pelemahan lebih dalam pada sesi pertama. Meski tekanan jual sedikit mereda pada sesi kedua, indeks tidak mampu kembali ke zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, pasar saham nasional mencatatkan transaksi yang relatif aktif. Volume perdagangan tercatat mencapai sekitar 64,15 miliar saham, dengan nilai transaksi harian sebesar Rp32,02 triliun. Adapun frekuensi transaksi mencapai sekitar 3,32 juta kali sepanjang hari.

Seiring pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut mengalami penurunan dan berada di kisaran Rp16.270 triliun pada akhir perdagangan.

Tekanan jual tercermin dari pergerakan saham secara keseluruhan. Hingga penutupan perdagangan, sebanyak 495 saham melemah, 191 saham menguat, dan 118 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan dominasi sentimen negatif di pasar saham domestik.

Pelemahan terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan indeks.

Sejumlah saham unggulan tercatat menjadi pemberat utama IHSG pada perdagangan hari ini, terutama dari sektor perbankan, energi, dan konsumer siklikal. Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBNI bergerak melemah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap koreksi indeks.

Selain itu, tekanan juga datang dari saham sektor energi dan pertambangan, seiring aksi ambil untung investor setelah reli dalam beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, hanya sebagian kecil saham dari sektor defensif seperti kesehatan yang mampu mencatatkan penguatan terbatas.

BACA JUGA:   IHSG kembali Catatkan Poin Tertinggi

Pelemahan IHSG pada perdagangan Jumat dipengaruhi oleh aksi profit taking menjelang akhir pekan serta sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan sentimen global. Investor cenderung berhati-hati dalam melakukan pembelian, meski likuiditas pasar masih terjaga.

Tags: ihsgindeks
Previous Post

AAJI Resmikan Grha sebagai Center of Excellence Industri Asuransi Jiwa Indonesia

Next Post

Lewat Inovasi Berkelanjutan, BPR Tanggo Rajo Perkuat Peran BUMD Dorong Ekonomi Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR