Jakarta, TopBusiness — Menjadi finalis ajang TOP BUMD Awards 2026, PT BPR Pesisir Tanadoang Selayar berhasil menyelesaikan sesi penjurian yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness, Jumat (30/1/2026).
Asrijal Akib, selaku Direktur Utama, yang hadir dalam sesi penjurian ini mengungkap peran BPR Pesisi Tanadoang Selayar sebagai lembaga keuangan daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan.
BPR Pesisir Tanadoang Selayar diketahui telah beroperasi selama kurang lebih 17 tahun. Seiring dengan itu, bank milik daerah ini mencatat kinerja yang stabil, ekspansi layanan yang terukur, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Asrijal Akib, mengatakan bahwa sejak awal pendiriannya, BPR ini memang diarahkan untuk melayani masyarakat pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan formal.
“BPR ini sudah berjalan kurang lebih 17 tahun di Kabupaten Kepulauan Selayar. Alhamdulillah, kami sudah membuka dua kantor kas dan satu kantor cabang. Tahun ini kami akan membuka lagi satu Sentra Pelayanan Keuangan yang berkelanjutan di salah satu kabupaten kepulauan,” ujar Asrijal di hadapan dewan juri.
Fokus Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Asrijal menjelaskan, tantangan utama pengelolaan perbankan di Kabupaten Selayar terletak pada kondisi geografis wilayah yang terdiri dari 11 kecamatan, dengan lima kecamatan berada di wilayah kepulauan yang tersebar dalam beberapa pulau.
“Itulah kendalanya kami mengelola keuangan di kepulauan, karena keterbatasan akses dan jarak antarwilayah,” katanya.
Sejalan dengan latar belakang pendiriannya yang berasal dari program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEM), BPR Pesisir Tanadoang mengusung visi pemberdayaan masyarakat pesisir yang mapan dan mandiri. Visi tersebut diterjemahkan dalam misi pemberian akses pembiayaan yang adil, pelepasan ketergantungan masyarakat dari tengkulak dan rentenir, serta dukungan terhadap program pemerintah daerah MAPAN MANDIRI.
“MAPAN MANDIRI adalah akronim dari Masyarakat Adil dan Makmur Diridai, di bawah rida Ilahi. Ini sesuai dengan karakter masyarakat Selayar yang religius,” jelasnya.
Strategi Bisnis
Dalam menjalankan aktivitas usahanya, BPR Pesisir Tanadoang menghimpun dana masyarakat melalui tabungan dan deposito, kemudian menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit produktif, khususnya kepada UMKM dan pelaku usaha pesisir.
Strategi bisnis yang dijalankan antara lain fokus pada segmen pasar lokal dan UMKM, penguatan produk simpanan dan kredit, peningkatan kualitas layanan, pengelolaan risiko dan kepatuhan, hingga optimalisasi teknologi secara bertahap.
“Produk kami beragam, mulai dari SISUKA, tabungan pelajar Simpel, hingga Tabungan Family 100. Semua kami sesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat,” kata Asrijal.
Dalam penyaluran kredit, manajemen tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian 5C (character, capacity, capital, collateral, condition), namun dengan fleksibilitas yang menyesuaikan kondisi geografis.
“Untuk UMKM kepulauan, kami beri kemudahan, termasuk pencairan di tempat dan kebijakan jaminan yang lebih adaptif, dengan catatan karakter nasabah bagus dan kemampuan bayarnya ada,” ujarnya.
Kinerja Keuangan Stabil dan Terkelola Baik
Berdasarkan penilaian tingkat kesehatan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT BPR Pesisir Tanadoang berada dalam kondisi sehat, stabil, dan terkelola dengan baik sepanjang 2024–2025.
Asrijal menyebutkan bahwa sejak awal operasional, bank ini telah mencapai break even point dan secara konsisten mencatatkan laba.
“Dari awal kami sudah laba terus. Dengan adanya kantor cabang, pencapaian laba kantor pusat juga semakin terbantu,” katanya.
Secara kinerja keuangan, pada periode 2024–2025, bank mencatat penjualan sebesar Rp6,33 miliar pada 2024 dan Rp6,27 miliar pada 2025. Profitabilitas juga menunjukkan perbaikan, dengan ROA meningkat dari 2,03 persen menjadi 2,53 persen. Efisiensi operasional tercermin dari penurunan BOPO dari 89,23 persen menjadi 83,60 persen, sementara NPL Gross membaik dari 9 persen menjadi 6 persen.
“NPL memang belum mencapai standar 5 persen karena adanya beberapa kredit besar yang mengalami perubahan likuiditas. Itulah risiko menyalurkan kredit di wilayah kepulauan,” ungkap Asrijal.
Inovasi Layanan
Guna menjangkau masyarakat yang tersebar di pulau-pulau, BPR Pesisir Tanadoang mengembangkan sejumlah inovasi, antara lain layanan jemput bola atau door to door yang dikenal dengan istilah ATM: Anda Telepon Kami Mengantar.
“Pelayanan Prima ini sangat membantu dana pihak ketiga, karena pedagang pasar tidak lagi harus datang ke kantor BPR,” kata Asrijal.
Selain itu, bank juga merencanakan ekspansi Sentra Keuangan Khusus (SKK) di Kecamatan Pasimarannu, wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Di Pasimarannu, penyaluran kredit kami sudah mencapai Rp5 miliar. Karena itu kami melihat perlu membuka Sentra Keuangan Khusus agar akses layanan semakin dekat,” jelasnya.
Di sisi digital, BPR Pesisir Tanadoang menjalin sinergi dengan Bank Sulselbar untuk layanan host-to-host dan rencana pemanfaatan aplikasi digital di wilayah pulau. Bank ini juga menjalankan layanan keagenan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi debitur.
Kontribusi
Sebagai BUMD, BPR Pesisir Tanadoang juga berkontribusi langsung terhadap pendapatan daerah. Sejak berdiri, bank ini secara konsisten membagikan dividen kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan.
“Sejak berdiri kami selalu memberikan dividen. Kalau dihitung, lebih dari 50 persen modal Pemda sudah kembali dalam bentuk dividen,” ujar Asrijal.
Dalam aspek keberlanjutan, sebanyak 73,68 persen portofolio kredit disalurkan ke sektor ramah lingkungan, khususnya perikanan dan kelautan. Bank juga aktif mendorong inklusi keuangan masyarakat pulau terluar, pemberdayaan UMKM pesisir, serta pembiayaan sektor pangan berbasis protein ikan.
Di internal, penguatan SDM dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, sertifikasi, budaya anti-fraud, hingga penerapan remunerasi berbasis kinerja.
“Kami ingin SDM kami tidak hanya kompeten, tapi juga berintegritas dan siap menghadapi tantangan perbankan berkelanjutan,” tutup Asrijal.
