Jakarta, TopBusiness—PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatatkan kinerja bisnis yang terus meningkat sepanjang 2025, seiring penguatan layanan transportasi publik di Jakaeta. Direktur Utama Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa perusahaan berhasil memerkuat posisi sebagai tulang punggung mobilitas warga Jakarta.
“Hal itu melalui peningkatan pendapatan, jumlah pelanggan, serta kualitas layanan,” kata Welfizon dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2026 (9/2/2026).
Dalam paparannya, Welfizon disertai Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas Transportasi Jakarta, Tjahyadi D.P. Manulang; Kepala Divisi Perencanaan Perusahaan, Manajemen Mutu, dan Risiko Transportasi Jakarta, Muhammad Pandito Pratama; Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR Transportasi Jakarta, Ayu K. Wardhani; Kepala Seksi Komunikasi Transportasi Jakarta, Nur Rohman; dan Tim Humas Transportasi Jakarta.
Welfizon menjelaskan, sepanjang 2025, pendapatan perusahaan mencapai lebih dari Rp4,3 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tahun 2025, Transjakarta berhasil melayani 413 juta pelanggan, meningkat lebih dari 2 kali lipat sejak tahun 2022.
Subsidi per pelanggan turun 14% dibandingkan tahun 2022. Dalam hal cakupan layanan, Transjakarta kini mencatatkan angka di 92,4% dari populasi.
Produktivitas aset Transjakarta meningkat 24% dari tahun sebelumnya, menjadi 6,91%. Hal itu berarti Transjakarta kian optimal dalam pemanfaatan aset jangka panjang untuk menghasilkan pendapatan non-subsidi serta mendukung penguatan kemandirian finansial perusahaan itu.
“Laba bersih 2025 Transjakarta di Rp205 miliar atau naik dari tahun 2024 yang di Rp201 miliar,” Welfizon menjelaskan lagi.
“Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Transjakarta semakin kuat. Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ujar Welfizon.
Dari sisi operasional, perusahaan mengelola 4.869 unit armada yang melayani ratusan rute di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. 470 unit di antara itu merupakan bus listrik, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap transportasi ramah lingkungan dan pengurangan emisi karbon.
Welfizon menambahkan, ekspansi armada listrik menjadi strategi jangka panjang dalam mendukung program pemerintah daerah menuju kota berkelanjutan. Hingga akhir 2025, Transjakarta menargetkan peningkatan jumlah bus listrik secara bertahap hingga mencapai 1.000 unit dalam beberapa tahun mendatang.
Dari sisi tata kelola, Transportasi Jakarta juga mencatatkan skor penilaian Good Corporate Governance (GCG) sebesar 92,8 poin, masuk dalam kategori “sangat baik”. Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan BUMD.
Selain pendapatan operasional, kontribusi subsidi layanan publik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjadi penopang keberlanjutan layanan. Pada 2025, nilai subsidi yang diterima mencapai lebih dari Rp3 triliun, yang digunakan untuk menjaga tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Welfizon, dukungan pemerintah daerah dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan perusahaan. “Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peran sosial sebagai penyedia layanan publik,” katanya.
Ke depan, Transportasi Jakarta menargetkan peningkatan jumlah penumpang hingga 10 persen per tahun, seiring perluasan jaringan, integrasi dengan moda lain, serta pemanfaatan teknologi digital. Pengembangan sistem pembayaran non-tunai, aplikasi layanan terpadu, dan manajemen armada berbasis data menjadi fokus utama perusahaan.
Dengan kinerja positif tersebut, Transportasi Jakarta optimistis dapat terus memperkuat peran sebagai BUMD strategis di sektor transportasi. Perusahaan juga berharap dapat menjadi model pengelolaan transportasi publik bagi pemerintah daerah lain di Indonesia.
“Kami ingin membuktikan bahwa BUMD mampu tumbuh sehat secara bisnis, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Welfizon.
Selain memastikan layanan transportasi yang andal, Transjakarta juga menjalankan mandat Pemprov Jakarta dalam menyediakan layanan yang inklusif melalui Kartu Layanan Gratis (KLG).
Sepanjang 2025, Transjakarta telah melayani 25 juta perjalanan pelanggan KLG. Angka ini meningkat 2,3 kali lipat dalam 2 tahun terakhir, dengan kontribusi sebesar 6% dari total ridership Transjakarta.
