Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Indeks melambung 99,86 poin atau 1,4% ke level 8.131,73, mencerminkan kembalinya optimisme investor setelah beberapa hari pasar bergerak volatil.
Aktivitas transaksi di bursa terpantau sangat ramai. Total volume perdagangan saham mencapai 45,32 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,03 triliun. Tingginya nilai perdagangan ini menunjukkan minat investor untuk kembali masuk ke pasar saham domestik cukup kuat, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Penguatan IHSG hari ini didorong oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Dari sisi eksternal, bursa saham Asia bergerak positif seiring reli di pasar global, termasuk penguatan indeks saham utama di Jepang dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong investor lebih berani mengambil posisi pada aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, sentimen pasar ditopang oleh ekspektasi ekonomi yang tetap stabil di awal 2026. Keyakinan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup solid, terutama karena konsumsi domestik tetap terjaga dan sejumlah sektor strategis menunjukkan kinerja yang membaik.
Selain itu, saham-saham berbasis komoditas turut menjadi motor penggerak indeks. Penguatan harga sejumlah komoditas global mendorong kenaikan saham sektor energi dan barang baku, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan.
Secara teknikal, lonjakan IHSG menandakan adanya momentum rebound yang kuat. Level 8.100 menjadi area psikologis penting yang berhasil ditembus, sehingga membuka peluang penguatan lanjutan dalam jangka pendek. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 7.920–8.000, tren positif dinilai masih berpotensi berlanjut meskipun volatilitas tetap perlu diantisipasi.
Namun demikian, investor masih mencermati sejumlah risiko fundamental, termasuk isu transparansi pasar serta perkembangan sentimen kredit yang sempat membebani pergerakan indeks dalam beberapa waktu terakhir. Meski tekanan tersebut belum sepenuhnya hilang, respons pasar hari ini menunjukkan kekhawatiran mulai mereda.
Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut meningkat. Nilai kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp 14.692 triliun, mencerminkan bertambahnya nilai aset saham yang tercatat di BEI seiring kenaikan harga saham secara luas.
Penguatan IHSG pada perdagangan Selasa ini menjadi sinyal bahwa pasar saham Indonesia masih menarik bagi investor, terutama dengan dukungan transaksi yang kuat dan sentimen eksternal yang lebih kondusif. Meski peluang penguatan lanjutan terbuka, pelaku pasar tetap disarankan mencermati dinamika global dan domestik yang dapat memicu fluktuasi dalam waktu dekat.
