TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BLUD SPAM NTT Bertekad Dongkrak Penghasilan Lewat Optimalisasi Pelayanan

Fauzi
10 February 2026 | 16:24
rubrik: BUMD, Event
BLUD SPAM NTT Bertekad Dongkrak Penghasilan Lewat Optimalisasi Pelayanan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil menyelesaikan sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar hari ini, Selasa (10/2/2026).

Di awal presntasinya, Direktur BLUD SPAM Provinsi NTT, Erasmus Jogo, S.E., M.M., menegaskan keberadaan BLUD SPAM NTT tidak terlepas dari kebutuhan pengelolaan layanan air minum lintas wilayah.

Erasmus, menjelaskan bahwa cikal bakal lembaga ini bermula pada tahun 2009, saat pemerintah pusat menyerahkan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendungan Tilong kepada pemerintah daerah.

“Karena pelayanannya mencakup dua wilayah, yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, maka sesuai regulasi, pengelolaan lintas wilayah kewenangannya berada di provinsi,” ujar Erasmus.

Mengacu pada Undang-Undang Sumber Daya Air dan peraturan pemerintah tentang SPAM, Pemerintah Provinsi NTT kemudian membentuk BLUD SPAM pada tahun 2009 dengan rujukan Permendagri Nomor 61 Tahun 2008, di mana BLUD saat itu diposisikan sebagai lembaga.

Namun, seiring perubahan regulasi melalui Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 yang menegaskan BLUD sebagai sistem, pada tahun 2023 dilakukan penyesuaian kelembagaan dengan pembentukan UPTD SPAM. Meski nomenklatur berubah, sistem pengelolaan BLUD tetap diterapkan.

“UPTD-nya baru terbentuk di tahun 2023, tetapi sistemnya tetap BLUD karena regulasi BLUD mengatur sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan,” jelasnya.

Strategi

BLUD SPAM Provinsi NTT diproyeksi menjadi perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi NTT dengan fokus bisnis utama pada penjualan air minum curah. Berbeda dengan PDAM yang melayani langsung rumah tangga, peran provinsi adalah sebagai penyedia air curah bagi PDAM dan lembaga lainnya.

“Core business kami adalah penjualan air minum curah, bukan langsung ke rumah tangga. Provinsi menjual kepada PDAM maupun lembaga-lembaga yang belum tersuplai PDAM,” kata Erasmus.

BACA JUGA:   BLUD UPTD PALD Kota Bekasi, Bangkit di Tengah Bencana Lingkungan dan Bersiap Jadi BUMD

Visi BLUD SPAM/UPTD SPAM adalah mewujudkan unit kerja yang sehat dan mandiri dengan menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD serta mampu melayani kebutuhan air minum curah yang memenuhi prinsip kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.

“Kualitas air menjadi perhatian utama kami, apalagi kondisi NTT yang topografinya sangat menantang,” ungkap Erasmus.

Visi tersebut diturunkan ke dalam sejumlah misi, antara lain memastikan pemenuhan kebutuhan minimal air minum masyarakat sebesar 100 liter per orang per hari, menjalankan manajemen UPTD SPAM secara efektif, efisien, dan produktif, serta mendukung kebijakan pimpinan daerah dalam penyediaan layanan dasar air minum.

“Sebagai layanan dasar dan wajib, pemenuhan kebutuhan air minum adalah tanggung jawab pemerintah yang harus kami dukung sepenuhnya,” tegasnya.

Dalam menjalankan usahanya, BLUD SPAM mengedepankan pelayanan publik dengan tetap memperhatikan keberlanjutan keuangan. Strategi utama diarahkan pada pengembangan jaringan SPAM di berbagai pulau, seperti Flores, Sumba, dan Timor.

“NTT ini daerah kepulauan dengan topografi ekstrem. Ke depan, target kami membuka cabang atau unit di masing-masing wilayah,” kata Erasmus.

Orientasi usaha BLUD SPAM tetap berpijak pada pelayanan dengan tarif terjangkau, namun cukup untuk menutup biaya operasional agar tidak bergantung pada APBD.

Kinerja dan Tata Kelola

Dari sisi kinerja, BLUD SPAM sempat mengalami tekanan akibat kerugian pada tahun 2020. Namun, tren pemulihan mulai terlihat dalam dua tahun terakhir.

“Target pendapatan 2024 sebesar Rp2 miliar, dan realisasinya mencapai 76,24 persen,” jelas Erasmus.

Pada 2025, dengan penambahan pelanggan baru dan penyesuaian tarif, target pendapatan meningkat menjadi Rp2,5 miliar dan berhasil melampaui target.

“Realisasi 2025 mencapai 125,60 persen dari target pendapatan,” tambahnya.

Meski masih berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, BLUD SPAM mengelola sumber daya manusia secara mandiri, mulai dari rekrutmen hingga pelatihan.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2026: Transformasi BPR Bank Bulungan Jadi Motor Pertumbuhan dan Kebanggaan Daerah

Untuk meningkatkan kinerja, manajemen melakukan penyesuaian jam kerja, penerapan sistem shift, serta perluasan hari operasional hingga Minggu.

“Di 2025 kami beroperasi juga hari Minggu, setelah teman-teman selesai ibadah, pelayanan tetap berjalan,” tutur Erasmus.

Sejak 2021, BLUD SPAM juga aktif meningkatkan kompetensi SDM melalui kerja sama dengan Balai Teknologi Air Minum (BTAM) Bekasi, termasuk pelatihan teknis dan manajerial serta studi banding ke berbagai daerah.

Inovasi dan Digitalisasi Bertahap

Dari sisi inovasi, digitalisasi operasional masih menjadi tantangan karena infrastruktur SPAM Tilong–Tulun dibangun sejak tahun 2000 dan masih menggunakan sistem manual. Erasmus, mengatakan bahwa pipa instalasi pengolahan air yang dikelola oleh BLUD SPAM yang sudah terbentuk sejak tahun, sehingga terkait dengan digitalisasi sampai saat ini belum ada, kita masih menggunakan sistem manual.

“Oleh karena itu, ini menjadi catatan kami juga, bahwa untuk meningkatkan statusnya dari sistem manual ke sistem digital, tentunya kami membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu kami masih terus berkoordinasi juga dengan pemerintah, dengan kepala daerah,” jelasnya.

Namun demikian, pengelolaan keuangan telah sepenuhnya menggunakan sistem digital guna meminimalkan potensi kebocoran.

Kontribusi

BLUD SPAM memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan air dan ketahanan pangan di NTT. Melalui pengelolaan SPAM Tilong–Tulun, layanan air bersih disalurkan ke Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, menopang kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Pemanfaatan kapasitas produksi saat ini baru sekitar 40 persen, sehingga masih ada ruang besar untuk dioptimalkan,” ungkap Erasmus.

Kontribusi tersebut mencakup penyediaan akses air bersih, mitigasi krisis air, pemanfaatan sumber daya air berkelanjutan, serta dukungan terhadap penurunan stunting dan peningkatan produktivitas masyarakat.

Dalam Rencana Strategis Bisnis 2025–2029, BLUD SPAM menargetkan mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai tahun ketiga operasional.

BACA JUGA:   Jadi Local Champion, Bank Wonosobo Pacu Transformasi Digital dan Kinerja Bisnis

“Di tahun kedua kami targetkan break even point, dan di tahun ketiga baru mulai setor PAD,” jelas Erasmus.

Saat ini, BLUD SPAM telah mampu membiayai operasional secara mandiri. Tantangan ke depan antara lain optimalisasi kapasitas SPAM Tilong–Tulun sebesar 150 liter per detik, perluasan kerja sama dengan pemerintah kabupaten, serta pembangunan reservoir induk untuk meningkatkan efisiensi sistem distribusi.

“Kalau pelayanan (kapasitas) ini bisa dioptimalkan, saya pastikan UPTD SPAM punya penghasilan yang cukup besar,” pungkasnya.

Tags: BLUD SPAM NTTTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Sesi Penutupan Perdagangan Saham Selasa, IHSG Menguat

Next Post

Besok, BEI Buka Perdagangan LION

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR