Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum atau Perumdam Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terus memperkuat langkah transformasi perusahaan melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta mitigasi risiko secara menyeluruh.
Upaya ini dilakukan untuk menjadikan Perumdam Tirta Lawu sebagai perusahaan daerah yang sehat, profesional, efisien, serta mampu menghasilkan laba signifikan demi meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menjadi kebanggaan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumdam Tirta Lawu, Budi Hartono, menegaskan bahwa perusahaan masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam menekan angka kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW).
“Target terdekat kami adalah menekan NRW hingga di bawah 20 persen. Dengan penurunan 1 persen saja, perusahaan bisa menghemat potensi kehilangan pendapatan hingga miliaran rupiah,” ujar Budi di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, Selasa (10/2/2026).
Menurut Budi, Perumdam Tirta Lawu telah menyusun peta jalan (road map) lima tahun serta rencana kerja tahunan sebagai pedoman penguatan kinerja perusahaan.
Seluruh potensi ancaman bisnis dan risiko operasional dipetakan dalam sistem mitigasi, termasuk penyusunan dashboard pemantauan risiko agar manajemen dapat mengendalikan potensi kerugian secara lebih terukur.
“Mitigasi risiko wajib dilakukan agar kita tahu ancaman yang bisa berdampak pada perusahaan. Setelah dipetakan, risikonya harus dikelola dengan baik,” jelasnya.
Budi menyampaikan bahwa tren NRW Perumdam Tirta Lawu terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
- Tahun 2021: 32,21%
- Tahun 2022: 28,53%
- Tahun 2023: 25,52%
- Tahun 2024: 24,44%
- Tahun 2025: 23,24%
Perusahaan menargetkan NRW turun hingga di bawah 20 persen pada 2026, mendekati standar ideal Kementerian PUPR sebesar 15 persen.
Saat ini Perumdam Tirta Lawu telah melayani penyediaan air bersih di 17 kecamatan, dengan dua kecamatan yang masih dalam tahap pemenuhan layanan.
Dalam mendukung efisiensi operasional, Perumdam Tirta Lawu juga menerapkan teknologi digital, di antaranya:
- SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)
- GIS (Geographic Information System)
Pemanfaatan teknologi ini dinilai mampu meningkatkan akurasi data dan pengambilan keputusan berbasis informasi terukur.
Hingga tahun 2025, jumlah pelanggan Perumdam Tirta Lawu telah mencapai 81.686 pelanggan dan terus bertumbuh setiap tahun.
Penambahan sambungan rumah (SR) tercatat sebagai berikut:
- 2020: 1.974 SR
- 2021: 6.185 SR
- 2022: 2.812 SR
- 2023: 2.317 SR
- 2024: 1.620 SR
- 2025: 2.783 SR
“Kinerja pelanggan kami terus bertumbuh, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” ungkap Budi.
Kinerja Keuangan dan Target Laba Lebih Besar
Dari sisi keuangan, Perumdam Tirta Lawu mencatatkan pendapatan usaha tahun 2025 sebesar:
- Pendapatan air: Rp 69,963 miliar
- Pendapatan non-air: Rp 453,578 juta
- Laba bersih: Rp 3,306 miliar
Budi menilai laba tersebut masih perlu ditingkatkan melalui efisiensi biaya dan penguatan pendapatan di tahun 2026.
Selain operasional, Perumdam Tirta Lawu juga menerapkan digitalisasi pada berbagai sistem internal, seperti:
- Billing System
- Catat meter digital
- Akuntansi
- Penggajian dan absensi
- Persediaan stok barang
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun tata kelola modern.
Perumdam Tirta Lawu juga menjalankan program kepedulian lingkungan, termasuk penghijauan rutin di kawasan lereng Gunung Lawu serta daerah rawan bencana hidrologi.
“Kami wajib menjaga alam agar ketersediaan air tetap terjaga dan mencegah bencana seperti longsor,” tegasnya.
Budi menegaskan, Perumdam Tirta Lawu berkomitmen menjadi perusahaan profesional yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami akan membangun Perumdam Tirta Lawu menjadi perusahaan profesional dengan tata kelola yang baik dan memberi kemaslahatan bagi masyarakat. Semoga menjadi kebanggaan Pemkab Karanganyar,” pungkasnya.
