Jakarta, TopBusiness – PT Sarana Pembangunan Riau atau SPR berkomitmen untuk terus memberikan kontribusinya dalam bentuk pembagian dividen kepada Pemerintah Provinsi Riau. Ini sebagai katalis peran perusahaan dalam rangka mempercepat pembangunan daerah.
Saat sesi pemaparan materi presentasi berjudul ‘Tata Kelola dan Digitalisasi Dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD’, Direktur SPR Fuady Noor, SE, MM, menyinggung soal pemberian dividen kepada pemegang saham.
“Untuk dividen bahwa kita, PT SPR terus meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah dalam bentuk setoran dividen kepada pemegang saham. Dalam hal ini pemegang saham utama kami adalah Pemerintah Provinsi Riau. Dapat dilihat dari tahun ke tahun itu selalu meningkat,” kata Fuady di depan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025 secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, hari ini.
Bahkan dirinya merinci beberapa pemberian dividen yang telah diserahkan oleh SPR, seiring dengan peningkatan laba bersih perusahaan. “Tahun 2021, realisasi laba Rp 4,376 miliar dan dividen yang disetorkan kepada Pemprov adalah Rp 1,276 miliar. Kemudian di tahun 2022, realisasi laba Rp 3,890 miliar dengan dividen yang disetorkan kepada Pemda adalah Rp 1,600 miliar. Di tahun 2023, dividen yang kita setorkan adalah Rp 2,050 miliar. Kemudian di tahun 2024 senilai Rp 2,100 miliar,” kata dia.
Sejatinya kontribusi perusahaan dalam bentuk pemberian dividen adalah hasil kinerja operasional di berbagai bidang yang telah dijalankan oleh perusahaan. Pertama, produksi minyak mentah atau crude oil di Wilayah Kerja Langga. Kedua, proyek sistem penyediaan air minum atau SPAM Regional Pekanbaru-Kampar dengan kapasitas 1.000 Liter per detik. Ketiga, industri pengolahan padi di Pabrik Rice Processing Complex (RPC) Rokan Hilir. Terakhir, usaha pemanfaatan hutan.
Menurut Fuady, kinerja tahun 2024 di triwulan III untuk produksi dan lifting minyak mentah/crude oil masih mendekati asumsi RKAP 2024 yaitu sebesar 508,30 Barrel of Oil Per Day (BOPD), harga minyak mentah (ICP) rata-rata masih di bawah asumsi rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2024 sebesar US$85,91/Barrel per hari.
Selanjutnya, SPR mencatat Jumlah pelanggan (sambungan langganan/SL) SPAM Pekanbaru-Kampar hingga bulan September 2024 adalah sebanyak 1.325 SL, terdiri dari 319 SL berada di Kota Pekanbaru dan 1.006 SR berada di Kabupaten Kampar. “Jumlah pelanggan atau sambungan langsung. Artinya, SPAM ini sudah sampai ke masyarakat,” ujar dia.
Sementara itu, di bidang usaha pemanfaatan hutan. PT SPR Trada masih dalam tahap pengurusan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), dimana “Trada I” seluas 5.178 Hektar, berlokasi di Kabupaten Kampar dan Siak, dengan jenis usaha Pemanfaatan Kayu. Progres perizinan hingga bulan September 2024. Pertama, perusahaan telah mendapat persetujuan komitmen dari BKPM RI. Kedua, telah memenuhi komitmen pembuatan batas koordinat. Ketiga, telah menyelesaikan dokumen AMDAL, dan saat ini masih menunggu surat persetujuan lingkungan.
Namun begitu, SPR Trada mempunyai permasalahan utama yakni sebagian lahan yang telah diterbitkan perizinan Perhutanan Sosial lebih kurang 1.600 Ha di Blok 1. Kemudian, di Blok 2, terjadi pencurian kayu dan adanya upaya pihak lain untuk mengajukan izin di lokasi yang sama.
Pengurusan PBPH “Trada II” seluas 15.303 Hektar, berlokasi di Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Kota Dumai, belum bisa dilanjutkan karena masih fokus penyelesaiaan PBPH Trada I.
Lanjut kegiatan usaha perdagangan komoditas pangan strategis. Dalam hal ini, komoditi beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, cabe, bawang merah, bawang putih. PT SPR Trada juga ikut serta dalam kegiatan Operasi Pangan Murah bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Bank Indonesia.
Dikatakan Fuady, untuk PT SPR Cipta Lestari dengan bidang usaha pemanfaatan hutan. Luas 5.831 Ha, berlokasi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Dalam hal ini, perusahaan telah memperoleh persetujuan komitmen dari KLHK/BKPM RI, diikuti telah memenuhi pembuatan batas koordinat, dan dalam tahap penyusunan dokumen AMDAL atau telah memperoleh validasi permohonan KA ANDAL dan persetujuan KA ANDAL.
Kendati begitu, perusahaan masih memiliki permasalahan. Seperti, pengambilan data dan survei lokasi tertunda karena adanya bencana banjir, diikuti harus melakukan penyesuaian akibat adanya perubahan fungsi ekosistem gambut pada areal PBPH, sehingga penyusunan AMDAL masih menunggu kepastian peruntukan fungsi ekosistem gambut pada areal tersebut, dan penyelesaiaan permasalahan sosial masyarakat sekitar areal PBPH.
Selain itu, SPR Cipta Lestari mengikuti kegiatan pemantauan lingkungan di perusahaan migas bermitra dengan perusahaan yang telah berpengalaman. PT SPR Cipta Lestari pada tahun 2024 juga mencoba mengikuti tender dengan nilai pekerjaan yang lebih besar, namun belum berhasil karena keterbatasan kemampuan teknis, pengalaman, dan modal.
Atas kinerja operasional dan layanan, SPR mendapatkan laba di triwulan III Tahun Buku 2024. “Pencapaian triwulan III Tahun Buku 2024. Dapat dilihat di sini, laba dalam RKAP 2024 adalah Rp 4,483 miliar. realisasi laba triwulan III Tahun 2024 adalah Rp 2,150 miliar. Tapi prognosa di tahun 2024 ini ditargetkan adalah Rp 8,418 miliar,” pungkas Fuady.
