TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PAM Kota Padang Pulihkan 99% Layanan Air Bersih Pascabanjir, Perkuat Sistem Mitigasi

Editor
12 February 2026 | 17:28
rubrik: BUMD, Business Info
PAM Kota Padang Pulihkan 99% Layanan Air Bersih Pascabanjir, Perkuat Sistem Mitigasi

Direktur Utama PAM Kota Padang Hendra Pebrizal bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau fasilitas SPAM pascabencana banjir di Sumatera Barat. (Foto: Dok. PAM Kota Padang)

Jakart, TopBusiness — Banjir besar yang melanda Sumatera pada akhir 2025 memberi pukulan serius terhadap layanan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air minum. Di Sumatera Barat, Perumda Air Minum (PAM) Kota Padang menjadi salah satu operator sistem penyediaan air minum (SPAM) yang terdampak paling berat, setelah bencana melumpuhkan hampir seluruh layanan akibat kerusakan jaringan pipa, intake, dan instalasi pengolahan air (IPA).

Direktur Utama PAM Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan sekitar 90 persen pelanggan sempat tidak terlayani pada fase awal bencana. Kerugian ditaksir mencapai Rp45 miliar, mencakup rusaknya sembilan intake serta sekitar dua kilometer jaringan pipa yang hanyut terbawa arus. Selain infrastruktur, sekitar 40 pegawai perusahaan juga terdampak langsung oleh banjir.

Namun melalui penanganan darurat yang cepat dan terkoordinasi lintas pihak, layanan air bersih kini telah pulih hingga 99 persen. Dari sekitar 129 ribu sambungan rumah aktif, tersisa sekitar 1.256 pelanggan yang belum terlayani normal.

“Sekitar satu persen wilayah belum bisa disambung kembali karena jembatan menuju IPA hanyut, termasuk jembatan pipa distribusinya. Namun untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, kami menyalurkan air bersih gratis melalui mobil tangki, menyediakan lebih dari 100 titik tap air umum, serta memberikan diskon 50 persen pada blok pemakaian pertama bagi sekitar 90 ribu pelanggan terdampak,” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Meski pemulihan berlangsung cepat, tantangan teknis masih dirasakan, terutama di IPA Gunung Pangilun berkapasitas 500 liter per detik. Air baku yang masih keruh akibat proses normalisasi di hulu membuat produksi belum optimal. Saat ini pemanfaatan kapasitas baru sekitar 70–80 persen sehingga tekanan air di wilayah ujung jaringan belum maksimal.

BACA JUGA:   Bidik Generasi Muda, DADA Kembangkan Hunian Modern Ramah Kantong

Pada masa tanggap darurat, PAM menerapkan strategi fleksibel berbasis kondisi lapangan. Mengacu target Kuasa Pemilik Modal agar layanan pulih sebelum 31 Desember 2025, perusahaan berhasil mengoperasikan sejumlah IPA dan intake darurat pada 24 Desember 2025. Salah satu langkah taktis adalah strategi “kanibal pipa”, yakni memanfaatkan material yang masih layak untuk mempercepat pemulihan aliran air ke rumah warga.

Memasuki fase rehabilitasi permanen, PAM Kota Padang bersama Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat sistem penyediaan air minum secara menyeluruh. Program ini meliputi pembangunan IPA baru, penggantian instalasi lama, penguatan jaringan distribusi, hingga pembangunan reservoir guna meningkatkan ketahanan sistem terhadap bencana hidrometeorologi.

Perusahaan juga memperoleh dukungan proyek multiyears dengan total nilai hampir Rp800 miliar. Di antaranya pembangunan IPA Taban 3 berkapasitas 200 liter per detik lengkap dengan reservoir 3.000 meter kubik dan pipa DN 600 sepanjang 19 kilometer senilai Rp308 miliar, serta pembangunan IPA baru Gunung Pangilun berkapasitas 500 liter per detik dengan reservoir sekitar Rp440 miliar.

“Dengan total dukungan hampir Rp800 miliar ini, kami berharap risiko bencana ke depan dapat dimitigasi secara signifikan. Banjir kemarin merupakan kejadian luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya di Kota Padang,” kata Hendra.

Ia menambahkan, mitigasi nonstruktural juga menjadi fokus, terutama perlindungan kawasan hulu. Menurutnya, IPA Sikayan berkapasitas 140 liter per detik tetap beroperasi normal selama banjir karena kawasan hulunya terjaga, sehingga gangguan layanan dapat diminimalkan meski cuaca ekstrem terjadi.

Dari sisi keuangan, dampak bencana masih terasa. Daftar rekening ditagih (DRD) pascabanjir turun sekitar Rp5,5 miliar dibanding bulan sebelumnya akibat terganggunya produksi air pada akhir November hingga akhir Desember. Namun manajemen optimistis kinerja akan membaik mulai Februari, dengan penurunan DRD diperkirakan bisa ditekan hingga sekitar Rp1 miliar seiring stabilnya layanan di kisaran 97–99 persen.

Tags: banjir sumatera 2025PAM Kota PadangPerumda Air Minum Kota Padang
Previous Post

Kinerja Melesat, RSUD TBSI Kubu Raya Perkuat Peran sebagai Penggerak Pembangunan Kesehatan Daerah

Next Post

Dari Digitalisasi hingga Layanan MBR, Doni Novriedi Buktikan Tirta Sanjung Buana Konsisten Sehat dan Berprestasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR