TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Didorong Kebutuhan, Orang RI Banyak yang Kerja di Masa Pensiun

Achmad Adhito
19 February 2026 | 08:17
rubrik: Business Info
Perintis Triniti Gaet Kredit Puluhan  Miliar dari Bank Mandiri

Sumber Ilustrasi Foto: Freepik

Jakarta, TopBusiness—Indonesia menghadapi kesenjangan dalam hal pensiun menurut survei terbaru Sun Life di Asia. Meski banyak orang yang terus bekerja di masa pensiun karena pilihan pribadi, banyak yang harus bekerja karena tekanan kebutuhan.
“Temuan ini menggarisbawahi kesenjangan yang meningkat dalam hal kesiapan pensiun dan kebutuhan mendesak akan perencanaan keuangan jangka panjang,” kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wijoyo, dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness, belum lama ini.

Indonesia kini tengah menghadapi perubahan demografi, dengan sekitar 30,9 juta penduduk memasuki usia 60+ pada 2023 (11,1% dari total populasi) dan diproyeksikan meningkat ke angka 64,9 juta pada 2050 atau 20,5% dari populasi (ESCAP, 2023).

Perubahan ini, dikombinasikan dengan perencanaan pensiun yang kerap ditunda serta meningkatnya ketergantungan pada AI yang digunakan secara mandiri, berpotensi memperlebar kesenjangan kesiapan pensiun.

Survei Sun Life yang berjudul “Membayangkan Kembali Pensiun: Kesenjangan Pensiun di Asia / Retirement Reimagined: Asia’s Retirement Divide” menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun. Bagi sebagian orang hal ini mencerminkan keinginan akan fleksibilitas dan kesejahteraan.

Responden menyebut rasa memiliki tujuan dan pemenuhan diri (48%), menjaga hubungan sosial (48%), dan stimulasi mental (36%) sebagai alasan untuk tetap bekerja.

Namun bagi sebagian lainnya, hal ini mencerminkan tekanan finansial: 71% mengatakan mereka membutuhkan penghasilan tambahan untuk mendukung biaya hidup sehari-hari dan keamanan finansial jangka panjang.

Albertus Wiroyo mengatakan: “Kami melihat dua realitas yang berbeda. Bagi mereka yang siap, bekerja lebih lama, bisa menjadi pilihan yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan.”

Sementara bagi yang lain, bekerja lebih lama mencerminkan tekanan keuangan yang dihadapi. “Merencanakan pensiun lebih awal dan secara menyeluruh adalah penentu realitas mana yang akan dijalani.”

BACA JUGA:   Radja Hadir di Biznet Festival Yogyakarta
Tags: kerja di masa pensiunperencanaan pensiunsurvei sun life
Previous Post

IHSG Diperkirakan Naik Hari Ini

Next Post

IHSG Dibuka Mendaki ke Level 8.357

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR