Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perekonomian Rakyat Sipora (BPR Sipora) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Pulau Sipora, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.
Sebagai satu-satunya badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Mentawai di sektor perbankan, BPR Sipora berperan aktif dalam mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sepanjang tahun 2024, BPR Sipora mencatat realisasi penyaluran kredit kepada masyarakat sebesar Rp20.826.315 ribu dari target Rp21.472.137 ribu atau mencapai 96,99 persen dari rencana bisnis. Sementara pada tahun 2025, realisasi kredit kembali menunjukkan tren positif dengan total penyaluran sebesar Rp22.167.814 ribu dari target Rp22.564.370 ribu atau sekitar 97 persen. Hingga saat ini, total debitur kredit tercatat sebanyak 760 rekening.
Direktur Kepatuhan BPR Sipora, Novitri Yossi, menegaskan bahwa keberadaan BPR Sipora memiliki peran strategis dalam menopang roda perekonomian di wilayah kepulauan tersebut.
“Kami merupakan satu-satunya badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Mentawai. Pulau Sipora sendiri merupakan pulau terbesar sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Mentawai. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah,” ujarnya dalam sesi presentasi kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring melalui rapat zoom, Selasa (24/2/2026).
Sebagai bank perekonomian rakyat, BPR Sipora menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada penyediaan produk dan layanan sesuai kebutuhan masyarakat. Layanan perbankan dirancang agar mudah diakses serta mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha lokal.
Wilayah Mentawai sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan dunia, terutama untuk olahraga selancar. Kepulauan ini menjadi tujuan favorit peselancar internasional karena memiliki ombak kelas dunia. Namun, Novitri mengungkapkan bahwa potensi besar sektor pariwisata tersebut belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal.
Menurutnya, sejumlah resort di kawasan Sipora dimiliki dan dioperasikan oleh pihak asing dengan segmentasi pasar kelas atas. Kondisi ini membuat perbankan lokal, termasuk BPR Sipora, belum dapat menjalin kerja sama secara langsung dalam pembiayaan usaha tersebut.
“Kami belum bisa masuk dalam kerja sama dengan resort-resort asing tersebut. Namun demikian, para nasabah BPR Sipora menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan bahan makanan bagi resort-resort di kawasan Sipora,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan kapal-kapal pesiar mewah yang rutin berkunjung ke perairan Kepulauan Sipora. Sayangnya, sebagian besar penumpang kapal tidak turun ke daratan sehingga perputaran ekonomi masyarakat tidak mengalami dampak signifikan.
“Kebutuhan wisatawan di atas kapal umumnya telah dipasok dari luar, sehingga masyarakat lokal belum merasakan pertumbuhan ekonomi yang optimal dari kunjungan tersebut,” tambahnya.
Untuk itu, BPR Sipora berharap adanya dukungan lebih kuat dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, serta dinas terkait, khususnya sektor pariwisata, agar setiap kapal pesiar yang berlabuh dapat mendorong aktivitas ekonomi di darat.
“Kami berharap ada kebijakan yang memungkinkan wisatawan turun ke darat sehingga masyarakat dapat merasakan langsung dampak ekonomi dari sektor pariwisata. Sebagai badan usaha daerah, kami akan terus memberikan dukungan kepada pengusaha kecil dan mikro agar mereka bisa menikmati peluang dari keunggulan pariwisata Mentawai,” tegas Novitri.
Dengan capaian kinerja yang konsisten dan komitmen dalam pemberdayaan UMKM, BPR Sipora optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mentawai secara berkelanjutan.
