Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Rembang (Perseroda) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025. Bank milik Pemerintah Kabupaten Rembang ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 148,8 persen, dari Rp404,8 juta pada tahun 2024 menjadi Rp1,007 miliar.
PT BPR Bank Rembang (Perseroda) adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rembang yang 100% sahamnya dimiliki Pemkab. Sebagai BUMD dan juga entitas bisnis, dalam aktivitasnya, BPR Bank Rembang secara umum, yakni menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka, serta menyalurkannya kembali sebagai kredit (pinjaman), terutama untuk mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun perorangan.
Bank ini memiliki sejarah panjang sejak 10 Oktober 1961 sebagai PD BPR Bank Pasar, dan telah bertransformasi sesuai dengan dinamaika dan tuntutan perubahan kemajuan pasar melalui modernisasi kelembagaan, dan pada 11 Maret 2020 resmi berubah menjadi PT BPR Bank Rembang (Perseroda) sebagai bentuk penguatan tata kelola dan struktur bisnis.
Saat ini, bank telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menjadi peserta penjamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga menjamin keamanan dana nasabah. Sebagai BUMD, perusahaan juga terus berupaya meningkatkan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mencatat kinerja yang terus membaik, tahun ini untuk pertama kalinya, BPR Bank Rembang masuk nominasi mengikuti ajang wawancara penjurian untuk penghargaan TOP BUMD Awards 2026. Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Direktur Utama, PT BPR Bank Rembang (Perseroda) Ahmad Nawawi, S.E. dengan materio presentasi berjudul “Inovasi BUMD Dalam Pembangunan Berkelanjutan”.
Turut hadir dari PT BPR Bank Rembang dalam wawancara pejurian ini, di antaranya Karyono Eko Priya Santosa, S.E. (Direktur Umum dan Kepatuhan), Dewienta Dwianawati, S.E. (Kepala Divisi Operasional), Miftackur Rochman, S.E.(PE Audit Internal), Heri Sulistyawan, S.E. (Kepala Divisi Bisnis), Dhira Ayu Primastuti, S.Pd.(Kasi Analis Kredit), Fidya Satria Aji, S.Pd. (Kasi Penyelesaian Kredit Bermasalah), Novita Setyo Utomo, S.I.Kom (PE Kepatuhan, Manajemen Risiko, dan APU PPT). Kemudian, Izzaty Kini Safitri, S.Pd. (Kasi Kredit), Dian Novitasari, S.Pd. (Kasi Pelayanan dan Akuntansi), Agung Hery Wibawa, S.Kom.(Kasi Pelaporan dan TI), serta Erlinda Gaselawati, Amd. Keb.(Kasi Dana).
Sedang tim juri penilai terdiri Prof. DR. Satya Arinanto (Guru Besar FH Universitas Indonesia /UI), Wahyu Setiaji (Dewan Pakar Asosasi Daerah Penghasil Migas dan EBTK), Ina Sawitri (Senior Business Comnsultant Yayasan Pakem), dan Ahmad Churi Managing Editor ItWorks MSI-sekaligus sebagai moderator).
Di depan tim juri, Ahmad Nawawi mengawali presentasinya dengan memaparkan sekilas profil perusahaan dan visi misi-nya. Selain mempresentasikan juga capaian kinerja usaha, serta strategi inovasi baru, di antaranya berbasis teknologi digital, untuk kemudahan sistem layanan, sekaligus kesiapan memasuki era digital yang kian tak terbendung di tengah kemajuan dan tuntutan layanan yang lebih modern di tengah masyarakat.
“Untuk pengembangan sistem digital, kami sedang membangun aplikasi SEMAR by Bank Rembang, yang dibangun untuk lebih memudahkan nasabah mengakses informasi dan melakukan transaksi perbankan secara mudah, cepat, aman, dan praktis tanpa harus datang ke kantor,” ungkapnya.
Secara bisnis, PT BPR Bank Rembang (Perseroda) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025. Bank milik Pemerintah Kabupaten Rembang ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 148,8 persen, dari Rp404,8 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp1,007 miliar.
“Peningkatan kinerja tersebut tak lepas dari kerja keras tim dan juga konsistensi transformasi bisnis yang kami lakukan. Pertumbuhan laba ini bukan hanya soal angka, tetapi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah kepada Bank Rembang sebagai mitra keuangan yang sehat dan professional. Kenaikan laba usaha juga berdampak pada peningkatan kontribusi dividen kepada Pemerintah Kabupaten Rembang, di antaranya kami dipercaya menangani pay roll/ penggajian PPPK pada PT BPR sebanyak 928 pegawai PPPK,” ujarnya.
Fokus UMKM dan Kredit Berkualitas
Ahmad Nawawi menegaskan, pembiayaan UMKM tetap menjadi tulang punggung strategi bisnis perseroan. Penyaluran kredit difokuskan pada pelaku usaha mikro dan kecil, serta kredit pegawai dengan sistem potong gaji guna menjaga kualitas portofolio tetap sehat.“Kami tetap menerapkan prinsip prudential banking dan analisis kredit yang selektif. Pertumbuhan harus sejalan dengan kualitas aset yang terjaga,” katanya.
Akselerasi Digital Lewat Aplikasi SEMAR
Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan. Sejak Oktober 2023, bank meluncurkan aplikasi SEMAR (Sistem Keuangan Elektronik Masyarakat Rembang) yang memungkinkan pembukaan rekening online, transfer, pembayaran tagihan, hingga monitoring transaksi secara real time.
Selain itu, layanan Bank Rembang Digital dan Virtual Account (VA) memperkuat kemudahan transaksi bagi instansi, sekolah, aupun pelaku usaha. “Digitalisasi kami arahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas inklusi keuangan, terutama di wilayah pedesaan,” tambah Ahmad Nawawi.
Sejak Januari 2024, bank juga mengimplementasikan sistem terintegrasi internal untuk administrasi, monitoring transaksi, analitik, pelaporan real time, dan manajemen risiko guna mempercepat pengambilan keputusan.
Di sisi layanan, Bank Rembang tetap mengedepankan strategi jemput bola melalui door to door service, pick up service, dan mobil kas keliling untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
Program One Day Service untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBBP2) di tingkat kecamatan menjadi salah satu inovasi pelayanan sosial yang mendapat respons positif masyarakat.
Berbagai program literasi dan inklusi keuangan juga digencarkan untuk memperluas basis nasabah ritel, UMKM, dan pelajar.
Dari sisi internal, Bank Rembang menerapkan sistem manajemen kinerja berbasis Key Performance Indicator (KPI) dengan skema reward dan punishment yang transparan.
Pelatihan dan sertifikasi perbankan bagi karyawan, serta workshop kepemimpinan dan manajemen risiko bagi direksi dan komisaris, dilakukan untuk memastikan strategi bisnis berjalan optimal.“Kami ingin Bank Rembang tumbuh tidak hanya besar secara aset dan laba, tetapi juga kuat dalam tata kelola, SDM, dan keberlanjutan,” tegasnya.
Dengan capaian laba yang melonjak signifikan serta penguatan digitalisasi dan tata kelola, Bank Rembang optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai bank masyarakat Rembang yang sehat, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Adapun Top BUMD Awards merupakan ajang corporate rating (penilaian), pembelajaran, sekaligus untuk penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD Terbaik di Indonesia, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan/ improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan Majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti LKN Astacita, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran Bandung, Unoversitas Diponegoro Semarang, serta beberapa lembaga lainnya.
