TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SMI Siapkan Obligasi Rp 8–10 Triliun, Buka Peluang Partisipasi Publik Biayai Infrastruktur

Nurdian Akhmad
4 March 2026 | 14:54
rubrik: Ekonomi
JSMR: Jalan Tol Jakarta-Tangerang Jadi Urat Nadi Transportasi Modern

Ruas tol Jakarta-Tangerang. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp8 triliun hingga Rp10 triliun pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperluas sumber pembiayaan pembangunan nasional. Berbeda dari penerbitan sebelumnya yang didominasi investor institusi, instrumen ini dirancang agar dapat diakses oleh masyarakat luas.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, mengatakan penerbitan obligasi tersebut menjadi langkah penting untuk menghubungkan masyarakat secara langsung dengan agenda pembangunan jangka panjang di Indonesia.

“Rencana peluncuran instrumen investasi ini merupakan langkah untuk memperluas partisipasi publik dan menghubungkan masyarakat secara langsung dengan agenda pembangunan nasional yang berorientasi jangka panjang,” ujar Reynaldi dalam konferensi pers di kantor PT SMI, Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, dana yang dihimpun dari obligasi ini tidak hanya akan disalurkan untuk pembiayaan proyek infrastruktur semata, tetapi juga diarahkan pada program-program yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur.

Sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, PT SMI secara konsisten aktif menghimpun pendanaan melalui pasar surat utang domestik. Berbagai instrumen telah diterbitkan, mulai dari green bond, sustainability bond, sukuk mudharabah hingga zero-coupon bond yang diluncurkan pada 2025.

Hingga 2025, total dana yang berhasil dihimpun melalui penerbitan surat utang domestik telah melampaui Rp50 triliun. Namun, mayoritas investor masih berasal dari kalangan institusi seperti perbankan, dana pensiun, dan perusahaan asuransi.

Menurut Reynaldi, melalui penerbitan obligasi yang dapat diakses publik, perseroan ingin memperluas basis investor sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Dana dari obligasi ini akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA:   Harga Minyak Terdongkrak

Sementara itu, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, menuturkan bahwa penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi pendanaan perusahaan.

“Terkait dengan rencana penerbitan obligasi tahun 2026 ini di kisaran Rp8–10 triliun untuk penerbitannya,” ujar Aradita dalam media briefing di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan, PT SMI sebelumnya juga telah menerbitkan obligasi tematik seperti sustainability bond, yang mendapat respons positif dari investor. Tingginya minat investor terhadap instrumen berbasis keberlanjutan menjadi sinyal kuat bahwa pasar semakin terbuka terhadap pembiayaan berkelanjutan.

“Minat investor terhadap tematik bond masih cukup baik. Baik dari masyarakat maupun institusi, waktu kami menerbitkan sustainability bond sebelumnya responsnya cukup positif,” jelas Aradita.

PT SMI sendiri telah memperoleh peringkat kredit nasional tertinggi AAA dari PEFINDO. Peringkat ini dinilai memperkuat posisi perusahaan dalam mengembangkan ekosistem pembiayaan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Ke depan, perusahaan akan terus memperluas sumber pendanaan, tidak hanya melalui kerja sama dengan lembaga keuangan dan pemerintah, tetapi juga dengan membuka ruang partisipasi publik dalam mendukung pembiayaan infrastruktur nasional.

“Dengan portofolio pembiayaan yang menghasilkan multiplier effect besar terhadap perekonomian, kami berkomitmen memastikan setiap upaya pendanaan tetap relevan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan,” tutur Aradita.

Tags: PT Sarana Multi Infrastruktur
Previous Post

BEI dan KSEI Terbitkan Informasi Kepemilikan Saham Emiten di Atas 1%

Next Post

Kinerja Tumbuh Positif, BPR Bank Kudus Perkuat Peran dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR