TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perang Dagang AS-China Mereda, Wall Street Menguat

Nurdian Akhmad
5 April 2018 | 08:47
rubrik: Business Info
Perang Dagang AS-China Mereda, Wall Street Menguat

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Bursa saham Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Rabu (4/4/2018) karena investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan emiten dan menjauhi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang menimbulkan kekacauan dalam perdagangan sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 230,94 poin atau 0,96% ke level 24.264,30, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 30,24 poin atau 1,16% ke 2.644,69 dan Nasdaq Composite menguat 100,83 poin atau 1,45% ke 7.042,11.

Setelah investor melakukan aksi jual di awal sesi menyusul usulan tarif balasan dari China, kekhawatiran mengenai kemungkinan perang perdagangan mereda pada sore hari setelah penasihat ekonomi Donald Trump, Larry Kudlow, mengatakan pemerintah sedang dalam “negosiasi” dengan China.

Investor mengatakan mereka terhibur oleh fakta bahwa tarif apapun tidak akan berpengaruh segera. Para analis juga menyebutkan kenaikan S&P di atas level support teknis utama dan mengharapkan saham naik lebih lanjut pada musim laporan kinerja emiten kuartal pertama, yang akan dimulai pada pertengahan April.

“Kami mulai merasa bahwa walaupun pasar membenci ketidakpastian, tindakan Trump dalam hal perdagangan tidak separah apa yang dikatakannya,” kata Robert Phipps, direktur di Per Stirling Capital Management, seperti dikutip Reuters.

Indeks S&P dibuka di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, level teknis utama, tetapi menguat tipis saat sesi berlangsung, dan berada di wilayah positif menjelang akhir perdagangan.

Pergerakan tersebut menandai pertama kalinya indeks S&P menunjukkan penguatan selama dua hari berturut-turut sejak awal Maret.

Meskipun ada perubahan besar dalam saham, aktivitas perdagangan saham AS masih diredam karena ekspektasi laba emiten yang kuat memadamkan dorongan untuk memuat kontrak yang menguntungkan dari lonjakan volatilitas pasar.

BACA JUGA:   IHSG Diramal Menguat Tunggu Deal AS-China

Sektor teknologi naik 1,4% dengan hanya dua sahamnya berakhir di wilayah negatif termasuk Facebook Inc, yang terpukul setelah berita bahwa CEO perusahaan akan bersaksi di Kongres atas skandal privasi data.

Boeing menjadi hambatan terbesar pada indeks Dow Jones karena paparannya ke China, dan mengakhiri hari jauh dari posisi terendah dengan penurunan 1%. Perusahaan mesin pertanian Deere & Co berakhir turun 2,9% karena dapat dirugikan oleh tarif impoor China jika ekspor pelanggannya dikekang.

Tags: perang dagang china-ASwall street
Previous Post

Pasar Saham Bergairah, Harga Emas Jeblok

Next Post

Sentimen Positif Wall Street, IHSG Terkerek 0,6%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR