Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Jumat (13/3/2026) melemah tipis seiring aksi ambil untung investor menjelang akhir pekan.
IHSG dibuka turun 23,30 poin atau 0,32 persen ke level 7.338,82. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham paling likuid di pasar juga melemah 2,74 poin atau 0,36 persen ke posisi 748,45.
Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi investor terpantau cukup aktif. Hingga beberapa menit setelah pembukaan, nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,1 triliun dengan volume perdagangan mencapai sekitar 4,6 miliar saham dan frekuensi lebih dari 260 ribu kali transaksi. Pergerakan pasar menunjukkan jumlah saham yang melemah lebih dominan dibandingkan saham yang menguat.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks pada awal perdagangan, terutama dari sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun sekitar 25 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp9.075 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 40 poin atau 0,72 persen ke level Rp5.520 per saham. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga melemah 50 poin atau 0,75 persen ke posisi Rp6.625 per saham.
Tekanan juga datang dari saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang turun 20 poin atau 0,54 persen ke Rp3.660 per saham serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 100 poin atau 0,95 persen ke posisi Rp10.400 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham masih mampu menahan pelemahan indeks. Saham PT Astra International Tbk (ASII) naik 25 poin atau 0,48 persen ke posisi Rp5.275 per saham. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 75 poin atau 1,10 persen ke level Rp6.900 per saham, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 20 poin atau 0,85 persen ke posisi Rp2.360 per saham.
Analis menilai pelemahan IHSG pada awal perdagangan dipengaruhi oleh aksi ambil untung investor setelah pergerakan pasar yang cukup fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang akhir pekan sambil mencermati perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arus modal di pasar negara berkembang.
Tekanan pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar juga turut menahan laju indeks karena sektor ini memiliki bobot kapitalisasi yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Di sisi lain, sebagian investor mulai melakukan akumulasi selektif pada saham komoditas dan konsumer seiring ekspektasi stabilnya harga komoditas global dan prospek permintaan domestik yang masih cukup solid.
Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi dengan level support di kisaran 7.300 dan resistance di area 7.420 pada perdagangan intraday. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji area support tersebut sebelum kembali mencari arah pergerakan selanjutnya.
Data AI
