TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Direksi Terlibat Aktif, Kunci Sukses Implementasi CSR Adira Finance

Nurdian Akhmad
13 March 2026 | 09:38
rubrik: Business Info, CSR, Event
Direksi Terlibat Aktif, Kunci Sukses Implementasi CSR Adira Finance

Jakarta, TopBusiness — Adira Finance terus memperkuat implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan strategi bisnis berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga penguatan tata kelola perusahaan, perusahaan pembiayaan ini berupaya menciptakan nilai bersama (creating shared value/CSV) bagi seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Awal Diyananda, VP/Head of HC Business Partner & General Services Adira Finance dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026, Kamis (13/3/2026). Hadir dalam penjurian ini Swandajani Gunadi selaku Direktur/Chief of HC Management & Marketing dan Jandhel Ario Gede Bagaskara.

Dalam pemaparannya, Awal menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Visi kami adalah menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan. Jadi misi perusahaan tidak hanya mencapai profitabilitas setinggi-tingginya, tetapi bagaimana menciptakan nilai bagi seluruh stakeholder termasuk masyarakat,” ujar Awal.

Sebagai perusahaan pembiayaan konsumen yang beroperasi di seluruh Indonesia, Adira Finance menyediakan berbagai produk pembiayaan seperti sepeda motor, mobil, serta pembiayaan dana.

Dengan jaringan operasional yang menjangkau berbagai daerah dari Sumatera hingga Papua, perusahaan berupaya memastikan bahwa aktivitas bisnisnya juga memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar.

Ekosistem CSR Terintegrasi

Menurut Awal, implementasi CSR di Adira Finance dibangun melalui ekosistem yang terintegrasi dengan aktivitas bisnis perusahaan. Ekosistem tersebut terdiri dari beberapa pilar utama.

Pilar pertama adalah Sahabat Lokal, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi lokal. Pilar kedua adalah Adira Peduli, yang menitikberatkan pada kegiatan sosial dengan melibatkan karyawan perusahaan. Sedangkan pilar ketiga adalah Mitra CSR, yang menekankan kolaborasi antara karyawan dengan berbagai pihak eksternal untuk memperluas dampak program sosial.

Selain itu, perusahaan juga memiliki program Sayang Bumiku, sebuah inisiatif yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya dekarbonisasi dan pengelolaan lingkungan.

“Melalui program Sayang Bumiku, kami menjalankan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove, penanaman pohon, serta berbagai program edukasi lingkungan,” jelas Awal.

Di samping itu, perusahaan juga memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS yang menghimpun zakat profesi dari karyawan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.

Adira Finance juga memiliki gerakan sosial INCRESO, yaitu program yang diinisiasi dan dikelola oleh karyawan untuk membantu masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, serta bantuan bencana.

Dukungan Penuh Direksi

Awal menegaskan bahwa keberhasilan program CSR di Adira Finance tidak terlepas dari dukungan kuat dari top management. Program CSR perusahaan berada di bawah supervisi tiga direktur sekaligus, yakni Chief of Human Capital, Chief Risk Officer, serta Chief Credit Collection and Legal Officer.

BACA JUGA:   DMAS Optimistis Salip Target Marketing Sales 2019

Selain itu, aktivitas CSR juga secara rutin dilaporkan kepada Chief Executive Officer dan Board of Commissioners dalam forum evaluasi perusahaan.

“Keterlibatan direksi sangat kuat. Mereka tidak hanya memberikan arahan strategis, tetapi juga hadir langsung dalam berbagai kegiatan CSR perusahaan,” ujar Awal.

Keterlibatan tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan seperti Festival Pasar Rakyat, penanaman mangrove, pemberdayaan UMKM, hingga peluncuran Unit Pengumpul Zakat BAZNAS. Bahkan dalam beberapa kegiatan, jajaran pimpinan perusahaan dari grup seperti Danamon dan MUFG juga turut hadir.

Penguatan Tata Kelola dan Integritas

Untuk memastikan keberlanjutan program CSR, Adira Finance juga memperkuat aspek tata kelola perusahaan. Perusahaan menerapkan nilai perusahaan yang dikenal sebagai Adira TOP, yang menekankan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan bisnis.

Selain itu, perusahaan juga telah mengimplementasikan standar internasional ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai bagian dari upaya mencegah praktik korupsi dan meningkatkan transparansi.

Adira Finance juga menyediakan sistem pelaporan melalui whistleblowing system yang memungkinkan berbagai pihak melaporkan potensi pelanggaran secara aman.

Strategi Keberlanjutan dan Green Financing

Dalam upaya memperkuat keberlanjutan, Adira Finance juga mendorong pengembangan pembiayaan ramah lingkungan (green financing). Perusahaan mulai memberikan dukungan pembiayaan untuk kendaraan listrik serta instalasi panel surya.

Selain itu, perusahaan juga melakukan investasi dalam pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.

“Strategic direction kami salah satunya adalah mendorong green financing, termasuk pembiayaan kendaraan listrik dan pengembangan infrastruktur pendukung seperti SPKLU,” kata Awal.

Selain pengembangan SPKLU, perusahaan juga mulai menerapkan konsep green operation di kantor-kantor operasionalnya. Langkah tersebut antara lain melalui penggunaan lampu LED hemat energi, pemasangan panel surya di beberapa gedung, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Perusahaan juga menerapkan sistem pendingin ruangan berbasis teknologi yang mampu menyesuaikan penggunaan energi dengan tingkat kepadatan ruangan sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari roadmap perusahaan menuju target net zero emission, yang ditargetkan tercapai untuk emisi Scope 1 dan Scope 2 pada 2026 serta diperluas hingga Scope 3 pada 2030.

“Kami menyadari bahwa industri pembiayaan juga memiliki kontribusi terhadap emisi karbon. Karena itu kami berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi melalui program dekarbonisasi dan efisiensi energi,” jelas Awal.

Dari sisi operasional, berbagai inisiatif efisiensi juga telah memberikan dampak positif. Perusahaan mencatat efisiensi penggunaan listrik sebesar Rp 1,06 miliar atau turun sekitar 4,96 persen, serta pengurangan emisi karbon sebesar 766 metrik ton.

BACA JUGA:   Jadi Kandidat TOP CSR Awards 2026, Ini Program CSR Unggulan YBM BRILiaN

Selain itu, efisiensi penggunaan genset mampu mengurangi emisi karbon sekitar 5 metrik ton, sementara efisiensi penggunaan kertas mencapai lebih dari Rp 2,8 miliar.

Dampak Sosial Program CSR

Berbagai program CSR yang dijalankan perusahaan juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Adira Finance tercatat telah membantu sekitar 700 siswa memperoleh akses pendidikan yang lebih baik serta memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa.

Di bidang kesehatan, perusahaan telah memberikan bantuan kepada 651 pasien melalui berbagai program layanan kesehatan dan kegiatan sosial. Untuk dampak dari Program Festival Pasar Rakyat untuk UMKM, omset mereka naik erkisar 10-15 persen dan ada kenaikan pengunjung 40 persen.

Perusahaan juga aktif mendorong pemberdayaan UMKM melalui program pendampingan usaha serta fasilitasi sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk.

“Setelah dilakukan pendampingan dan sertifikasi halal, omzet pelaku UMKM meningkat dan jumlah pengunjung juga bertambah. Dampak ini terus kami monitor secara berkala,” jelas Awal.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program inklusivitas bagi penyandang disabilitas, termasuk program pemagangan dan mentorship untuk meningkatkan kesempatan kerja.

Perlindungan Konsumen dan Layanan Pengaduan

Dalam sesi pendalaman oleh dewan juri, Direktur/Chief of HC Management & Marketing Swandajani Gunadi menegaskan bahwa Adira Finance memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan layanan yang transparan, adil, dan sesuai regulasi.

Menurutnya, perusahaan telah membentuk komite khusus yang menangani perlindungan konsumen. Setiap keluhan nasabah diproses melalui berbagai kanal pengaduan, mulai dari hotline, layanan digital, hingga chatbot yang terintegrasi dengan sistem internal perusahaan.

“Sebagai perusahaan pembiayaan kami harus comply terhadap aturan pemerintah terkait perlindungan konsumen. Kami memiliki komite khusus yang menangani hal tersebut, sehingga setiap komplain dari konsumen dapat segera ditanggapi,” ujar Swandajani menjawab pertanyaan salah satu anggota dewan juri.

Dia menjelaskan, perusahaan bahkan menerapkan standar waktu penyelesaian pengaduan yang jauh lebih cepat dibanding ketentuan regulator. Jika regulator memberikan batas waktu hingga 20 hari, Adira Finance menargetkan penyelesaian pengaduan dalam waktu kurang dari dua hari.

“Kami memiliki service level yang ketat. Jika regulator memberikan waktu hingga 20 hari, di Adira kami menetapkan target penyelesaian kurang dari dua hari. Ini menjadi komitmen kami dalam menjaga kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Dalam hal penanganan kredit bermasalah atau sengketa pembiayaan, perusahaan juga menerapkan mekanisme yang terstruktur dan mengedepankan pendekatan edukatif kepada konsumen. Salah satunya melalui program literasi keuangan untuk membantu nasabah memahami berbagai opsi penyelesaian, termasuk restrukturisasi pembiayaan.

BACA JUGA:   Pindo Deli Perkuat CSR Berbasis ESG, Ciptakan Dampak Nyata dan Nilai Jangka Panjang

“Kami selalu melakukan literasi kepada konsumen mengenai bagaimana menghadapi kesulitan pembayaran. Selain itu, kami juga memiliki prosedur restrukturisasi dan bekerja sama dengan mitra yang tersertifikasi sehingga proses penanganannya tetap profesional dan tidak menimbulkan tindakan yang merugikan konsumen,” kata Swandajani.

Seluruh mekanisme tersebut secara berkala dievaluasi hingga ke tingkat direksi guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta menjaga kualitas layanan kepada nasabah.

Di sisi lain, Swandajani juga menyoroti tantangan industri pembiayaan otomotif yang berkaitan dengan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di masyarakat. Menurutnya, kendaraan bermotor masih menjadi sarana penting bagi sebagian besar masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pekerjaan.

“Sebagian besar nasabah kami berasal dari sektor produktif, di mana kendaraan menjadi alat untuk bekerja dan mencari nafkah. Karena itu kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan masih cukup tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, perusahaan menyadari bahwa aktivitas bisnis di sektor otomotif juga memiliki dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu, Adira Finance berupaya menjalankan berbagai inisiatif untuk mengurangi emisi dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Sayang Bumiku, sebuah gerakan yang melibatkan konsumen dan ekosistem perusahaan dalam upaya pengurangan emisi karbon.

Melalui program ini, pelanggan dapat menukarkan poin loyalitas yang diperoleh dari pembayaran angsuran untuk mendukung pembelian karbon offset.

“Melalui program Sayang Bumiku, konsumen dapat menukarkan poin loyalitas mereka untuk membeli karbon offset. Ini merupakan cara kami mengajak pelanggan ikut berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi,” jelas Swandajani.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai kegiatan edukasi keselamatan berkendara serta program pengecekan emisi kendaraan. Program ini dilakukan bersama mitra asuransi dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan dampak lingkungan dari penggunaan kendaraan.

Tak hanya berhenti di tingkat internal, inisiatif lingkungan tersebut juga diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi dan asosiasi bisnis.

“Program Sayang Bumiku tidak hanya melibatkan Adira Finance dan stakeholder internal, tetapi juga menggandeng grup kami di MUFG serta berbagai asosiasi bisnis. Tujuannya agar dampak program ini bisa lebih luas,” ujarnya.

Menurut Swandajani, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam mendorong praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. “Karena kami menyadari bahwa sebagai perusahaan pembiayaan otomotif, kami juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap dampak lingkungan. Karena itu kami berupaya melakukan berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak tersebut,” kata dia.

Implementasi berbagai program CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis berkelanjutan tersebut turut mengantarkan Adira Finance menjadi kandidat peraih TOP CSR Awards 2026.

Tags: TOP CSR Awards 2026
Previous Post

IHSG Terkoreksi 23 Poin Saat Pembukaan, Saham Bank Besar Jadi Penekan

Next Post

DPR Tetapkan Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR