TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Izin Ekspor Konsentrat Dikantongi, Berikut Target Produksi AMMN di Tahun Ini

Busthomi
26 March 2026 | 20:50
rubrik: Business Info
Izin Ekspor Konsentrat Dikantongi, Berikut Target Produksi AMMN di Tahun Ini

AMMN berhasil memproduksi konsentrat sepanjang 2025 sebesar 446.563 metrik ton kering. Untuk tahun ini, AMMN menargetkan produksi konsentrat mencapai 900.000 metrik ton kering. FOTO: Dok. AMMN

Jakarta, TopBusiness – PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) atau AMMAN menargetkan kinerja agresif sepanjang 2026 ini. Salah satunya untuk target produksi konsentrat yang mencapai 900.000 metrik ton kering.

Angka tersebut yang mengandung 485 juta pon (setara dengan 220.000 ton) tembaga dan 579.000 ons emas. Dengan begitu, berarti jauh lebih tinggi dari produksi konsentrat sepanjang 2025 sebesar 446.563 metrik ton kering.

“Dari total produksi konsentrat tersebut, sekitar 500.000 metrik ton kering konsentrat akan diproduksi dari pabrik konsentrator yang sudah ada, sementara sisanya sebesar 400.000 metrik ton kering akan berasal dari pabrik konsentrator yang baru, tergantung pada kemajuan proses komisioning. Seperti halnya ramp‑up fasilitas baru pada umumnya, terdapat risiko eksekusi yang melekat,” jelas Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN, dalam keterangan resmi yang diterima media, Kamis (26/3/2026).

Dia melanjutkan, operasi smelter terus menunjukkan perbaikan menuju akhir 2025 setelah penyelesaian perbaikan. Terlebih, AMMAN memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, dengan kuota 480.000 dmt yang berlaku selama enam bulan.

“Hal ini memberikan fleksibilitas operasional sekaligus menjadi langkah mitigasi apabila proses ramp-up smelter menghadapi tantangan,” katanya. 

Ke depan, profil produksi konsentrat diperkirakan akan mengalami variasi seiring upaya menyeimbangkan produksi konsentrat dengan proses ramp‑up smelter. Memastikan utilisasi smelter yang stabil tetap menjadi prioritas utama, yang dapat memengaruhi waktu pengelolaan persediaan konsentrat dan penjualan.

“Pada tahap ini, kami belum dapat memberikan panduan produksi tahun 2026 untuk katoda tembaga dan emas murni, mengingat fokus utama kami adalah mencapai kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan,” tutur Arief. 

Untuk diketahui, sepanjang 2025 lalu, volume material yang ditambang turun 9% dari tahun ke tahun (YoY). Penurunan ini wajar mengingat tahun 2024 merupakan puncak volume penambangan, salah satu yang tertinggi sepanjang umur tambang Batu Hijau, di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sesuai rencana tambang, pasca 2024 volume penambangan kembali normal.

BACA JUGA:   Mantan Atlet Tenis, Erwin Suryadi sebagai Ketua Pengurus Pelti DKI

Kegiatan penambangan sepanjang tahun berfokus pada pengupasan lapisan batuan penutup dan penambangan bagian terluar bijih Fase 8 yang ditandai dengan bijih berkadar rendah hingga menengah.

Volume bijih segar yang ditambang meningkat 60% YoY; namun, kadar bijih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai dampaknya —jarak angkut yang lebih jauh, harga bahan bakar yang lebih tinggi, serta volume material yang ditambang yang lebih rendah— biaya penambangan per unit tahun 2025 meningkat 10% YoY, dari US$2,24/t menjadi US$2,54/t.

Produksi konsentrat mencapai 446.563 metrik ton kering pada 2025, turun 41% YoY.  Produksi tembaga dan emas masing‑masing sebesar 209 juta pon dan 102.758 ons, mencerminkan penurunan tahunan sebesar 47% dan 87%.

Penurunan produksi logam dibandingkan tahun lalu sudah diantisipasi, karena bijih yang dikelola di pabrik konsentrator selama masa transisi berasal dari stockpiles dan bijih segar berkadar rendah dari Fase 8.

“Namun demikian, pencapaian operasional tetap solid dibandingkan panduan kinerja. Produksi konsentrat setahun penuh melampaui panduan kinerja sebesar 4% dan produksi emas sebesar 14%, sementara produksi tembaga 8% di bawah target,” tegas Arief.

Kembali dia melanjutkan, di sisi hilir, produksi mencapai tonggak penting sepanjang tahun. Produksi katoda tembaga dimulai pada akhir Maret 2025, dengan total produksi smelter tahun 2025 mencapai 79.849 ton, setara dengan 176 juta pon.

Produksi emas murni dari Precious Metal Refinery (PMR) dimulai pada pertengahan Juli 2025, menghasilkan 124.723 ons sepanjang tahun.

Sementara terkait dengan proyek Pengembangan Elang, kata dia, estimasi cadangan dan sumber daya Perseroan yang memenuhi standar kode JORC telah diperbarui per 31 Desember 2024, dan disetujui oleh Personel Kompeten independen dari AMC Consultants Pty Ltd.

BACA JUGA:   Vila dan Resort Baru Ini Hadir di Anyer
Sumber: AMMN

“Studi Kelayakan Elang tahun 2025 telah diselesaikan. Tambang Elang nantinya akan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada di Batu Hijau, termasuk pabrik konsentrator, fasilitas pembangkit listrik, pelabuhan dan dermaga Benete, smelter, serta primary access road (PAR) yang menghubungkan Benete dengan tambang Batu Hijau,” jelasnya.

Bijih dari coarse ore stockpile Elang akan diangkut ke pabrik konsentrator Batu Hijau melalui sistem overland conveyor (OLC) sepanjang 54 km.

Dan PAR akan diperpanjang hingga ke Elang sebagai jalur logistik utama bagi peralatan, material, dan tenaga kerja dari pelabuhan, serta menyediakan akses konstruksi dan pemeliharaan untuk OLC dan jaringan transmisi tegangan tinggi.

“Meskipun Studi Kelayakan Elang tahun 2025 telah difinalisasi, revisi dan kajian optimisasi masih berlangsung, termasuk relokasi stasiun primary crushing berdasarkan hasil kajian geoteknik, redesain kolam pengendali sedimen dan PAR untuk menurunkan biaya konstruksi, serta optimalisasi waste dump untuk mengurangi biaya penambangan,” jelasnya.

Penjualan Bersih

Mulai tahun 2025, Perseroan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024.

Namun demikian, AMMAN memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, yang berlaku selama enam bulan.

Transisi ini mengakibatkan penjualan bersih yang lebih rendah, yaitu US$1.847 juta pada tahun 2025, dibandingkan sekitar US$2.664 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan tersebut terdiri dari US$806 juta dari katoda tembaga, yang mulai diproduksi pada Q2; US$454 juta dari emas murni, yang produksi perdananya dimulai pada Q3; serta US$587 juta dari konsentrat yang dijual pada Q4. Kinerja penjualan terkonsentrasi pada paruh akhir tahun, dengan kuartal IV menyumbang sekitar 70% dari penjualan bersih tahun 2025. Hal ini didorong oleh stabilnya operasi peleburan dan pemurnian serta penjualan konsentrat.

Tags: AMMNPT Amman Mineral Internasional Tbktambang konsentrat
Previous Post

Transformasi Digital Dongkrak Kinerja Perumda Air Minum Apa` Mening, Layanan Makin Optimal hingga Wilayah 3T

Next Post

Hari Ini, BEI Suspensi MLPT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR