Jakarta, TopBusiness – Kinerja bisnis Perumda Air Minum Apa` Mening Kabupaten Malinau menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut didorong oleh strategi transformasi digital yang terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Apa` Mening, Indra Gunawan, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah peningkatan pelayanan publik, efisiensi operasional, serta penguatan kinerja keuangan secara berkelanjutan.
“Strategi bisnis kami difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta penguatan kinerja perusahaan guna mendukung pelayanan publik dan meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Indra Gunawan dalam presentasi di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, Senin (26/3/2026).
Dalam paparannya, Indra menjelaskan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan perusahaan, antara lain peningkatan cakupan layanan, digitalisasi pelayanan, penguatan kinerja keuangan, dukungan terhadap program pemerintah daerah, efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama keberhasilan tersebut. Perumda Apa` Mening telah mengimplementasikan sistem layanan terintegrasi berbasis teknologi informasi melalui PASS System. Sistem ini mendukung berbagai layanan dalam satu pintu, mulai dari pendaftaran pelanggan baru, laporan gangguan, hingga survei calon pelanggan.
Selain itu, layanan kasir juga telah terdigitalisasi, mencakup pembayaran air dan non-air, serta pengelolaan data rekening pelanggan seperti pencatatan meter, daftar rekening ditagih (DRD), dan laporan penerimaan pembayaran (LPP).
Perusahaan juga memanfaatkan teknologi Meter Data Management System (MDMS) untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan data pelanggan. Sistem ini mampu mengimpor, memvalidasi, serta menganalisis data konsumsi secara otomatis, sehingga mendukung proses penagihan dan pengendalian operasional.
Di sisi lain, pemanfaatan aplikasi Geographic Information System (GIS) berbasis QGIS turut memperkuat pengelolaan aset dan perencanaan pengembangan jaringan distribusi air. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memetakan jaringan secara lebih akurat dan efisien.
Untuk mendukung operasional di lapangan, Perumda juga menggunakan aplikasi mWater dalam pelaporan kegiatan, seperti produksi air, penggunaan bahan kimia, hingga pencatatan aktivitas harian. Sementara itu, sistem keuangan telah terintegrasi melalui aplikasi SAK-EP yang memastikan pencatatan dan kontrol keuangan berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Dalam hal pelayanan pelanggan, kemudahan pembayaran juga terus ditingkatkan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga perbankan nasional dan daerah, serta platform pembayaran digital seperti Tokopedia, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Blibli, hingga jaringan ritel dan Pos Indonesia.
Transformasi digital yang dilakukan terbukti berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pada tahun 2024, Perumda mencatat pendapatan usaha sebesar Rp29,707 miliar dengan laba usaha Rp819,240 juta. Angka tersebut meningkat pada tahun 2025 menjadi Rp30,634 miliar dengan laba usaha mencapai Rp2,005 miliar.
Selain itu, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) berhasil ditekan hingga 17,60 persen. Manajemen berkomitmen untuk terus menurunkan angka tersebut karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.
Dengan berbagai inovasi dan penguatan sistem berbasis digital, Perumda Air Minum Apa` Mening optimistis mampu terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan terluar) yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Transformasi ini sekaligus menjadi bukti komitmen perusahaan daerah dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta menghadirkan layanan air bersih yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
