Jakarta, TopBusiness – Kinerja gemilang ditunjukkan Perumda Tirta Pancur Aji dalam pengelolaan bisnisnya. Perusahaan daerah yang sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ini berhasil mencatat tren kinerja positif dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data perusahaan, capaian kinerja pada 2024 mencapai 91,09 persen. Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi 94,08 persen. Secara keseluruhan, kinerja gabungan selama periode 2024–2025 berada pada kisaran 93 persen, yang menunjukkan peningkatan tingkat kesehatan perusahaan secara konsisten.
Direktur Utama Yohannes Andriyus Wijaya menyebut, capaian tersebut merupakan hasil dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta penerapan teknologi digital di seluruh lini operasional.
“Kami melakukan peningkatan kualitas SDM melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Selain itu, kami juga meningkatkan kualitas layanan, termasuk memastikan air yang diproduksi memenuhi baku mutu hingga dapat langsung diminum,” ujarnya dalam pemaparan materi presentasi melalui Zoom, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, perusahaan juga telah melakukan sertifikasi laboratorium air perpipaan serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan sistem manajemen anti-penyuapan.
Transformasi Digital Layanan
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Perumda Tirta Pancur Aji melakukan berbagai inovasi berbasis teknologi digital.
Salah satunya adalah digitalisasi pembacaan meter air berbasis Android. Sistem ini memungkinkan pencatatan meter dilakukan secara lebih cepat dan akurat, sekaligus memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengakses informasi tagihan secara online. Pelanggan juga mendapatkan notifikasi melalui SMS gateway sebagai pengingat jatuh tempo pembayaran.
Perusahaan juga mengembangkan aplikasi PAC (Pancur Aji Customer) yang memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran tagihan, mengakses data pemakaian air, serta menyampaikan pengaduan secara langsung melalui perangkat mobile.
Selain itu, penerapan smart water meter mulai dilakukan untuk menggantikan meter manual, sehingga proses monitoring menjadi lebih akurat dan efisien.
Untuk mendukung kualitas layanan, Perumda membentuk tim reaksi cepat yang beroperasi selama 24 jam. Layanan ini dilengkapi dengan sistem pelayanan berbasis customer service excellence, termasuk edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan air secara hemat.
Kemudahan juga diberikan melalui sistem pembayaran multi-channel. Pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui berbagai kanal seperti Mall Pelayanan Publik, perbankan (Bank Kalbar, BNI, BRI), minimarket, serta layanan mobile banking.
Di sisi internal, perusahaan mengembangkan sejumlah aplikasi inovatif, antara lain aplikasi baca meter, aplikasi pemetaan titik pelanggan, serta aplikasi absensi online.
Aplikasi absensi berbasis mobile yang mulai diterapkan pada 2025 memungkinkan pencatatan kehadiran secara real-time. Fitur yang tersedia meliputi absensi masuk dan pulang, rekap kehadiran, jadwal kerja, hingga akses slip gaji digital. Implementasi ini dinilai mampu meningkatkan disiplin pegawai serta mendukung efisiensi operasional secara paperless.
Sementara itu, untuk pelanggan eksternal, perusahaan tengah mengembangkan aplikasi pendaftaran sambungan baru secara online yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026. Melalui aplikasi ini, calon pelanggan dapat mengetahui estimasi biaya pemasangan serta simulasi cicilan secara transparan.
Transformasi yang dilakukan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja layanan. Hingga akhir 2024, jumlah pelanggan tercatat mencapai 14.362 sambungan langsung dengan rata-rata layanan air selama 24 jam per hari.
Atas capaian tersebut, Perumda Tirta Pancur Aji berhasil meraih predikat “Perusahaan Sehat” dari Kementerian PUPR selama dua tahun berturut-turut. Perusahaan ini juga kembali terpilih sebagai kandidat TOP BUMD Awards 2025 dengan mengusung tema transformasi digital layanan air.
Tak hanya itu, Perumda Tirta Pancur Aji disebut sebagai salah satu perusahaan air minum daerah yang telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dalam standar pelayanan prima.
Dari sisi keuangan, perusahaan mencatat peningkatan pendapatan yang signifikan. Pada 2024, penjualan mencapai Rp17,830 miliar dan meningkat menjadi Rp19,594 miliar pada 2025.
Perusahaan juga terus melakukan upaya penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Dari sebelumnya berada di angka 25 persen, perusahaan menargetkan penurunan hingga mencapai standar Kementerian PUPR sebesar 15 persen.
Dengan berbagai inovasi dan penguatan tata kelola tersebut, Perumda Tirta Pancur Aji terus menegaskan posisinya sebagai perusahaan daerah yang adaptif, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik berbasis teknologi digital dan penguatan kualitas SDM.
