TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLN UID S2JB Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Pendidikan Vokasi di Palembang

Albarsyah
27 March 2026 | 15:13
rubrik: Event
PLN UID S2JB Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Pendidikan Vokasi di Palembang

FOTO: https://www.instagram.com/

Jakarta, TopBusiness – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis pendidikan vokasi di SMK Negeri 2 Palembang.

Program ini diwujudkan melalui kerja sama antara PLN UID S2JB dengan pihak sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi dan pelatihan perbengkelan motor listrik atau Electric Vehicle (EV). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa agar siap menjadi tenaga mekanik kendaraan listrik sekaligus membuka peluang usaha mandiri setelah lulus.

Communication and TJSL Manager PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya populasi kendaraan listrik di Sumatera Selatan serta terbatasnya tenaga ahli di bidang konversi kendaraan listrik.

“SMK Negeri 2 Palembang sebenarnya memiliki potensi besar sebagai pusat pelatihan, namun masih terkendala keterbatasan fasilitas dan standar peralatan industri. Melalui program ini, kami ingin menjembatani kesenjangan tersebut,” ujar Iwan dalam pemaparannya pada ajang TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara daring, Selasa (17/3/2026).

Ia menambahkan, program EV-Support yang diinisiasi PLN UID S2JB merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target nasional menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang ratifikasi Paris Agreement.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi di Indonesia, PLN memandang pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) tidak hanya sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat.

Namun demikian, di tingkat implementasi daerah masih terdapat kesenjangan kompetensi (competency gap). Kurikulum pendidikan vokasi di SMK umumnya masih berfokus pada teknologi mesin berbahan bakar minyak (BBM), sehingga lulusan belum sepenuhnya siap mendukung industri kendaraan listrik.

BACA JUGA:   Bidik Golden Trophy, Pertamina Foundation Andalkan Kisah Sukses di Program CSR Desa Energi Berdikari

Menjawab tantangan tersebut, PLN menghadirkan program EV-Support dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV). Program ini dirancang untuk mentransformasi SMK Negeri 2 Palembang menjadi pusat keunggulan (Center of Excellence) dalam pelatihan dan jasa konversi motor listrik.

Melalui program ini, PLN tidak hanya memberikan bantuan berupa peralatan praktik, tetapi juga melakukan penguatan kompetensi guru melalui sertifikasi industri serta penyusunan modul pembelajaran berstandar nasional (ISBN). Selain itu, sekolah juga didorong untuk membangun teaching factory yang mandiri dan berkelanjutan.

“Program ini tidak sekadar bantuan sesaat, tetapi membangun sistem pendidikan hijau yang terintegrasi. Harapannya, lulusan memiliki daya saing tinggi sekaligus mampu mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di masa depan,” tegas Iwan.

Turut hadir dalam pemaparan tersebut antara lain Asisten Manager TJSL PLN UID S2JB Fardhuansyah Wibowo, TJSL Officer Yanet Rustam, Kepala SMK Negeri 2 Palembang Suparman, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Lisparida.

Selain itu, hadir pula Ketua Kelompok Pengembangan Bengkel Konversi Motor Listrik Sri Raharjo dan Sekretaris Bengkel Konversi Eka Lismayabti.

Secara umum, program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni mendukung target Net Zero Emission melalui konversi kendaraan BBM ke listrik, meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sesuai kebutuhan industri masa depan, serta menciptakan kemandirian ekonomi sekolah melalui pusat layanan konversi yang tersertifikasi.

Lebih lanjut, Iwan menegaskan bahwa program ini juga menjadi bagian penting bagi perusahaan karena mampu memperkuat sinergi antara dunia usaha, pendidikan, dan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem kendaraan listrik yang lebih matang dan berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan.

“Melalui dukungan pelatihan, penyediaan peralatan, serta pengembangan bengkel konversi, kami ingin memastikan bahwa sumber daya manusia lokal memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik,” pungkasnya.

Tags: PLN UID S2JB
Previous Post

Tata Kelola Bisnis Perumda Tirta Pancur Aji Kinclong, Menuju Perusahaan Profesional Berbasis SDM dan Teknologi Digital

Next Post

Informasi Terkini: Trafik Arus Balik Lebaran di JTTS Periode 26 Maret 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR