Jakarta, TopBusiness—PT Tripar Multivision Plus Tbk berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis di sektor hiburan, khususnya perfilman dan jaringan bioskop.
Dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham (29/3/2026), Direksi Perseroan menyampaikan, jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam aksi korporasi tersebut sebanyak-banyaknya 1,36 miliar saham dengan nilai nominal Rp60 per saham.
Rencana ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2026.
Penambahan modal ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fundamental keuangan serta meningkatkan fleksibilitas pendanaan.
“Penambahan modal dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan dan entitas anak, sehingga memberikan tambahan pendanaan untuk mendukung kinerja Perseroan,” ujar Direksi dalam keterbukaan informasi itu.
Dari sisi penggunaan dana, seluruh hasil bersih dari PMHMETD akan dialokasikan untuk modal kerja, termasuk pembiayaan produksi film, web series, dan sinetron beserta kegiatan pemasarannya. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk investasi pada sektor yang mendukung pengembangan usaha.
Tak hanya itu, sebagian dana juga akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada entitas anak, PT Platinum Sinema. Melalui anak usaha ini, Perseroan berencana membangun dan mengoperasikan hingga 50 teater bioskop baru di berbagai kota di Indonesia, sebagai bagian dari ekspansi jaringan exhibitor.
Direksi menambahkan, aksi korporasi ini juga memiliki konsekuensi terhadap struktur kepemilikan saham. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam PMHMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 16,67%.
Dari sisi jadwal, Perseroan akan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit sebagai dasar pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Sesuai ketentuan regulator, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri perfilman terintegrasi, Tripar Multivision menjalankan bisnis produksi, pascaproduksi, distribusi film, hingga pengelolaan jaringan bioskop melalui entitas anak. Dengan tambahan modal ini, Perseroan optimistis dapat mempercepat ekspansi sekaligus memperkuat posisinya di industri hiburan nasional.
Direksi menegaskan bahwa seluruh informasi dalam keterbukaan ini telah disusun secara lengkap dan akurat, serta tidak terdapat fakta material yang disembunyikan. Perseroan juga akan menyampaikan informasi lanjutan kepada pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku menjelang pelaksanaan RUPSLB. (Penggunaan Open AI)
