Jakarta, TopBusiness — Perumda Tirta Gerbang Emas Gorontalo Utara milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo terus menunjukkan upaya pembenahan kinerja secara bertahap di tengah berbagai tantangan operasional dan keuangan.
Meski masih berada dalam kategori “kurang sehat”, perusahaan daerah yang bergerak di sektor penyediaan air bersih ini mulai mencatatkan tren perbaikan, baik dari sisi operasional, pelayanan, maupun tata kelola.
Direktur Perumda Tirta Gerbang Emas Gorontalo Utara, Manto Rahmola, menegaskan bahwa perusahaan saat ini fokus melakukan transformasi menyeluruh untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami menyadari bahwa tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Namun, berbagai langkah pembenahan yang kami lakukan mulai menunjukkan hasil, khususnya dalam peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Manto saat mengikuti penjurian TOP BUMD Awards 2026 secara daring, Selasa (31/3/2026).
Kinerja Mulai Membaik
Berdasarkan penilaian indikator kinerja BPPSPAM, Perumda Tirta Gerbang Emas mencatat skor kinerja sebesar 2,50, meningkat dari 2,38 pada tahun sebelumnya.
Meski masih berada dalam kategori “kurang sehat”, peningkatan ini menjadi sinyal positif atas upaya perbaikan yang dilakukan manajemen.
Perbaikan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, antara lain peningkatan pendapatan, optimalisasi penerimaan, efisiensi penggunaan keuangan, serta evaluasi menyeluruh terhadap empat aspek kinerja utama, yaitu keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.
Selain itu, perusahaan juga mulai mampu menghasilkan laba sejak tahun buku 2023, serta meningkatkan pengelolaan kas dan efektivitas operasional.
Namun demikian, dari sisi kinerja keuangan 2025, perusahaan masih menghadapi tekanan. Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp3,79 miliar, sedikit menurun dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,91 miliar. Sementara itu, beban usaha meningkat menjadi Rp4,86 miliar, dari sebelumnya Rp4,09 miliar.
“Kondisi tersebut menyebabkan Perumda mencatatkan rugi usaha sebesar Rp1,07 miliar. Ini memang memburuk dibandingkan rugi tahun sebelumnya di 2024 yang sebesar Rp180 juta,” jelas dia.
Manto mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang terus dibenahi, khususnya dalam pengendalian biaya dan peningkatan pendapatan.
Strategi Perbaikan
Dalam memperbaiki kinerja, Perumda Tirta Gerbang Emas menjalankan sejumlah strategi utama. Di antaranya adalah peningkatan kompetensi SDM melalui rekrutmen terbuka, menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air, serta mendorong penambahan jumlah pelanggan.
Perusahaan juga melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan pendapatan, seperti penggantian water meter, klasifikasi pelanggan, serta pengembangan pelanggan sektor niaga.
Di sisi lain, peningkatan penerimaan dilakukan melalui optimalisasi penagihan, termasuk metode door to door bagi pelanggan menunggak, serta penegakan disiplin melalui pemutusan sambungan bagi yang tidak memenuhi kewajiban.
Langkah-langkah tersebut juga dibarengi dengan upaya pencegahan fraud dan penguatan tata kelola perusahaan.
Selain itu, sebagai BUMD yang memiliki fungsi pelayanan publik, Perumda Tirta Gerbang Emas juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.
“Kontribusi kami dalam bidang sosial ini, antara lain melalui penyediaan air bersih gratis bagi masyarakat yang mengalami kekeringan. Dan kekeringan ini hampir terjadi setiap tahun di wilayah Gorontalo Utara ini,” kata dia.
Selain itu, perusahaan juga memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat kurang mampu, seperti diskon atau pembebasan biaya pemasangan sambungan rumah (SR) baru dalam kondisi tertentu.
Perusahaan juga berperan dalam penanganan bencana, seperti menyediakan air bersih saat terjadi kebakaran maupun bencana alam lainnya, bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Inovasi Layanan
Dalam aspek pelayanan, Perumda Tirta Gerbang Emas melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Salah satunya melalui pembentukan Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mampu menangani pengaduan pelanggan secara cepat.
Hasilnya, tingkat penyelesaian pengaduan mencapai 100%, dengan waktu penanganan di hari yang sama.
Selain itu, perusahaan juga melakukan percepatan distribusi air dengan target layanan 24 jam, memberikan kemudahan pembayaran, serta menerapkan penyesuaian tarif dan klasifikasi pelanggan yang lebih tepat.
Di bidang digitalisasi, perusahaan mengembangkan aplikasi internal berbasis web bernama MyWater, yang digunakan untuk mendukung sistem penagihan.
Aplikasi ini memungkinkan pencatatan transaksi secara otomatis, meningkatkan efisiensi kerja di lapangan, serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan potensi kecurangan.
“Digitalisasi melalui aplikasi MyWater menjadi salah satu langkah penting kami dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi, khususnya dalam proses penagihan,” jelas Manto.
Pengakuan
Di tengah proses pembenahan, Perumda Tirta Gerbang Emas juga mencatat sejumlah capaian yang membanggakan. Perusahaan berhasil menjadi salah satu BUMD terbaik di Provinsi Gorontalo selama dua tahun berturut-turut berdasarkan penilaian kinerja oleh BPKP Perwakilan Gorontalo.
Selain itu, perusahaan juga mulai mengembangkan sistem berbasis teknologi informasi serta menerapkan rekrutmen SDM secara transparan untuk menciptakan organisasi yang lebih profesional.
Sementara sejalan dengan visinya untuk menjadi perusahaan daerah yang sehat dan mampu menyediakan akses air minum bagi masyarakat Gorontalo Utara, Perumda Tirta Gerbang Emas akan terus melanjutkan transformasi.
Fokus ke depan mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, perbaikan tata kelola, serta peningkatan cakupan layanan dan kualitas pelayanan.
“Kami optimistis, dengan langkah pembenahan yang konsisten, Perumda Tirta Gerbang Emas dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang sehat dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Manto.
