Jakarta, BusinessNews Indonesia – Mengikuti tren regional, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (6/4/2018) ini bergerak melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.778 per dolar AS.
Pelemahan terjadi sepanjang perdagangan hari ini sejak pembukaan tadi pagi. Sebelumnya, pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksikan lebih cenderung stagnan mengingat para pelaku pasar global akan mencermati data US Nonfarm Payroll yang akan memberikan high impact terhadap global market.
Rupiah bergerak searah dengan mata uang kawasan yang melemah terhadap dolar AS.
Dolar AS tengah mendapatkan momentum penguatan. Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi, Wall Street menguat karena tensi perang dagang yang mulai mereda. Investor pun antusias menantikan musim laporan keuangan (earnings season) yang akan dimulai pekan depan.
Investor juga menunggu rilis data pengangguran AS yang akan diumumkan malam ini waktu Indonesia. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan angka pengangguran Negeri Paman Sam periode Maret di 4%. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 4,1%.
Penurunan angka pengangguran (bila terjadi) kemungkinan akan melahirkan persepsi Bank Sentral AS The Federal Reserve/The Fed bakal menaikkan suku bunga acuan lebih agresif. Apabila persepsi ini muncul, maka akan menjadi sentimen positif bagi dolar AS yang mendambakan kenaikan suku bunga untuk meredam ekspektasi inflasi.
