Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (06/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (2 April): Dow -0,13%, S&P 500 +0,11%, dan Nasdaq +0,18%. Dow ditutup lebih rendah karena pernyataan Donald Trump tentang perang Iran yang berkepanjangan mendorong harga minyak lebih tinggi dan meredam optimisme pasar. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,32% menjadi 4,305%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,38% menjadi 100,03.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (2 April): Minyak mentah WTI naik 11,41% menjadi USD 111,54/bbl, minyak mentah Brent naik 7,78% menjadi USD 109,03/bbl, batu bara naik 0,14% menjadi USD 139,30/ton, CPO turun 0,73% menjadi MYR 4.791/ton, dan emas turun 1,72% menjadi USD 4.677/oz.
Pasar Asia ditutup lebih rendah pada hari Kamis (2 April): Hang Seng turun 0,70%, Nikkei turun 2,38%, dan Shanghai turun 0,74%.
JCI turun 2,19% menjadi 7.026,78, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 813,5 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 864,1 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 50,6 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBRI (Rp 219,7 miliar), BMRI (Rp 205,4 miliar), dan DEWA (Rp 106,6 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di BBCA (Rp 133,6 miliar), ADRO (Rp 126,7 miliar), dan AADI (Rp 72,9 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah IMPC, TLKM, dan BREN, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan tertinggal adalah TPIA, MEGA, dan AADI.
Pagi ini, baik KOSPI (+0,87%) maupun Nikkei (+0,63%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif dari pasar regional,” demikian isi laporan riset.
