Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan Rabu (8/4/2026) dengan penguatan signifikan. IHSG terangkat 191,38 poin atau 2,75 persen ke posisi 7.162,41, sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 22,61 poin atau 3,22 persen ke level 724,27.
Pada awal sesi perdagangan hingga sekitar pukul 09.20 WIB, aktivitas transaksi terpantau ramai dengan volume perdagangan mencapai sekitar 10,04 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 399.957 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp4,53 triliun. Pergerakan pasar didominasi penguatan, di mana sebanyak 487 saham menguat, 109 saham melemah, dan 130 saham bergerak stagnan.
Penguatan IHSG terutama ditopang saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk naik sekitar 3,72 persen ke level Rp3.350 per saham dengan kontribusi 18,9 poin terhadap indeks. PT Bank Central Asia Tbk menguat 2,69 persen ke posisi Rp6.675 dan menyumbang 16,47 poin, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk turut naik dan berkontribusi 11,71 poin terhadap penguatan IHSG.
Selain sektor perbankan, saham energi dan industri juga mencatat kenaikan signifikan. PT Barito Renewables Energy Tbk melonjak sekitar 6 persen ke kisaran Rp4.930 per saham dengan kontribusi 10,37 poin. PT Astra International Tbk naik ke sekitar Rp5.575 per saham dan menyumbang 7,01 poin terhadap indeks. PT Bumi Resources Minerals Tbk juga menguat ke level Rp198 per saham dengan kontribusi 6,03 poin.
Penguatan turut diikuti saham lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang naik ke kisaran Rp5.900 per saham, PT Merdeka Copper Gold Tbk menguat ke sekitar Rp2.750 per saham, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk naik ke kisaran Rp3.850 per saham, serta PT Impack Pratama Industri Tbk yang menguat ke sekitar Rp420 per saham, yang secara kolektif memperkuat laju IHSG pada sesi pembukaan.
Kenaikan tajam pada awal perdagangan ini mencerminkan sentimen positif yang kuat di pasar, didorong oleh aliran dana masuk ke saham-saham unggulan serta penguatan bursa global. Tingginya frekuensi dan nilai transaksi menunjukkan likuiditas pasar yang solid dan adanya aksi beli agresif dari investor. Meski demikian, dengan kenaikan yang cukup tinggi dalam waktu singkat, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung pada sesi lanjutan, sementara secara teknikal IHSG berpeluang menguji level resistance di kisaran 7.200.
Data AI
