Jakarta, TopBusiness—Pada kuartal pertama 2026, sektor properti sudah menunjukkan pemulihan. Tetapi, pemulihan tersebut belum merata. Hal itu dikatakan oleh konsultan properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan riset terbaru, ke media massa, di Jakarta (8/4/2026).
Ia mengatakan, dorongan utama permintaan properti adalah relokasi perusahaan, permintaan baru, dan lain-lain. Sebagai contoh, produsen kendaraan listrik merupakan kalangan yang banyak memerlukan ruang properti baru.
Tekanan global ke sektor properti, saat ini, masih membayangi. “Yang menarik, semua sektor properti sudah lebih adaptif. Mereka menggunakan cara realistis dan [berharga] terjangkau,” kata dia.
Perkantoran
Ferry pun menjelaskan kondisi sektor properti tertentu di Jakarta pada kuartal pertama 2026. Ia, antara lain, memaparkan bahwa situasi tenant market yang berarti penyewa punya posisi tawar lebih baik, masih berlanjut.
“Dan gedung perkantoran premium di CBD Jakarta masih punya daya tarik tinggi.”
Adapun tingkat ruang kosong perkantoran Jakarta masih relatif tinggi. Dengan demikian, pengembang properti perkantoran saat ini cenderung masih ‘wait and see’.
“Dengan tren moderat pasokan baru properti perkantoran Jakarta, maka sektor ini bergerak ke arah pemulihan,” ia menganalisis.
Pihak Colliers Indonesia pun memprediksi bahwa, dalam dua hingga tiga tahun lagi, properti perkantoran Jakarta akan pulih seperti di level pra-pandemi virus corona.
