TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

MNC Energy Investments Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata Produktif

Agus Haryanto
9 April 2026 | 19:45
rubrik: Event
MNC Energy Investments Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata Produktif

Jakarta, TopBusiness – PT MNC Energy Investments Tbk mengembangkan lahan bekas tambang menjadi destinasi wisata produktif berbasis pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Transformasi tersebut dilakukan melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV), yang tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan pascatambang, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Head of Corporate Social Responsibility (CSR) MNC Energy Investments, Farid Iskandar, menjelaskan bahwa program yang dijalankan dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Pendekatan Creating Shared Value yang kami terapkan tidak hanya fokus pada mitigasi dampak negatif, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui rekonsepsi produk dan pasar,” ujar Farid dalam pemaparan bertajuk Turning Challenges into Opportunities for Sustainability yang disampaikan secara virtual di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Dalam implementasinya, perusahaan mengacu pada pendekatan Corporate Social Performance (CSP) dengan menyesuaikan program terhadap kondisi nyata di lapangan, khususnya di wilayah konsesi tambang. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keberadaan air asam tambang atau acid mine drainage (AMD) yang terdapat pada void atau lubang bekas tambang.

Umumnya, air asam tambang hanya diolah sebelum dialirkan ke lingkungan. Namun, perusahaan melakukan inovasi dengan menetralkan tingkat keasaman air hingga mencapai pH normal. Air yang telah diolah tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung ekosistem perairan dan kegiatan budidaya perikanan.

Dari inovasi tersebut lahir kawasan wisata berbasis perairan bernama Telaga Sena. Kawasan ini menjadi contoh pemanfaatan lahan pascatambang yang tidak hanya berfungsi secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

BACA JUGA:   Bantu Pemulihan Ekonomi, Praktisi CSR Nasional Luncurkan LSD

Telaga Sena dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan telah berkembang menjadi sumber penghidupan baru. Aktivitas di kawasan tersebut menciptakan peluang usaha, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memperkuat kemandirian desa.

“Melalui inovasi ini, kami ingin mengubah perspektif bahwa lahan pasca tambang bukanlah liabilitas, melainkan aset yang dapat dimanfaatkan kembali secara produktif,” kata Farid di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2026.

Selain mendorong pemanfaatan ekonomi, pengelolaan kawasan juga melibatkan masyarakat secara langsung. Hal ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset yang dikembangkan.

Transformasi lahan bekas tambang ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan sosial.

Pada kesempatan yang sama, CSR Officer MNC Energy Investments, Reza Arrasyid, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan melalui tata kelola yang terintegrasi. Upaya tersebut dijalankan dalam kerangka Integrated Sustainability Journey (ISJ) yang selaras dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Perusahaan memiliki kebijakan tata kelola yang terintegrasi dan dijalankan secara konsisten sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance,” ujar Reza.

Berdasarkan ringkasan Laporan Keberlanjutan perusahaan, kinerja lingkungan menunjukkan tren yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan tercatat memperoleh peringkat PROPER Biru selama periode 2022 hingga 2025, yang mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Di sisi operasional, perusahaan juga mencatat efisiensi konsumsi bahan bakar sebesar 9,4 persen dari total penggunaan 12,8 juta liter. Selain itu, pengelolaan air asam tambang dilakukan melalui proses netralisasi yang memungkinkan pemanfaatan kembali air untuk kebutuhan produktif.

Upaya reklamasi lahan juga terus dilakukan, antara lain melalui penanaman 1.100 pohon yang berkontribusi terhadap penyerapan emisi karbon sekitar 11 ton CO2 per tahun. Seluruh langkah tersebut didukung dengan capaian nihil pengaduan lingkungan, yang menunjukkan efektivitas pengelolaan dampak operasional perusahaan.

BACA JUGA:   Badak LNG Apik Kelola Bisnis Bertaraf Internasional dan Unggul Berdayakan Ekonomi Masyarakat

Dari aspek sosial, perusahaan mempekerjakan 284 karyawan, dengan lebih dari 60 persen merupakan tenaga kerja lokal. Hal ini menunjukkan komitmen dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian perusahaan. Sepanjang periode pelaporan, terjadi peningkatan signifikan dalam jam pelatihan karyawan sebesar 252 persen menjadi 726 jam. Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja.

Di bidang sosial, investasi melalui program CSR meningkat sebesar 145 persen menjadi Rp894 juta. Program-program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, antara lain layanan kesehatan bagi 146 warga serta bantuan kepada 1.317 kepala keluarga.

Sejumlah program unggulan yang dijalankan perusahaan meliputi Program Bestari, Program Sehati, Telaga Sena, serta pengembangan budidaya perikanan berbasis masyarakat. Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur, pemberian bantuan sosial, serta dukungan di bidang pendidikan.

Berbagai inisiatif tersebut turut mendapatkan pengakuan dari sejumlah lembaga. Perusahaan meraih penghargaan TOP CSR Star 3, ENSIA Platinum, serta mempertahankan peringkat PROPER Biru.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam menjalankan program CSR yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Reza.

Melalui penguatan tata kelola, konsistensi dalam pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, MNC Energy Investments menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pascatambang dapat dilakukan secara produktif dan memberikan nilai tambah bagi berbagai pihak.

Keberadaan Telaga Sena menjadi contoh bahwa pendekatan yang tepat dalam pengelolaan sumber daya tidak hanya mampu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Previous Post

Sertifikasi Mandor dan Bantuan Sekolah Jadi Program CSR Unggulan ADHI

Next Post

402 Relawan ke Lokasi Bencana, Menteri Dody Apresiasi Dedikasi Generasi Muda PU dalam Penanganan Bencana di Sumatera

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR