Jakarta, TopBusiness — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat peran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.
Dalam ajang TOP CSR Awards 2026, SIG membagikan praktik terbaik (best practice) dalam menyelaraskan program CSR dengan penciptaan nilai korporasi jangka panjang serta pembangunan berkelanjutan.
VP CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Edy Saraya, menyampaikan bahwa pendekatan yang diusung SIG tidak lagi sekadar berfokus pada aktivitas sosial, tetapi telah terintegrasi secara strategis dengan arah bisnis perusahaan.
“Tema yang kami angkat adalah Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development. Dalam kesempatan ini, kami ingin berbagi bagaimana SIG memiliki practical insight dalam pengelolaan penyelarasan CSR dan ESG,” ujar Edy dalam paparannya kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, yang berlangsung secara online, di Jakarta, Rabu (15/04/2026).
Turut hadir dalam penjurian TOP CSR Awards 2026, antara lain, Amin Budi Hartanto sebagai Senior CSR Planning & Evaluation Officer, Rahmad Adie Perdana (CSR Program BUMN Sr Officer), Fachrudin (CSR Comdev & Partnership Officer), Tri Agung Prasetia (CSR Monitoring & Evaluation Officer), dan Sri Wachyuningsih ( CSR Program BUMN Officer).
Menurutnya, terdapat sejumlah penyempurnaan dalam materi presentasi SIG dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan peningkatan standar penilaian dalam ajang TOP CSR yang kini mengadopsi pendekatan berbasis kinerja unggul (performance excellence).
Edy menjelaskan bahwa dalam presentasi kali ini, SIG menggunakan kerangka penilaian yang lebih komprehensif, yakni metode ADLI (Approach, Deployment, Learning, and Integration). Metode ini digunakan untuk menilai sejauh mana proses CSR dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan.
“Dalam prosesnya, kami tidak hanya menjelaskan pendekatan yang dilakukan, tetapi juga bagaimana implementasinya, proses pembelajaran yang terjadi, hingga integrasinya ke dalam sistem perusahaan,” jelasnya.
Selain itu, SIG juga menyoroti aspek hasil bisnis (business result) dengan pendekatan yang mencakup leveling, trend, comparison, serta integration. Pendekatan ini bertujuan untuk menunjukkan dampak nyata program CSR terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Edy menyampaikan bahwa SIG menyambut baik peningkatan standar penilaian dalam ajang TOP CSR yang dinilai semakin mendorong perusahaan untuk mencapai tingkat keunggulan yang lebih tinggi.
“Kami melihat ini sebagai langkah positif menuju TOP CSR Excellence Award. Kriteria yang ditetapkan semakin komprehensif dan menantang perusahaan untuk benar-benar mengelola CSR secara strategis dan terukur,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, SIG menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program CSR yang tidak hanya memberikan dampak sosial dan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Dengan integrasi yang kuat antara CSR dan ESG, SIG optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG
SIG menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi bisnis dan keberlanjutan melalui strategi terintegrasi yang berfokus pada inovasi, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Dalam presentasi TOP CSR Awards 2026, SIG menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan transformasi visi sejak tahun 2020. Sebelumnya dikenal sebagai perusahaan industri persemenan terbesar di Asia Tenggara, SIG kini beralih menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di kawasan regional.
“Jadi kami dari holding PT Semen Indonesia mempunyai sebuah visi dan ini sebuah transformasi visi. Sebelumnya kami adalah industri persemenan terbesar di Asia Tenggara. Sejak 2020, kami melakukan transformasi menyesuaikan dengan kondisi lingkungan bisnis, sehingga visi perusahaan bertransformasi menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional,” ujar Edy.
Transformasi tersebut selaras dengan arah bisnis perusahaan yang tidak hanya berfokus pada produksi semen, tetapi juga pada solusi terintegrasi di sektor bahan bangunan. Hal ini sejalan dengan aktivitas usaha SIG yang mencakup industri pengolahan semen dan turunannya, bahan bangunan lainnya, serta kegiatan usaha dari hulu hingga hilir.
Lebih lanjut, Edy menekankan bahwa salah satu pilar utama dalam misi perusahaan adalah komitmen terhadap perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
“Fokus kami pada misi kedua adalah menciptakan perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. Ini menjadi bagian terpenting dan merupakan komitmen manajemen. Hal ini adalah key success dalam mencapai visi perusahaan,” jelasnya.
Selain itu, SIG juga terus mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.
Sebagaimana diketahui, perusahaan penyedia solusi bahan bangunan, SIG, terus menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui perumusan visi dan misi yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri sekaligus menjawab tuntutan pemangku kepentingan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
SIG menetapkan visi untuk menjadi perusahaan terdepan dalam penyediaan solusi bahan bangunan terintegrasi terbesar di kawasan regional yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Visi tersebut mencerminkan arah transformasi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Dalam mewujudkan visi tersebut, SIG mengimplementasikan misi yang menitikberatkan pada penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan produk dan layanan berkualitas tinggi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, sekaligus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam seluruh proses bisnis perusahaan.
Selain itu, SIG juga mendorong perlindungan lingkungan dan pemberdayaan sosial secara berkelanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab korporasi. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendukung pengelolaan sumber daya secara efisien, pengurangan dampak lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Tidak hanya berfokus pada aspek eksternal, perusahaan juga menempatkan sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam mendorong transformasi dan keberlanjutan bisnis. Pengembangan kompetensi dan kapabilitas karyawan menjadi kunci dalam memastikan implementasi strategi berjalan secara optimal dan adaptif terhadap perubahan.
Lebih lanjut, SIG berupaya menciptakan nilai tambah yang inklusif bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, mitra bisnis, pemerintah, dan masyarakat luas. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan sebagai entitas bisnis yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Dengan penguatan visi dan misi yang berbasis ESG, SIG optimistis dapat terus meningkatkan kinerja berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan di tingkat regional.
Dalam menjalankan operasionalnya, SIG mengedepankan model bisnis terintegrasi, mulai dari aktivitas pertambangan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi dan pemasaran produk semen serta turunannya.
“Aktivitas yang kami lakukan sesuai anggaran dasar adalah penyedia solusi bahan bangunan dengan proses terintegrasi, mulai dari tambang sampai packaging, hingga pemasaran produk dan turunannya, baik dari hulu ke hilir,” tambah Edy.
Untuk mendukung transformasi tersebut, SIG telah menetapkan sejumlah program strategis pada tahun 2025, yang meliputi peningkatan utilisasi produksi, diversifikasi produk, optimalisasi keunggulan operasional, serta penguatan inisiatif dekarbonisasi.
Dari sisi tata kelola perusahaan, SIG menunjukkan kinerja yang sangat baik. Skor Good Corporate Governance (GCG) perusahaan terus meningkat dan pada tahun 2025 mencapai 102,81, yang mencerminkan implementasi prinsip tata kelola yang kuat.
“Sebagaimana disampaikan, governance kami pada posisi 2025 sudah sangat bagus, kemudian pada posisi top level di bintang lima TOP CSR Awards 2025,” ungkap Edy.
Pengakuan tersebut menegaskan posisi SIG sebagai perusahaan dengan kinerja CSR terbaik di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam mengintegrasikan program sosial dan lingkungan ke dalam strategi bisnis perusahaan.
Kinerja ESG SIG juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan penilaian Sustainalytics, ESG Risk Rating perusahaan berhasil meningkat dari kategori High Risk menjadi Medium Risk dengan skor 22,9.
Selain itu, SIG juga berhasil meraih penghargaan PROPER Emas 2024 sebagai bentuk pengakuan atas kinerja unggul dalam pengelolaan lingkungan.
Dengan berbagai pencapaian tersebut, SIG optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan solusi bahan bangunan terdepan di regional, sekaligus menjadi benchmark dalam penerapan ESG di industri.
Ke depan, perusahaan akan terus mendorong inovasi dan transformasi berkelanjutan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.
