TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pengolahan Gula Aren, CSR Unggulan BSI Maslahat yang Dampaknya ‘Bukan Kaleng-Kaleng’

Fauzi
17 April 2026 | 06:54
rubrik: CSR, Event
Pengolahan Gula Aren, CSR Unggulan BSI Maslahat yang Dampaknya ‘Bukan Kaleng-Kaleng’

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Menjadi salah satu finalis ajang TOP CSR Awards 2026, memberi kesan tersendiri bagi BSI Maslahat. Hal ini seperti diungkap Gunawan Arif Hartoyo dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 ketika mengawali paparannya di hadapan dewan juri.

”Tentunya ini kesempatan yang berharga, bisa kenal dengan Bapak/Ibu (dewan juri) sekalian (dan) bisa masuk ke ranah yang sebenarnya memang akan memberikan kemanfaatan dan mengalirkan keberkaan kepada semua orang, khususnya kepada negara yang sama-sama kita cintai ini,” ujar Gunawan, Kamis (16/4/2026).

Pada sesi penjurian kali ini, BSI Maslahat mengusung tema ‘Manisnya Gula Aren untuk Kesejahteraan yang Berkelanjutan’.

Sukoriyanto Saputro, Direktur Eksekutif BSI Maslahat, yang turut hadir pada sesi ini menegaskan bahwa program UMKM ini adalah suatu program pemberdayaan ekonomi yang telah dilakukan sejak tahun 2020.

Secara umum, BSI Maslahat memiliki program-program CSR yang melibatkan 52 UMKM di 18 provinsi. Hanya saja, pada kesempatan kali ini perusahaan lebih menyoroti program yang berkaitan dengan Gula Aren.

“Tentunya sesuai dengan misi kita, bahwa kita membuat suatu program yang tujuannya untuk membuat mustahik menjadi muzaki. Dan juga membuat program yang maslahatnya luas, manfaatnya luas kepada masyarakat,” tandas Sukoriyanto.

Program CSR Unggulan

Salah satu program unggulan yang dijalankan BSI Maslahat adalah inisiatif pengolahan gula aren di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program dirancang untuk mendorong kesejahteraan berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Direktur Waqf & Empowerment BSI Maslahat, Rony Setyabudi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) serta CSR secara modern dan berkelanjutan.

“Visi kami menjadi lembaga pengelola ZISWAF dan dana sosial serta dana CSR yang terpercaya, terdepan, dan modern,” ujarnya.

Dalam implementasinya, BSI Maslahat menekankan transformasi penerima manfaat agar dapat naik kelas secara ekonomi. Program yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian jangka panjang.

“Kita membuat program-program yang mendorong transformasi penerima manfaat menjadi muzaki. Jadi ada naik kelas,” kata Rony.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya pengembangan program yang berkelanjutan agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. “Mengembangkan program berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.

Sepanjang 2025, BSI Maslahat telah menyalurkan dana dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, hingga dakwah dan advokasi, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sosial yang inklusif.

Dalam kerangka besar programnya, BSI Maslahat mengusung tiga pilar utama, yakni Mitra Umat, Didik Umat, dan Simpati Umat. Ketiga pilar tersebut kemudian diimplementasikan dalam berbagai inisiatif, termasuk penguatan UMKM, pengembangan desa, program beasiswa, serta kegiatan sosial lainnya.

BACA JUGA:   BPR Baturaja, Perusahaan Baru Langsung Berprestasi karena Banyak Inovasi

Program UMKM menjadi salah satu fokus utama karena dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurut Rony, pengembangan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

“Program ini didesain untuk menjawab pergerakan ekonomi lokal masyarakat di masa depan. Jadi kita harapkan ekonomi lokal masyarakat itu bisa bergerak lebih maju lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penguatan UMKM juga memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan sektor perbankan syariah.

“Harapan kami UMKM-UMKM tersebut akan terus berkembang dan nantinya akan menjadi stakeholder utama dari Bank Syariah Indonesia. Jadi, kita membuat suatu ekosistem pengembangan ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi, program ini juga memiliki dimensi lingkungan. BSI Maslahat mendorong pelaku UMKM untuk berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui aktivitas usaha yang berkelanjutan.

“Melalui UMKM ini, kita harapkan juga bisa menjadi salah satu motor untuk pencegahan perubahan iklim. Meskipun bersifat mikro, tapi memiliki influence yang cukup besar jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” katanya.

Salah satu implementasi konkret dari program ini adalah pengembangan usaha gula aren di Cianjur yang melibatkan masyarakat lokal. Program ini berawal dari kolaborasi dengan UMKM NARAMOS sebagai mitra kerja BSI Maslahat.

“Program ini berawal dari inisiatif mitra kerja BSI yaitu UMKM NARAMOS yang melakukan upaya mobilisasi sosial kemasyarakatan di tingkat lokal dalam mendorong peningkatan suplai gula aren berkualitas dari petani yang ada di sekitar Cianjur,” ungkap Rony.

Dalam pelaksanaannya, BSI Maslahat memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu dan petani lokal, untuk mengembangkan usaha secara kolektif berbasis potensi daerah.

“Awalnya program kami itu memberdayakan para ibu-ibu atau masyarakat lokal dan petani agar mereka memiliki bisnis secara berkelompok, bukan sendiri-sendiri dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada yaitu aren,” jelasnya.

UMKM NARAMOS berperan sebagai offtaker sekaligus pendamping dalam program tersebut, sementara BSI Maslahat memberikan dukungan berupa modal usaha kepada para penerima manfaat yang tergabung dalam koperasi masyarakat.

Dorong Ekonomi Desa dan Kelestarian Lingkungan

Program pemberdayaan ekonomi berbasis gula aren yang dijalankan BSI Maslahat menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat desa. Melalui pendekatan komunitas dan kolaborasi multipihak, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

BACA JUGA:   Di Tengah Polusi Jakarta, DAMRI Menempuh Jalan Elektrifikasi

Manager Empowerment & Development Program BSI Maslahat, Yunan Isnainye, mengungkapkan bahwa program tersebut telah menjangkau puluhan penerima manfaat di dua desa dengan dukungan anggaran yang cukup signifikan.

“Program ini menjangkau sekitar 92 penerima manfaat yang ada di kedua desa. Total anggaran dana yang kita sampaikan untuk kegiatan program ini sekitar Rp397,9 juta,” ujarnya.

Yunan menjelaskan, wilayah sasaran program memiliki potensi besar pada komoditas gula aren, namun sebelumnya masih dikelola secara tradisional. Melalui intervensi program, potensi tersebut mulai dioptimalkan dengan pendekatan kelembagaan dan akses pasar.

“Wilayah ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, terutama gula aren. Tapi di lapangan masih diolah secara tradisional,” katanya.

Melalui koperasi sebagai penggerak utama, program ini menghubungkan potensi lokal dengan pasar sekaligus memastikan proses produksi tetap alami dan berkelanjutan.

“Melalui pendekatan yang dilakukan koperasi, program ini menghubungkan potensi lokal dengan akses pasar sekaligus menjaga proses produksi agar tetap alami dan bisa berkelanjutan,” jelas Yunan.

Di sisi tata kelola, koperasi menyediakan layanan keuangan, kemudahan transaksi, dan membuka peluang kerja bagi anggota-anggotanya. “Dengan pendekatan ini, program menghasilkan nilai sosial yang tinggi dengan SROI capaiannya sebesar 3,64. Jadi, cukup tinggi untuk SROI-nya,” ungkapnya.

Program dijalankan secara bertahap, mulai dari penguatan kelompok, pelatihan, hingga penyediaan akses permodalan. Tahap berikutnya difokuskan pada peningkatan kualitas produk, penguatan akses pasar, serta legalitas kelembagaan, hingga akhirnya mendorong kemandirian usaha.

“Finishing-nya kami telah mendorong kemandirian usaha itu untuk keberlanjutan dari usaha itu,” ujarnya.

Dalam implementasinya, BSI Maslahat menggandeng koperasi sebagai mitra pemberdayaan. Sebanyak 30 penerima manfaat di Desa Ciputri, kelompok tani di wilayah hulu, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kemang terlibat dalam pengolahan nira aren, dengan dukungan pelatihan, sarana, dan jaminan pembelian.

“Melalui skema ini kemudian rantai nilai produksi terbangun dan sampai produk itu bisa diakses pasar,” kata Yunan.

Dari sisi ekonomi, program ini menunjukkan hasil yang signifikan. Pendapatan petani meningkat melampaui standar minimum, harga jual produk menjadi lebih tinggi, serta koperasi mengalami pertumbuhan yang pesat.

“Di sisi ekonomi terjadi peningkatan yang signifikan, pendapatan petani meningkat melampaui standar minimum, harga jual menjadi lebih mahal, koperasi tumbuh hingga menghasilkan laba peningkatannya 117 persen,” ungkapnya.

Kinerja koperasi juga menunjukkan tren positif dengan aset yang meningkat hingga 28 persen menjadi Rp464 juta, serta penjualan yang menembus lebih dari Rp1 miliar dengan volume produksi sekitar 43 ton.

BACA JUGA:   Atasi Tantangan Pendidikan, BSI Maslahat dan BSI Gelar Program BSI Scholarship

“Penjualan mencapai lebih dari Rp1 miliar dengan aktivitas transaksi yang terus meningkat sepanjang tahun,” ujarnya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, program ini juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kemandirian keuangan masyarakat. Petani yang sebelumnya bergantung pada tengkulak kini memiliki akses pasar yang lebih luas dan posisi tawar yang lebih baik.

“Petani tidak lagi tergantung pada tengkulak yang di sisi harga mungkin kurang menguntungkan bagi petani karena daya tawarnya rendah,” jelas Yunan.

Dampak sosial juga terlihat dari penguatan kelembagaan dan meningkatnya partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda yang mulai terlibat dalam usaha pengolahan aren.

“Terjadi perubahan penting di mana urbanisasi menurun dan pemuda mulai terlibat aktif dalam usaha pengolahan aren,” katanya.

Tak hanya itu, program ini turut menghidupkan kembali tradisi lokal seperti penyadapan aren yang diwariskan kepada generasi muda di desa.

Di sisi lingkungan, program ini memberikan kontribusi signifikan terhadap konservasi lahan dan penurunan risiko bencana. Sekitar 49 hektare kebun aren berhasil dijaga dan tetap produktif dengan mayoritas pengelolaan berbasis organik.

“Mayoritas lahan, persisnya sekitar 92 persen atau 45 hektare telah dikelola secara organik dan memberikan manfaat yang nyata,” ujar Yunan.

Program ini juga berkontribusi pada penyerapan karbon hingga 3.545 ton CO2 serta menjaga keseimbangan ekosistem melalui peningkatan tutupan pohon dan keberagaman hayati.

“Area ini berkontribusi pada penyimpanan karbon sebesar 965 ton dan potensi penyerapan hingga 3.545 ton karbondioksida,” katanya.

Selain itu, risiko bencana seperti banjir dan longsor berhasil ditekan secara signifikan selama pelaksanaan program. “Residu bencana seperti banjir dan longsor berhasil turun hingga 100 persen,” ungkapnya.

Program ini juga menerapkan prinsip ramah lingkungan, termasuk konsep zero waste dengan memanfaatkan limbah produksi.

“Program ini menerapkan prinsip Zero Waste, di mana limbah manggar dimanfaatkan kembali untuk pakan ternak dengan jumlah 54 ton,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Yunan menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci keberhasilan program dalam menciptakan dampak yang terintegrasi antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas ternyata mampu menghasilkan dampak ekonomi dan lingkungan yang bisa berjalan beriring dan berkelanjutan,” katanya.

Dengan capaian tersebut, program gula aren BSI Maslahat dinilai tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan.

Tags: bsi maslahatTOP CSR Awards 2026
Previous Post

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

Next Post

BEI Unsuspensi UDNG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR