Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Selasa (21/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Senin (20 April): Dow -0,01%, S&P 500 -0,24%, dan Nasdaq -0,26%. Saham turun pada hari Senin karena ketegangan AS-Iran meningkat, mengakhiri kenaikan Nasdaq selama 13 hari berturut-turut. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,07% menjadi 4,251%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,00% menjadi 98,10.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Senin (20 April): Minyak mentah WTI naik 6,87% menjadi USD 89,61/bbl, minyak mentah Brent naik 5,64% menjadi USD 95,48/bbl, batu bara turun 1,67% menjadi USD 120,40/ton, CPO naik 0,70% menjadi MYR 4.498/ton, dan emas turun 0,20% menjadi USD 4.821/oz.
Pasar Asia ditutup lebih tinggi pada hari Senin (20 April): Hang Seng naik 0,77%, Nikkei melonjak 0,60%, dan Shanghai naik 0,76%.
JCI turun 0,52% menjadi 7.594,11, dengan pembelian bersih asing sebesar Rp 380,6 miliar, terdiri dari pembelian bersih Rp 256,2 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 124,4 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBRI (Rp 141,3 miliar), BUMI (Rp 94,4 miliar), dan BULL (Rp 68,3 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di BREN (Rp 269,7 miliar), TLKM (Rp 138,3 miliar), dan BRMS (Rp 135,6 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan paling signifikan adalah BRMS, BBCA, dan IMPC, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan paling lambat adalah BRPT, TCPI, dan AMRT.
Pagi ini, baik KOSPI (+2,01%) maupun Nikkei (+1,15%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif di pasar regional,” demikian hasil riset.
