Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.52%, tapi disertai dengan net buy asing ~124 Bn. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BREN, TLKM, BRMS, BBCA dan MDKA.
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, laju IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini.
“Dengan level Support IHSG diperkirakan di kisaran 7500-7560 dan level Resist IHSG berada di rentang 7620-7670,” ujar dia, Selasa (21/4/2026).
Trading Idea hari ini: MEDC, PGAS, TINS, BULL, EMAS, dan ANTM
- MEDC Spec Buy dengan area beli di 1675-1700, cutloss di bawah 1665. Target dekat di 1730-1775.
- PGAS Spec Buy dengan area beli di 1900-1910, cutloss di bawah 1890. Target dekat di 1930-1960.
- TINS Spec Buy dengan area beli di 3720-3770, cutloss di bawah 3700. Target dekat di 3830-3920.
- BULL Spec Buy dengan area beli di 486-490, cutloss di bawah 484. Target dekat di 496-510.
- EMAS Spec Buy dengan area beli di 8600-8700, cutloss di bawah 8525. Target dekat di 8850-9100.
- ANTM Spec Buy dengan area beli di 3980-4010, cutloss di bawah 3950. Target dekat di 4040-4090.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah! Ketegangan AS dan Iran Akhiri Reli Panjang Nasdaq. Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/4), seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Indeks S&P 500 turun 0,24%, Nasdaq Composite melemah 0,26%, dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,01%. Sedangkan, Russell 2000 menguat 0,58%.
Sementara itu, pelaku pasar masih kesulitan memperkirakan skenario terburuk dari konflik AS-Iran, terutama setelah pasar saham sebelumnya pulih dari area koreksi hingga kembali ke level tertinggi sepanjang masa.
Saham sektor perangkat lunak mencatatkan penguatan, tercermin dari kenaikan ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) lebih dari 1%.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan, pihaknya telah menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman.
Langkah ini diambil setelah Iran menolak mengikuti putaran baru pembicaraan damai yang direncanakan AS di Pakistan.
Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Sementara itu, masa gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pekan ini.
Bursa Saham Asia Kompak Naik seiring Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat. Bursa saham Asia Pasifik menghijau pada perdagangan Senin (20/4).
Pergerakan tersebut seiring investor terus mengawasi perkembangan di Timur Tengah dengan hati-hati di tengah ketegangan yang kembali meningkat antara Iran dan AS.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu (19/4), kalau kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS telah menembaki dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman sebelum marinir menaiki dan menyita kapal itu.
Penyitaan ini merupakan peningkatan blokade dan terjadi setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada Minggu pagi.
Selat tersebut terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Sementara itu di Asia, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,44%, dan Kosdaq menguat 0,41%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,60%, dan Topix bertambah 0,43%.
Di sisi lain, indeks S&P 200 Australia naik moderat 0,07%, Hang Seng di Hong Kong menguat 0,77% dan Taiex Taiwan bertambah 0,42%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
