Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pemerintah China berencana menarik investasinya di obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk dialihkan ke portofolio aset riil. Obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dinilai sudah tak layak lagi untuk dibeli.
Seperti dikutip Reuters, Direktur Lembaga Penelitian Ekonomi Nasional dan anggota Komite Kebijakan Moneter People Bank of China (PBOC) Fan Gang mengatakan, “Kami negara dengan penghasilan rendah sekaligus pemilik kekayaan tinggi. Kami harus memanfaatkan modal dengan lebih baik. Daripada berinvestasi di utang pemerintah AS, lebih baik berinvestasi dalam aset nyata.”
Menurut dia, beban utang China merupakan masalah serius meski ini tidak akan mengarah ke krisis keuangan. Sebab sebagian besar merupakan utang domestik, yang bisa diimbangi dengan tabungan bank sentral China. “Utang tersebut harus ditanggung sebagai akibat panasnya ekonomi sebelumnya. Masalah ini serius, kami perlu membersihkannya. Kami perlu membatasi risiko keuangan, ” ujar Fan.
Fan menambahkan, beban utang China yang sempat meningkat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memicu krisis keuangan. Saat ini, rasio tabungan China 44 persen dari PDB. Bagi dia, ini sudah cukup sebagai bantalan untuk menghadapi risiko keuangan.
Pada Minggu (8/4/2018) bilang, China berusaha mengatasi ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Meskipun AS merasa tertekan dengan kebangkitan China. Senjata perang dagang Fan mengatakan Amerika Serikat akan mengambil langkah-langkah yang dapat menimbulkan perang dagang atau menghalangi investasi China di negara itu.
