Jakarta, TopBusiness – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan lintas wilayah serta mempercepat transisi energi hijau pada peringatan Hari Angkutan Umum Nasional. Momentum tersebut digelar di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jumat (24/4), sekaligus menandai satu tahun operasional rute Transjabodetabek S61 (Alam Sutera–Blok M).
Acara ini dihadiri Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Nirwono Yoga, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristanto, Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Harya Setyaka Dillon, Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan, serta perwakilan pelanggan rute S61, Brigitta Valerie.
Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta, Fadly Hasan, mengatakan keberhasilan rute S61 menjadi bukti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik lintas wilayah. “Kami tidak lagi melihat batas administratif sebagai sekat, tetapi sebagai peluang untuk membangun konektivitas yang andal bagi seluruh warga Jabodetabek,” ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (25/42/2026).
Sejak diluncurkan, rute S61 yang menghubungkan Alam Sutera dan Blok M terus mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan dan dinilai menjadi salah satu tulang punggung mobilitas warga penyangga Jakarta.
Secara kinerja, Transjakarta mencatat tren positif. Hingga awal 2026, volume pelanggan mencapai 1,4 juta perjalanan per hari. Sepanjang 2025, total pelanggan tercatat 413 juta orang atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2022. Sementara itu, cakupan layanan per Februari 2026 telah menjangkau 92,4 persen wilayah Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Transjakarta juga mengumumkan penambahan 30 unit bus listrik baru pada 2026. Penambahan ini membuat total armada bus listrik yang beroperasi mencapai 500 unit. Armada tersebut merupakan hasil rakitan dalam negeri yang sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Presiden RI.
Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong elektrifikasi armada transportasi publik. Targetnya, pada 2027 sebanyak 50 persen armada akan berbasis listrik, dan pada 2030 seluruh armada atau sekitar 10.047 unit ditargetkan telah beralih ke listrik untuk mencapai net zero emission.
Transjakarta juga mengajak masyarakat untuk terus menggunakan transportasi publik sebagai pilihan utama mobilitas sehari-hari, seiring upaya membangun sistem transportasi yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
