Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (27/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (24 April): Dow -0,16%, S&P 500 +0,80%, dan Nasdaq +1,63%. S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi, didorong oleh kenaikan Intel dan optimisme atas pembicaraan AS-Iran yang diperbarui. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,55% menjadi 4,301%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,24% menjadi 98,53.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (24 April): minyak mentah WTI turun 1,51% menjadi USD 94,40/bbl, minyak mentah Brent naik 0,25% menjadi USD 105,33/bbl, batu bara naik 0,85% menjadi USD 130,20/ton, CPO naik 1,48% menjadi MYR 4.597/ton, dan emas naik 0,33% menjadi USD 4.710/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (24 April): Hang Seng naik 0,24%, Nikkei melonjak 0,97%, dan Shanghai turun 0,33%.
JCI turun 3,38% menjadi 7.129,49, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 2.002,2 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 3.017,2 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 1.015,0 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBCA (Rp 2.103,0 miliar), BMRI (Rp 655,1 miliar), dan BBRI (Rp 447,2 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di BULL (Rp 73,2 miliar), INCO (Rp 71,6 miliar), dan DEWA (Rp 64,6 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah APIC, BFIN, dan ANTM, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan tertinggal adalah BBCA, DSSA, dan BBRI.
Pagi ini, baik KOSPI (+1,50%) maupun Nikkei (+0,47%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif di pasar regional dan global,” demikian hasil riset.
