Jakarta, TopBusiness – PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) menegaskan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak lagi sekadar aktivitas sosial, melainkan telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan.
Melalui pendekatan berbasis Creating Shared Value (CSV), perusahaan mendorong penguatan sumber daya manusia lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengelolaan risiko sosial dan lingkungan secara terukur.
Dalam presentasi di ajang TOP CSR Awards 2026, Petrosea mengusung tema Sustainable Operation through CSR: Strategi Petrosea dalam Membangun SDM, Ekonomi Lokal, dan Ketahanan Operasional, yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi lokal sekaligus menjaga ketahanan operasional perusahaan di berbagai wilayah kerja.
Aditya Ramadhan Djaja, Section Head of CSR PT Petrosea Tbk, menjelaskan bahwa perusahaan beroperasi di berbagai wilayah dengan karakter sosial yang beragam, sehingga pendekatan CSR harus adaptif dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
“Sebagai perusahaan kontraktor yang beroperasi di berbagai daerah, kami menyadari bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan operasional. Karena itu, kami mengintegrasikan program CSR dengan strategi bisnis, khususnya dalam penguatan SDM dan ekonomi lokal,” ujarnya saat wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, Rabu (30/4/2026).
Strategi Petrosea dalam Membangun SDM, Ekonomi Lokal, dan Ketahanan Operasional
PTRO adalah perusahaan multi-disiplin yang bergerak di bidang jasa pertambangan, rekayasa, pengadaan & konstruksi (EPC) serta jasa minyak & gas bumi yang berkomitmen penuh terhadap keselamatan aspek dan manajemen risiko sebagai kontinuitas kerja dari strategi keberlanjutan Perusahaan.
Perseroan memiliki visi keberlanjutan yakni, “Menjadi perusahaan jasa terkemuka di industri pertambangan, energi, minyak & gas, dan infrastruktur melalui penciptaan nilai berkelanjutan jangka Panjang.”
Hadir dalam penjurian kali ini PTRO juga menghadirkan Fierly Muhammad Taufik selaku Manager ESG, yang juga beberapi kali bergantian menjawab pertanyaan dewan juri.
Program CSR Unggulan dan Dampak Nyata
Salah satu program unggulan Petrosea adalah Beasiswa Petrosea Cemerlang, yang dirancang tidak hanya sebagai bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai jalur pengembangan karier. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang bekerja di perusahaan.
Menurut Aditya, pendekatan ini memastikan keberlanjutan manfaat program. “Kami tidak hanya memberikan beasiswa, tetapi juga mendampingi peserta hingga mereka siap bekerja. Bahkan, mereka berkesempatan untuk bergabung dengan Petrosea setelah lulus,” jelasnya.
Selain itu, Petrosea juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, seperti:
- Penguatan UMKM lokal sebagai mitra/vendor perusahaan
- Pengelolaan bank sampah berbasis komunitas
- Pelatihan digital melalui program Petro Digital
- Pengembangan kelompok tani dan ekonomi lokal
Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar area operasional.
Pendekatan CSR berbasis nilai tambah yang diterapkan Petrosea ini menunjukkan hasil yang terukur. Dari sisi ekonomi, program-program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.
Penerima program beasiswa tercatat memperoleh penghasilan berkisar Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan. Sementara itu, kelompok pengelola sampah mendapatkan tambahan pendapatan sekitar Rp1 juta per bulan, dan kelompok tani lokal mengalami peningkatan pendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan.
Hal ini menunjukkan bahwa CSR tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pengelolaan Risiko Sosial sebagai Prioritas
Dalam industri pertambangan dan konstruksi, hubungan dengan masyarakat menjadi salah satu risiko utama. Petrosea menyadari bahwa potensi konflik sosial dapat muncul dari berbagai faktor, seperti ketenagakerjaan lokal, dampak lingkungan, hingga kesenjangan sosial.
Fierly Muhammad Taufik, Manager ESG PT Petrosea Tbk, menegaskan bahwa perusahaan mengedepankan pendekatan preventif melalui keterlibatan aktif dengan pemangku kepentingan.
“Kami melakukan identifikasi dan analisis sejak awal sebelum masuk ke suatu wilayah, kemudian membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat dan stakeholder. Pendekatan ini penting untuk menjaga social license to operate,” ujarnya.
Perusahaan juga menjalankan berbagai mekanisme, mulai dari dialog rutin, forum komunitas, hingga program pengembangan masyarakat yang terintegrasi dengan operasional proyek.
Kinerja Keberlanjutan
Dari sisi lingkungan dan sosial, Petrosea mencatat capaian yang menunjukkan efektivitas strategi keberlanjutan perusahaan.
Pada 2025, Petrosea berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 10,75% secara tahunan. Selain itu, volume limbah juga berhasil ditekan hingga sekitar 147.000 ton.
Di sisi sosial, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 3,42 yang masuk kategori baik. Sementara itu, tingkat kepercayaan masyarakat atau social license to operate berada pada level full trusted, mencerminkan hubungan yang kuat antara perusahaan dan komunitas.
Fierly menyebut capaian ini sebagai hasil dari integrasi strategi ESG dalam operasional perusahaan.
“Kami melihat bahwa pengelolaan lingkungan dan hubungan sosial tidak bisa dipisahkan dari bisnis. Justru keduanya menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional,” ujarnya.
Selain fokus pada eksternal, Petrosea juga memperkuat internalisasi ESG di dalam organisasi. Sepanjang 2025, perusahaan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan pemahaman karyawan terhadap aspek keberlanjutan.
Sebanyak 313 peserta mengikuti pelatihan lingkungan, 1.484 karyawan mengikuti pelatihan sosial, dan 3.900 karyawan mengikuti pelatihan tata kelola.
“Upaya ini diperkuat dengan penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Perusahaan mencatat peningkatan representasi perempuan di level manajerial menjadi 39,22%, menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan di tempat kerja,” terang Fierly.
CSR sebagai Pengungkit Bisnis Berkelanjutan
Dengan pendekatan terintegrasi antara CSR dan ESG, Petrosea menempatkan program sosial sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan.
Aditya menegaskan bahwa keberhasilan program CSR tidak diukur dari besarnya kegiatan, melainkan dari dampak berkelanjutan yang dihasilkan.
“Yang kami dorong adalah program yang berkelanjutan dan memiliki dampak nyata. Karena pada akhirnya, keberhasilan perusahaan juga ditentukan oleh keberhasilan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tuturnya.
Melalui strategi ini, Petrosea menunjukkan bahwa integrasi antara bisnis dan tanggung jawab sosial bukan hanya memungkinkan, tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
