Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Kamis (30/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Rabu (29 April): Dow -0,57%, S&P 500 -0,04%, dan Nasdaq +0,04%. Kemarin, Wall Street ditutup beragam karena investor mempertimbangkan lonjakan harga minyak mentah, keputusan suku bunga Federal Reserve AS, dan beberapa rilis pendapatan penting. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 8,43 bps menjadi 4,430%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,33% menjadi 98,96.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (29 April): Minyak mentah WTI naik 6,95% menjadi USD 106,88/bbl, minyak mentah Brent naik 6,08% menjadi USD 118,03/bbl, batu bara naik 1,83% menjadi USD 133,65/ton, CPO turun 0,94% menjadi MYR 4.578/ton, dan emas turun 1,06% menjadi USD 4.548/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (29 April): Hang Seng naik 1,68%, Nikkei turun 1,27%, dan Shanghai naik 0,71%.
JCI naik 0,41% menjadi 7.101,23, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 1.191,7 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 986,6 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih IDR 205,1 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BMRI (Rp 443,7 miliar), BBCA (Rp 307,7 miliar), dan BBRI (Rp 69,6 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di AADI (Rp 54,4 miliar), BBNI (Rp 32,1 miliar), dan TINS (Rp 30,9 miliar). Pergerakan utama terjadi pada TLKM, IMPC, dan APIC, sementara pergerakan yang tertinggal terjadi pada TPIA, DSSA, dan MORA.
Pagi ini, KOSPI dibuka lebih tinggi di +0,44%, sementara Nikkei dibuka lebih rendah di -0,92%. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun karena tekanan penjualan asing yang berkelanjutan,” demikian hasil riset.
