Jakarta, TopBusiness – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) menunjukkan langkah progresif dalam mengintegrasikan strategi bisnis dengan prinsip keberlanjutan melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan pengelola kawasan industri yang berbasis di Semarang ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan industri, tetapi juga mengarahkan transformasi menuju kawasan industri hijau dan cerdas (smart & green industrial estate) serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Direktur Utama KIW, Ahmad Fauzie, menegaskan bahwa seluruh program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan dirancang berbasis Creating Shared Value (CSV) dan mengacu pada standar ISO 26000. Strategi ini menjadikan KIW sebagai salah satu pelopor kawasan industri yang mampu mengintegrasikan kepentingan bisnis dengan pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam implementasinya, KIW menghadirkan dua program unggulan (flagship program), yakni SEMAR Ekonomi & Sosial Investasi serta SEMAR Lingkungan & Proteksi Infrastruktur.
Pada program SEMAR Ekonomi & Sosial Investasi, KIW mencatat capaian signifikan melalui inisiatif SEMAR UMKM. Program ini tidak hanya memberikan bantuan pendanaan, tetapi juga mencakup pendampingan komprehensif terhadap 30 UMKM, fasilitasi pendaftaran lima Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sertifikasi Satpam Gada Pratama, modernisasi Program Usaha Mikro Kecil (PUMK), hingga keikutsertaan dalam pameran seperti Jateng Halal Fest.
Selain itu, SEMAR Edukasi dengan SROI 19,59 turut memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui revitalisasi SDN Randugarut senilai Rp150 juta, program beasiswa Danareksa Bestari, serta edukasi literasi keuangan melalui DanaKids yang telah menjangkau lebih dari 2.300 siswa dan 193 guru. Program ini diarahkan untuk mencetak generasi masa depan yang siap mendukung ekosistem industri.
KIW juga menjalankan Program Pengembangan Kawasan Ekonomi (PKE) terintegrasi di Cilacap sebagai upaya menjaga keberlanjutan wilayah eks PT KIC. Program ini meliputi pembangunan 12 jamban sehat, satu rumah layak huni, serta intervensi gizi bagi 11 balita stunting di Desa Karanggintung.
Sementara itu, pada program SEMAR Lingkungan & Proteksi Infrastruktur, KIW menghadirkan inisiatif “The Carbon & Coastline Shield” melalui pembangunan KIW Edge Buffer. Program ini mencakup penanaman 3.700 mangrove dan 851 cemara laut di kawasan pesisir sebagai perlindungan alami terhadap abrasi dan banjir rob yang berpotensi mengganggu operasional industri.
Selain itu, melalui program Danareksa Hijau, KIW melakukan penanaman hingga 10.000 pohon, dengan 2.000 pohon difokuskan di kawasan industri. Upaya ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 28 ton emisi karbon per tahun, sekaligus memperkuat citra kawasan industri hijau.
Dalam aspek pengelolaan sumber daya air, KIW membangun 65 sumur resapan di wilayah hulu, tepatnya di Wonogiri, sebagai langkah mitigasi terhadap potensi banjir di wilayah hilir Semarang. Pendekatan lintas wilayah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan secara menyeluruh.
Program-program tersebut juga terintegrasi dalam SEMAR Terpadu yang mencakup tiga pilar utama: edukasi, lingkungan, dan ekonomi. Di bidang edukasi, KIW memberikan beasiswa, pelatihan, serta bantuan sarana pendidikan yang menjangkau siswa difabel, masyarakat kurang mampu, dan perempuan di sekitar kawasan industri.
Di sektor lingkungan, KIW aktif melakukan penghijauan melalui penanaman mangrove, cemara laut, serta ribuan pohon lainnya, termasuk pengelolaan sampah industri terpadu. Sementara di sektor ekonomi, perusahaan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan UMKM, penyediaan alat produksi, serta fasilitasi pemasaran.
Sepanjang 2024 hingga sekarang, berbagai program CSR KIW telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di antaranya mencakup bantuan kepada 40 siswa difabel, 200 penyandang disabilitas, 20 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, serta 39 perempuan di wilayah sekitar KIW.
Di bidang lingkungan, realisasi program meliputi penanaman ribuan pohon, pembangunan sumur resapan, serta penguatan ekosistem pesisir. Sementara dalam aspek sosial ekonomi, KIW telah membina puluhan UMKM, melibatkan masyarakat sekitar, tenant, hingga petani kedelai dalam ekosistem pemberdayaan.
“Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi menciptakan dampak berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kawasan industri,” ujar Ahmad Fauzie dalam presentasinya di ajang TOP CSR Awards 2026, Kamis (30/4/2026), didampingi Head of Corporate Secretary Ismail Shaleh.
Melalui pendekatan strategis yang terintegrasi, KIW membuktikan bahwa pengembangan kawasan industri tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
