JAKARTA, TopBusiness – Pemerintah Kabupaten Bulungan resmi menyelenggarakan “Festival Bulungan Berkarya” di Ground Floor, Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis 30 April 2026 lalu, sebagai langkah konkret memperkuat diplomasi ekonomi daerah.
Mengusung tema pemberdayaan UMKM dan komoditas hijau, acara ini menjadi panggung bagi produk unggulan daerah hasil olahan masyarakat untuk menembus pasar nasional dan serta harapannya menuju internasional. Kolaborasi strategis antara Pemkab Bulungan, Sawit Watch, dan Perkumpulan Pilar Nusantara (PINUS Indonesia) ini memanfaatkan nilai historis Sarinah sebagai inkubator etalase UMKM nasional guna menghubungkan potensi perdesaan dengan pasar modern perkotaan.
Langkah ini selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan melalui program UMKM Bulungan Unggul dan Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan. Inisiatif tersebut mengintegrasikan kebijakan Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) Bulungan Hijau dengan pengembangan ekonomi inklusif di sektor pedesaan. Melalui sinergi kebijakan perhutanan sosial dan pemanfaatan potensi lokal, Pemkab Bulungan berupaya memastikan bahwa kelestarian ekosistem hutan dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan industri kreatif di wilayah tersebut.
Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana dalam keynote speech-nya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa, “Ketahanan suatu bangsa dimulai dari ketahanan pangan, dan Bapak Bupati Bulungan Syarwani telah membuktikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan dengan tata kelola pemerintahan yang baik akan mendatangkan maslahat bagi masyarakat secara lebih luas.
Bulungan adalah ‘Miniatur Indonesia’ di mana semua suku hidup rukun membangun daerah, sebuah nilai toleransi yang harus kita tularkan pada daerah lain. Saya sangat mengapresiasi keberpihakan Pemerintah Daerah yang mampu membangun ekosistem komplit bagi UMKM melalui kolaborasi yang biasa dulu kita kenal dengan konsep pentahelix, Namun untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan seluruh para pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, perbankan, pemerhati lingkungan (NGO)/Mitra Strategis, Masyarakat dan media masa ini dikenal dengan konsep hexahelix termasuk dukungan pembiayaan yang luar biasa. Kehadiran produk spesifik Kabupaten Bulungan di Sarinah Jakarta merupakan langkah luar biasa dalam membawa produk lokal naik kelas menuju panggung nasional dan global.
Bupati Bulungan, Syarwani dalam sambutannya memaparkan bahwa, “Alhamdulillah, hari ini produk UMKM Bulungan resmi hadir di Sarinah dan ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan. Kami memiliki keyakinan bahwa jika ingin mencari produk asli Indonesia maka datanglah ke Sarinah, sehingga momen ini adalah peluang bagi kami untuk memperkaya keberagaman budaya dan potensi negara melalui produk lokal kami. Kehadiran produk ini merupakan wujud nyata sinergi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi bukti konkret keberpihakan pemerintah dalam mendorong pengusaha UMKM kita naik kelas. Saat ini tercatat tidak kurang dari 12 ribu pengusaha UMKM di Bulungan, dimana pertumbuhan ekonomi daerah kami yang mencapai 5,54% salah satunya bersumber dari kontribusi sektor UMKM ini. Tugas pemerintah daerah adalah hadir memberikan dukungan penuh. Melalui semangat gotong royong ‘Tenguyun’ mari kita bersama-sama membangun, dengan visi **Kabupaten Bulungan yang berdaulat dan unggul melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan,” kata Syarwani.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Bulungan, Ir. Iwan Sugiyanta, ST, M.T., mewakili pemerintah daerah menjelaskan bahwa “Kabupaten Bulungan berkomitmen mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta penguatan ekonomi lokal yang berbasis pada potensi desa. Saat ini, kami telah menjalankan 15 program prioritas, diantaranya yaitu UMKM Bulungan Unggul, Kredit Mesra, Satu Desa Satu Produk, Mandiri Terampil, Mandau Tani, Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE), Mitra Bulungan Berdaulat. Dimana strategi mendukung UMKM dengan pemberian subsidi bunga pinjaman melalui Kredit Mesra 4% dan implementasi skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) Bulungan Hijau untuk memberikan insentif bagi desa yang menjaga kelestarian lingkungannya dan mengembangankan dan meningkatkan sosial dan ekonominya. Melalui kebijakan ‘Satu Desa Satu Produk’, setiap dari 74 desa di Bulungan didorong untuk memiliki produk unggulan yang didukung oleh kepastian jaminan harga, standarisasi kualitas, hingga akses pemasaran luas termasuk di ritel modern.
Sinergi yang kuat dengan berbagai mitra strategis/NGO untuk mendukung program kegiatan yang dijalani. Saat ini pertumbuhan ekonomi daerah yang kini telah mencapai angka 5,4%. Kami memastikan bahwa pembangunan di Bulungan tidak hanya mengejar angka investasi, tetapi juga memberdayakan industri UMKM dari hulu,tengah dan hingga hilir agar masyarakat dapat mandiri dan produk lokal kita mampu bersaing di kancah nasional,” ujar Ir. Iwan Sugiyanta, ST, M.T..
Direktur Eksekutif Sawit Watch, Achmad Surambo, menegaskan bahwa, “Upaya penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kayan dan hutan di Kab. Bulungan merupakan komitmen nyata dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui implementasi agroforestry kakao dan perhutanan sosial, kita membuktikan bahwa hutan dapat tetap eksis terjaga sekaligus menjadi sumber kesejahteraan yang mampu menopang ketahanan pangan dari tingkat desa. Upaya ini merupakan langkah konkret untuk memastikan ekosistem dari hulu hingga hilir tetap lestari tanpa mengesampingkan inovasi ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Surambo.
Direktur PINUS Indonesia, Rabin Ibnu Zainal, Ph.D., menambahkan terkait pentingnya komitmen daerah dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan di daerah: “Di tengah kondisi saat ini dimana terjadi penurunan dana transfer ke daerah (TKD) dari pusat yang mempengaruhi kinerja pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan, kami mengapresiasi Pemkab. Bulungan ketika mampu empertahankan pelaksanaan skema insentif kinerja berbasis ekologis (IKE) – TAKE atau EFT (Ecological Fiscal Transfer) di daerahnya sejak tahun 2022 yang mampu meningkatkan perekonomian daerah melalui kemajuan UMKM dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang menjaga ekologis, terutama masyarakat di perhutanan sosial yang sekaligus mampu melestarikan lingkungan di daerahnya,” terang Rabin.
Yussi Nadia, Kasubdib Kewirausahaan, Direktorat Kewirausahaan KUPS, Kementerian Kehutanan menambahkan “Perhutanan sosial merupakan program nasional yang memberikan akses legal kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan sebagai modal dasar penghapusan kemiskinan ekstrem melalui optimalisasi pengelolaan lahan. Melalui pengembangan Integrated Area Development (IAD) dan pola agroforestry, kami membangun sistem ‘hub‘ untuk mendekatkan pasar agar kelompok usaha masyarakat dapat naik kelas serta membantu memperkuat perekonomian daerah. Dukungan serta sinergi antara kementerian dan pemerintah daerah sangat krusial guna memastikan kebijakan pusat ini memberikan dampak nyata pada percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Nadia.
Rima Yuliantari, Koordinator Sub Urusan Lingkungan Hidup, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri memberikan pandangan bahwa, “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kabupaten Bulungan sebagai yang terbaik secara nasional dalam implementasi kebijakan Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologis (TAKE) yang telah terintegrasi dalam RPJMD, sehingga komitmen kuat ini memastikan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Ke depan, Bulungan memiliki peluang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui skema Nilai Ekonomi Karbon dari sektor kehutanan sebagai alternatif pembangunan berkelanjutan selain sektor pertambangan. Saya juga mendorong penguatan kolaborasi seluruh perangkat daerah bersama PKK dalam pemilahan sampah dari sumbernya guna mendukung kriteria penilaian TAKE dan mewujudkan target Zero Waste pada tahun 2030,” ungkap Rima.
Rangkaian festival ini tidak hanya sekedar perayaan seremonial, namun menjadi momentum mengangkat citra pemerintah daerah dan citra mitra strategis serta untuk mempromosikan dan serta peresmian Gerai UMKM Bulungan di Sarinah guna sebagai etalase memasarkan produk unggulan daerah ke pasar nasional dan internasional. Melalui berbagai aktivitas, mulai dari peresmian gerai secara simbolis oleh Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Bupati Bulungan, Wakil Bupati Bulungan, Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Bulungan, PT. Sarinah,P emerintah Desa Pejalin dan Pemerintah Desa Antutan dan Mitra Strategis serta dilanjutkan diskusi strategis pengembangan ekonomi daerah hingga kompetisi kreativitas pelajar dalam mengolah bahan pangan lokal,
Festival Bulungan Berkarya membuktikan bahwa sinergi pentahelix mampu menjembatani kelestarian ekosistem hutan dengan kemajuan industri kreatif. Acara ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Kabupaten Bulungan untuk terus membangun fondasi ekonomi hijau yang inklusif, di mana kemakmuran masyarakat dan penjagaan sumber daya alam dapat berjalan selaras demi masa depan yang berkelanjutan.
