TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Membangun Ekosistem Berkelanjutan: CSR Japfa Sentuh Gizi Anak, Peternak, hingga Lingkungan

Busthomi
3 May 2026 | 09:45
rubrik: CSR, Event
Membangun Ekosistem Berkelanjutan: CSR Japfa Sentuh Gizi Anak, Peternak, hingga Lingkungan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (IDX: JPFA) memperkuat peran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bagian integral dari strategi bisnisnya.

Tidak sekadar kegiatan filantropi, perusahaan mengarahkan program CSR sebagai instrumen penciptaan nilai bersama (creating shared value/CSV) yang menyasar aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terukur.

Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu produsen protein hewani terbesar di Indonesia ini mengintegrasikan pendekatan keberlanjutan dari hulu hingga hilir bisnisnya—mulai dari pakan ternak, pembibitan, budidaya, hingga produk konsumen.

“Tema yang kami angkat adalah ‘Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama.’ Ini menjadi prinsip dasar bisnis kami sebagai penyedia sumber protein, sekaligus memastikan keberlanjutan bagi masyarakat,” ujar Argha Akbar, Social Investment Senior Officer PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, dalam presentasinya di ajang TOP CSR Awards 2026.

Japfa sendiri kembali terpilih menjadi pemenang penerima penghargaan di ajang TOP CSR Awards 2026 itu. Makanya mengikuti proses penjurian, yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Kamis (30/4/2026), secara daring. Argha hadir bersama Zuhad Dzulfikar selaku Data Analyst.

CSR Bagian dari Strategi Bisnis Berkelanjutan

Japfa menegaskan bahwa transformasi menuju bisnis berkelanjutan tidak hanya dilakukan melalui operasional, tetapi juga melalui tata kelola organisasi. Perusahaan telah membentuk komite keberlanjutan yang langsung dipimpin oleh jajaran direksi, memastikan setiap kebijakan dan implementasi program sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).

Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pascapandemi COVID-19, fokus terhadap ESG semakin diperkuat, termasuk dalam kaitannya dengan skema sustainability-linked loan yang mensyaratkan pencapaian indikator keberlanjutan tertentu.

Dari sisi investasi, perusahaan mengalokasikan hampir Rp500 miliar untuk berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari energi terbarukan, biosekuriti peternakan, hingga program lingkungan. Atau tepatnya sebanyak Rp466,9 miliar untuk total investasi keberlanjutan di 2025 lalu.

BACA JUGA:   Perumda Tirta Kalwedo Tunjukkan Transformasi dan Inovasi Berkelanjutan di TOP BUMD Awards 2026

Sementara itu, khusus untuk kegiatan program CSR-nya, Japfa menggelontorkan sekitar Rp41 miliar sepanjang tahun lalu.

“Nilai ini mencerminkan komitmen kami dalam mendukung aktivitas sosial dan lingkungan, meskipun banyak program kami sebenarnya tidak membutuhkan investasi besar, namun berdampak luas,” jelas Argha.

Tiga Pilar Utama CSR

Strategi CSR Japfa dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu: pertama, Pemberdayaan masyarakat dan kemitraan; kedua, Kesehatan dan nutrisi; dan ketiga, Pendidikan dan pengembangan kapasitas.

1. Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan

Sebagai perusahaan yang mengembangkan model kemitraan peternakan (plasma), Japfa menempatkan peternak sebagai mitra strategis, bukan sekadar pelaku usaha kecil.

Perusahaan secara rutin memberikan pelatihan terkait manajemen peternakan, pengelolaan kandang, hingga standar produksi agar kualitas produk tetap terjaga hingga ke konsumen akhir.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peternak, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.

2. Kesehatan dan Nutrisi: Program Java for Kids

Salah satu program unggulan CSR Japfa adalah Japfa for Kids, yang berfokus pada peningkatan gizi anak melalui pemberian protein tambahan dan edukasi nutrisi.

Program ini menunjukkan perkembangan signifikan:

  • 2024: menjangkau 14.000 siswa
  • 2025: meningkat menjadi 15.000 siswa
  • Target 2026: mencapai 16.000 siswa

“Jadi program ini, lebih dari sekadar distribusi bantuan. Justru  program Java for Kids ini telah berevolusi menjadi pendampingan berkelanjutan selama enam bulan, melibatkan siswa, orang tua, dan guru. Target setiap tahun bertambah 1.000 peserta,” ujarnya.

Hasilnya cukup signifikan. Pada 2025, program ini berhasil mengubah 62,5% anak dari kategori gizi kurang menjadi gizi normal.

“Setelah COVID-19, kami tidak lagi hanya melakukan kegiatan seremonial, tetapi fokus pada pendampingan jangka panjang agar dampaknya lebih nyata,” ungkap Argha.

BACA JUGA:   Perumdam Tirta Albantani Pacu Transformasi Menuju Status Perumda Air Minum Kelas Menengah

Selain itu, Japfa juga menjalankan program Zero Stunting di beberapa wilayah, termasuk Kepulauan Riau, sebagai respons atas kebutuhan pemerintah daerah.

3. Pendidikan dan Pengembangan Kapasitas

Di sisi internal, Japfa mengembangkan berbagai program pelatihan karyawan melalui sistem digital dan pusat pelatihan khusus di Bogor.

Perusahaan juga mendorong inovasi melalui:

  • Platform pembelajaran digital
  • Java Sustainability Initiative Awards
  • Program inovasi karyawan

Pendekatan ini memastikan setiap karyawan memiliki kurikulum pengembangan yang jelas, sekaligus mendukung transformasi bisnis berkelanjutan.

Transformasi Lingkungan dan Green Operation

Japfa juga menunjukkan komitmen kuat pada aspek lingkungan, dengan target ambisius untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Beberapa capaian dan inisiatif utama meliputi:

  • Konversi penggunaan batu bara hingga 75% ke biomassa (cangkang kelapa sawit)
  • Target penggunaan batu bara 0% di masa depan
  • Sebanyak 36% energi berasal dari sumber biomassa
  • Efisiensi operasional hingga 10%

Selain itu, perusahaan mengembangkan sistem pelaporan berbasis data melalui Japfa Sustainability Report System, yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap: konsumsi energi, penggunaan air, pengelolaan limbah, dan emisi.

“Untuk penggunaan air ini, kita mendaur ulang air sebanyak 395 megaliter (2025) dengan 9 fasilitas daur ulang air beroperasi penuh,” ujar dia.

Dalam pengelolaan limbah, Japfa juga melibatkan masyarakat melalui: program bank sampah, produksi kompos dan eco-enzyme, dan daur ulang plastic.

“Program lingkungan kami tidak berdiri sendiri, tetapi melibatkan masyarakat sekitar agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” jelas Argha.

Inisiatif Sosial: Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan

Japfa juga memperluas fokus sosialnya melalui pengembangan child protection protocol, sebagai langkah preventif untuk mencegah praktik pekerja anak di sektor kemitraan peternakan.

Dalam hal ini, Japfa memiliki komitmen untuk memastikan anak-anak yang terlibat di dalam berbagai kegiatan sosial perusahaan ataupun kegiatan pendidikan di perusahaan terpenuhi seluruh haknya.

BACA JUGA:   Usung Semangat “Prigel”, Perumda Tirta Kencana Jombang Hadirkan Layanan Andal dan Inovatif

“Segala bentuk kegiatan yang melibatkan anak bertujuan untuk mendukung pertumbuhan anak seutuhnya serta menyediakan ruang pembelajaran anak guna menghadapi dunia kerja,” ungkap dia.

Panduan protokol perlindungan anak merupakan komitmen perusahaan untuk melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, serta mendapat perlindungan dan terhindar dari kekerasan dan diskriminasi (UU Perlindungan Anak No. 23 tahun 2002 pasal 1 ayat 2).

Selain itu, perusahaan aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program berbasis ekonomi, seperti: produksi ecoprint, pembuatan eco-enzyme, dan produk sabun organic.

Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Pendekatan Berbasis Data dan Tata Kelola

Dalam memastikan akuntabilitas, Japfa mengembangkan sistem pelaporan dan audit yang terintegrasi. Seluruh program CSR didukung oleh data yang terdokumentasi dan diaudit secara berkala.

Perusahaan juga memiliki platform Japfa Alert, yang memungkinkan seluruh karyawan, termasuk pekerja kontrak dan peserta magang, untuk melaporkan pelanggaran secara transparan.

Pendekatan ini memperkuat implementasi good corporate governance (GCG), sekaligus meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.

Dengan jangkauan operasional di 28 provinsi dan jaringan distribusi hingga Papua, Japfa menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab sosial.

Namun, melalui integrasi CSR dalam strategi bisnis, perusahaan berupaya menciptakan dampak yang tidak hanya terukur, tetapi juga berkelanjutan.

“Seluruh program kami dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutup Argha.

Tags: PT Japfa Comfeed Indonesia TbkTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Diplomasi Ekonomi Hijau: Pemkab Bulungan Resmikan Gerai UMKM di Sarinah Jakarta

Next Post

Catatkan Pendapatan Rp8,29 Triliun, SIG Buktikan Resiliensi di Tengah Tantangan Industri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR